Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 491: Menyingkirkan Pengganggu


__ADS_3

‘Raja Archifer hebat,’ batin Olivia, ia senang karena melihat manusia incarannya ada di depan matanya, dan kemudian tidak keberatan dia pergi lagi.


Mengapa? Tentu saja karena ia tidak perlu repot-repot melawannya. Memang menemukan dan mengalahkan pemuda itu adalah prioritas utama, namun jika ada cara yang lebih mudah, kenapa tidak?


Pertanyaan tidak berhenti di sini, mengapa Olivia malah menyia-nyiakan kesempatan dan membiarkan targetnya itu pergi? Bukankah jika ia mengalahkannya akan membuat posisinya di naik pesat melebihi para iblis lain?


Memperoleh penghormatan dan penghargaan, bahkan pengakuan raja iblis sendiri.


Mengapa ia tidak menginginkan hal itu?


‘....’ Olivia terdiam dan punya alasan tersendiri.


‘Raja Archifer memerintahkanku berhati-hati pada pemuda itu.’


‘Tapi bukan berarti aku takut! Aku hanya menaati perintah raja-ku saja.’ Olivia tahu mengeluarkan kekuatan semena-mena dan menganggap semuanya akan berjalan sesuai rencananya bukanlah yang terutama.


Jadi ia memutuskan untuk sedikit mengganti rencana awalnya. Ia tidak perlu jadi iblis yang membunuh pemuda itu sekarang, namun yang terpenting adalah hal apa yang bisa merugikan pemuda itu.


Dan jawabannya adalah memancingnya ke tempat di mana Shea sedang berada, yakni di daerah Kerajaan Barat, yang pada awalnya adalah rencana Archifer.


Dan benar saja, pemuda itu dengan polosnya termakan oleh pengalihan perhatian itu dan malah menghampiri makhluk yang lebih kuat darinya.


‘Yah, dengan satu tambahan makhluk hitam tidak akan membuat Shea kerepotan.’ Olivia tidak ambil pusing dengan keberadaan makhluk hitam beraura gelap itu.


Meski ia ingin pujian dan pengakuan lebih, dan bisa saja menyerang dan menggempur pemuda itu, namun itu berarti ia bisa menentang rencana sang raja.


Yang pada akhirnya ia tidak melakukannya, dan memilih untuk main aman saja.


“Kebohongan kalian tidak bisa ditebus dengan harga murah,” ujar Olivia, menyinggung soal apa yang telah ia dengar dari pria berambut pirang itu.


Sret.


Shhhh....


Arthur sedikit menunduk, ia tidak mengatakan apapun lagi dan perlahan namun pasti aura sihir kuning Arthur beserta dengan pedang sihirnya muncul.


“Kami akan membayarnya dengan harga yang bagus.” Bibir Arthur sedikit naik ke atas, aura kekuatannya makin besar seiring dengan berjalannya waktu.


HUSH!


Seketika itu juga Worther melesat ke depan dengan cepat, mengayunkan kapak besarnya ke arah Olivia.


Olivia bisa merasakan dampak serangan yang bisa terjadi dari kapak yang sedang diayunkan padanya itu, pria besar itu memfokuskan seluruh tenaganya pada senjatanya dan tidak memedulikan pertahanan.


TANG!


Serangan kapak itu berhenti tepat di depan wajahnya lagi. ‘Aku masih bisa bersenang-senang dengan mereka.’

__ADS_1


Setidaknya ada sisi positif, meski ia tidak dapat melawan pemuda target utamanya.


Shhh...


“Sihir Gelap: Balik.”


“HM?” Seketika itu juga Worther melihat ada seperti pelindung bayangan hitam yang menahan serangannya.


DUM!


Sret.


Dalam waktu yang sangat singkat Worther terpental ke belakang, bersamaan dengan itu juga ia terbatuk darah dengan hebat. “Kh!”


BUK!


Arthur dengan sigap menahan laju hempasan temannya, tubrukan keras pun tidak terhindarkan lagi.


Worther terjatuh dan seketika itu juga tubuhnya malah lemah lunglai. “Worther!” Seketika itu juga Hellen sigap menghampiri rekannya dan memberi sihir pertolongan pertama.


“Sial.” Worther tidak mengucapkan kata lain selain umpatan, ia tidak sadar lawannya itu masih saja menggunakan teknik perlindungan transparan yang tidak bisa terdeteksi.


Tentulah ia tidak bisa membatalkan serangan kapaknya, yang pada akhirnya diserap kekuatannya dan dikembalikan lagi padanya.


