
Danny terdiam, beberapa saat mereka memang saling bertatap-tatapan (bukan romantis) dan entah kenapa Danny merasa teryakinkan di sini.
Ia tahu iblis adalah makhluk yang tidak boleh dipercaya begitu saja, mereka terkenal dengan cara yang jahat, tentu tidak boleh dijadikan acuan.
Tapi soal siapa yang sebenarnya mengerti… Danny rasa lebih baik tidak dimengerti siapapun.
Tidak masalah tidak ada orang yang tahu apa yang ia rasakan. Terkadang itu lebih baik dibanding berharap orang lain peduli.
Apa yang dikatakan sang raja iblis itu juga benar, mau seberapa banyak orang yang ada disekelilingnya tetap saja tidak bisa mengobati apa yang ada dalam hatinya.
Butuh lebih dari sekedar pengertian untuk bisa melihat hati yang tulus.
Dan kalau Archifer sendiri yang mengertinya, Danny tidak terkejut, pasalnya apa yang tidak bisa dilakukan sang raja iblis? Bukankah mereka dengan mudah bisa melihat hati lawannya dan memanfaatkannya?
Apa bujuk rayu dan perkataan manis iblis adalah hal yang baru? Danny rasa tidak.
Danny benar-benar meresapi perkataan raja iblis itu. Pada akhirnya ia bisa egois kapanpun ia mau.
Mau protes mengalahkan raja iblis bukanlah tujuan aslinya? Bisa saja. Protes karena perasaan manusiawinya tumpul sedikit demi sedikit? Sangat bisa.
Tidak dapat dipungkiri dua hal itu bukanlah sesuatu yang ia pikirkan di awal. Pasalnya jika ia mengatakan kebenaran, maka itu tidak seru sama sekali.
Siapa yang mau peduli soal pemuda biasa dari desa kecil? Tentu kehidupan biasanya tidak menarik untuk dibicarakan.
Namun apa yang terjadi ketika takdir memaksanya meninggalkan masa lalunya dan hidup di kenyataan baru? Barulah orang bisa penasaran akan hidupnya.
Danny menemukan tujuan hidupnya dalam proses perjalanannya, dan mengalahkan kejahatan tidaklah seburuk yang ia pikirkan.
‘….’ Tapi tetap saja masih ada bagian lain dalam dirinya yang tidak terima dengan apa yang terjadi, yang membuat ucapan manis sang raja iblis pun keluar juga.
Dia memanfaatkan celah kecil lemah dalam hatinya, Danny terdiam.
“Terima kasih.” Danny tersenyum lagi, sementara ia menguatkan hatinya, memastikan tidak ada lubang keraguan dalam dirinya, kalau tidak begitu ia bisa kalah melawan rayuan mautnya.
Shhhh….
Archifer bisa merasakan kekuatan tekad menguat pada pemuda ini. Dia tidak mau dimengerti dan terus berpegang pada apa yang dipercayainya.
__ADS_1
‘Hmmph.’ Ras malaikat beruntung, mereka bisa menciptakan boneka penurut demi menghentikannya.
Tapi sampai berapa lama lagi dia bisa bertahan?
HUSH!
Seketika itu juga Archifer maju, dan memegang pedang kegelapan di tangannya, bersamaan dengan itu ada aura hitam berbentuk jam dibelakangnya!
SRING!
Danny memasang kuda-kudanya, di tangannya terciptalah pedang aura suci, yang memancarkan aura kekuatan ras langit dengan hebat!
“Pedang Kematian: Pengendali Waktu.”
TRANG!
HUSSSHHH!
Kedua pedang pun beradu menciptakan pusaran angin yang hebat, di situasi ini Danny seharusnya menang dengan kekuatan sucinya.
Pasalnya kondisinya sudah pulih berkat batu permata regenerasi, tidak perlu khawatir dengan serangan pedang gelap lawan!
‘!?’ Danny menahan serangannya, tapi kenapa ia merasakan sakit yang sama seperti tadi!?
‘Ukh!’ Perasaan tersiksa yang membuatnya menerung beberapa saat kambuh lagi! Ini tidaklah bagus!
TRANG!
Dengan cepat Archifer berkelit ke samping menghadiahkan beberapa tinjuan dan tendangan yang lebih cepat dari kilat!
Dan untuk bumbu terakhirnya, tebasan kepala! Dengan begini tamatlah riwayat pemuda itu!
-Kami akan membantu, serahkan kesadaranmu pada kami.-
“!” Ada suara yang bicara dalam kepalanya! Danny bisa langsung kenal suara itu! Tapi kenapa muncul di detik terakhir seperti ini?
‘Kenapa?’
__ADS_1
-Demi mentalmu, kami akan ambil alih-
‘….’
‘Ha… ha….’ Entah kenapa Danny merasa geli, padahal ia sama sekali tidak mendengar lelucon.
Sekarang kekuatan batu permata mulia peduli padanya. Bahkan sampai minta izin segala untuk mengambil alih tubuhnya.
‘Tidak, terima kasih.’
-Kenapa? Mentalmu babak belur jika berhadapan terus dengan raja iblis-
Kekuatan batu permata mulia tetap bersikeras ingin mengambil alih tubuhnya.
Kekuatan leluhur demi human itu sadar betapa bahayanya mental yang hancur, ini sama saja memberi kemenangan cuma-cuma pada lawannya!
Lantas kenapa baru sekarang kekuatan leluhur itu bicara lagi? Tidak lain tidak bukan karena kekuatan suci yang lebih mendominasi tubuhnya, yang pada akhirnya membuat para batu ini kesulitan berkomunikasi dengan Danny.
‘Kenapa kalian tidak mengambil paksa tubuhku saja?’ Danny penasaran, pada akhirnya, kalau ia hanya alat, tentu batu yang ada di tubuhnya akan melakukan apapun demi mencapai kemenangan bukan?
Kenapa sampai repot-repot mita izin segala?
-Kami menghargai usahamu sampai sejauh ini.-
‘Kalau begitu bantu aku agar bisa menikmati momen ini.’ Danny tersenyum kecil, sementara tubuhnya mulai penuh luka lagi dan pedang kegelapan hampir menebas lehernya.
-….- Sang kekuatan leluhur itu terdiam mendengar jawaban Danny. Kalau begitu mereka hanya tinggal mengikuti perintah tuannya saja.
“Archifer… kau perlu berusaha lebih keras.” Danny menatap tajam, sementara nyawanya sudah diujung tanduk….
SLASH!
SYUT!
Sebuah portal ungu kecil terbuka dan menelan Danny begitu saja! Serangan pedang gelap hampir mengenainya!
‘Trik begini.’
__ADS_1
“Portal kegelapan: Tunjukkan.” Seketika itu juga Danny terlempar dari portal hitam dan mengarah pada sang raja iblis lagi.