Bukannya Worther tidak mau menghindar setelah tahu serangannya gagal, namun lebih kepada kapak dan dirinya seakan terbujur kaku dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi, tentulah sebabnya sudah jelas di sini.


Momen seperti ini harusnya dinikmati lebih lama lagi bukan? Melihat mereka menderita perlahan lebih menyenangkan ketimbang langsung mengakhirinya.


‘Tunggu... di mana-‘ Olivia heran karena ia sepertinya melewatkan sesuatu.


TRANG!


TRANG!


“!” Olivia merasakan serangan dari belakangnya, ia menoleh cepat dan ada pria pirang tadi yang menyerangnya dengan membabi buta.


‘Dia! Pantas saja dia menhghilang tadi!’ Olivia berusaha berkelit dan mempertahakan teknik perlindungan gelapnya.


CRASH!


‘Teknik bayangan!’ Seketika itu juga sihir perlindungan hitamnya hancur karena serangan pedang kuning yang dilancarkan pria itu.


“Sihir Gelap: Pedang Hitam.”


Syut.


TRANG!

__ADS_1


Dalam waktu yang singkat Olivia membuat pedang kegelapan dengan kekuatan yang hebat.


SHHHHH!


Olivia tidak sempat menggunakan kekuatan gelapnya untuk serangan jarak jauh, yang pada akhirnya memaksanya menggunakan kekuatan jarak dekat seperti ini.


Jadi ia buat pedang saja, menyamai apa yang digunakan lawannya, cara sederhana saja.


Kedua pedang mereka beradu satu sama lain, menimbulkan hempasan kencang ke sekitarnya.


‘Kekuatannya bisa dengan mudah menghancurkan kekuatan pertahananku.’ Olivia tidak menyangka begitu besarnya kekuatan manusia zaman sekarang.


‘....’ Olivia tidak sadar, pria pirang itu menyelinap dan menyerangnya dari belakang dengan menyamarkan hawa kehadirannya, persis seperti apa yang dilakukannya awal tadi.


Kretttt....


Terlihat jelas Arthur mengeluarkan kekuatannya di sini, aura kuningnya menyala-nyala, sedang raut wajahnya memancarkan kesungguhan tekad.


Pedang cahaya kuningnya bergetar memberikan tekanan serius pada pedang hitam Olivia, namun tidak cukup kuat untuk menggeser posisinya sekarang.


Olivia sedikit menaikkan level kekuatannya, karena tidak lucu bilamana ia lengah dan malah memberi keuntungan pada musuhnya.


‘Mereka bisa juga jadi ancaman bagi rencana kami.’ Olivia perlahan tidak menganggap pertarungan ini hanyalah untuk senang-senang saja.


Olivia tidak mendengar banyak peringatan soal para manusia kuat di dunia ini, maka dari itu ia pikir tidak ada salahnya bersenang-senang sekaligus mengakhiri para cecunguk yang mengganggu itu.


Namun ternyata ada saja manusia yang berhasil membuatnya jadi memikirkan kembali rencananya, sebut saja pemuda yang sekarang diilawannya.


Kekuatan pria yang disebut Arthur itu punya potensi besar yang bisa membuat kejutan tersendiri, yang pada akhirnya memaksanya untuk menaikkan level keseriusannya.


‘Aku penasaran sampai mana batasannya.’ Olivia pikir ini akan menarik untuk dilihat, seberapa jauh kekuatan manusia selain targetnya yang telah pergi itu.


“Hm....” Olivia memerhatikan bagaimana pria pirang itu menatapnya tajam, fokusnya hanya tertuju padanya dan tidak pada hal lain.


Tidak buruk juga untuk seorang manusia yang menatapnya tajam, mengingat pria itu punya paras yang tidak bisa, berkharisma dan bisa dibilang enak dipandang juga.


SYUT!


Panah beraura sihir diarahkan tepat pada kepalanya, namun Olivia sudah tahu akan hal ini dan hanya dengan tatapan mata saja panah itu hancur.


Set.


Olivia mengalihkan perhatiannya dengan cepat, yang di mana ia bisa melihat dirinya sedang menjadi target perempuan dengan busur.


TRANG!


Entah bagaimana caranya Arthur berhasil memanfaatkan perhatian iblis yang lengah itu, dan berkelit cepat ke bawah, mengarahkan pedang cahayanya ke titik vital iblis perempuan itu.

__ADS_1


JLEB!


__ADS_2