
Rhart begitulah panggilannya, ia merupakan komandan prajurit kerajaan timur, selama ia bertugas sebagai komandan ia melakukan semua tugasnya dengan baik, masa mudanya penuh dengan gemilang berkat kemampuan dan keahlian bertempurnya bahkan ia sangat dipercaya oleh Raja Tarnatos.
Dalam masa seniornya ia makin menjadi-jadi dalam melaksanakan kewajibannya dengan berusaha sebaik dan sekuat mungkin mengabdikan dirinya untuk kepentingan kerajaan timur.
Tak ayal ia sering didatangi oleh prajurit muda yang meminta agar mereka bisa sehebat dirinya, namun tidak ada kesuksesan yang instan harus ada perjuangan yang dilewati. Rhart berusaha untuk memberikan apa yang ia tahu dan membuka dirinya agar setiap orang bisa mencontoh hal yang baik dari dalam dirinya.
---------------
Masa lalunya bukan tanpa tantangan, ia pernah mencoba bunuh diri pada usia muda karena kegagalannya menjalankan sebuah misi, beruntung ia mempunyai sahabat yang menghentikannya melakukan aksi tersebut.
Awalnya ia ingin melompat dari tembok kerajaan yang tingginya lebih dari seribu meter, dimana ia tengah memikirkan keputusasaan yang tengah melanda hidupnya, ia sengaja mengambil waktu jaga sendiri saat tak ada yang melihatnya ia berencana melakukan aksi tersebut.
Namun sahabat dekatnya yang bernama Rudolph datang dan mencegah aksi Rhart itu, dengan waktu yang tepat ia mampu menggapai tangan Rhart yang badannya telah terjatuh sebagian. Keadaan menjadi dramatis karena Rhart tidak menyangka bahwa ia akan diselamatkan.
Akhirnya Rhartpun ditarik oleh sahabatnya itu dan seketika itu juga pria muda itu marah pada Rhart.
"Rhart! apa yang kau lakukan?!"
"Ru...dolph?"
Rhart yang hanya bingung dan tidak tahu harus berkata apa
"..."
"Eee...a..aaku..."
Rudolph melihat sahabatnya itu berada dalam kebingungan yang luar biasa, pandangan matanya kosong ia seperti orang yang telah kehilangan pikiran
"..."
"Ayo kita pergi" Ucap Rudolph sambil memegang tangan Rhart
Rhart tidak bisa menolak karena masih saja belum sadar dengan keadaanya. Rudolph membawanya kerumahnya.
Rhart tinggal sendiri, ibunya meninggal setelah ia melahirkannya dan ayahnya meninggalkannya diusia sepuluh tahun. Kini Rhart tinggal bersama pamannya.
"Permisi..."
Paman Rhart membuka pintu, dilihatnya dua pemuda mereka adalah Rhart yang digendong oleh Rudolph
"Paman... sepertinya Rhart butuh istirahat.." Ucap Rudolph
__ADS_1
"Kenapa apa dia sakit?"
"Sepertinya begitu"
Akhirnya Pamannya dibantu dengan Rudolph mengantar Rhart beristirahat dikamarnya.
"Paman, saya sepertinya akan menjaga Rhart"
"Lagipula saya sudah izin untuk pulang dahulu"
"Oh, makasih banyak Rudolph kamu memang sahabatnya Rhart" ucap pamannya berterima kasih
Lalu pintu kamar ditutup dan Rudolph menjaga Rhart yang tengah beristirahat di kasur. Rudolph mengetahui alasan mengapa sahabatnya ia ingin mengakhiri hidupnya.
Ini disebabkan ia gagal menyelamatkan kekasihnya yang juga sama-sama berprofesi sebagai ksatria, dalam misinya itu ia dikepung oleh bandit jahat yang telah menyerang sebuah desa, alih-alih menang yang terjadi malah sebaliknya banyak yang harus tewas dalam pertempuran melawan bandit itu.
Demi menyelamatkan yang lain kekasih Rhart yang bernama Patricia memutuskan untuk melindungi Rhart dari serangan para bandit, Rhart yang kehilangan kekuatannya akibat terkena jebakan para bandit tak mampu berbuat apa-apa selain bergantung pada kekasihnya itu.
Karena gempuran serangan bandit yang makin menjadi-jadi akhirnya pasukan ksatria memutuskan untuk mundur, karena Patricia adalah satu-satunya ksatria yang tersisa yang dapat menggunakan sihir pertahanan, ia memutuskan untuk menahan serangan sihir para bandit itu.
Rhart yang bahkan tidak mampu berdiri atau berbicara akibat jebakan penghilang kekuatan para bandit digendong paksa oleh Rudolph yang juga ada pada misi itu.
Rhart yang hanya bisa mengacungkan tangannya pada Patricia ditengah gempuran dahsyat itu tak mampu berbuat yang lebih banyak lagi. Badannya hendak meronta-ronta namun ia tidak memiliki kekuatan untuk itu.
Ledakan yang dahsyat yang juga menghempaskan beberapa prajurit sehingga membuat mereka jatuh sehingga Rhart lepas terjatuh dari gendongan Rudolph. Rhart menatap dentuman api luar biasa yang disebabkan oleh para bandit dan yang ia sadari bahwa Patricia masih disana.
Air matanya mulai menetes, namun tidak banyak waktu untuk menangisinya karena tujuan Patricia mengorbankan dirinya adalah supaya para ksatria bisa melarikan diri dengan selamat. Rudolph segera menggendong kembali Rhart dan kembali berlari ketempat yang aman.
Sejak saat itu, Rhart mengalami kejatuhan mental yang luar biasa ia lebih sering melamun, pandangan matanya kosong yang menyadari semua itu hanya Rudolph. Sehingga diam-diam ia selalu mengawasi Rhart agar ia bisa tahu dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkannya.
Belum lama Rhart menjalin kasih dengan Patricia, namun takdirlah yang memisahkan mereka berdua seakan kenangan yang baru akan terbentuk hancur seketika. Rhart yang sudah tidak peduli lagi dengan hidupnya berencana mengakhiri hidup namun hal itu berhasil dicegah oleh Rudolph yang selama ini mengawasinya.
-----------
"Uhuk...."
Rhart mulai membuka matanya
"Rhart?"
Ia melihat Rudolph yang tengah mengawasi di samping tempat tidurnya
__ADS_1
"Bagaimana kondisimu?"
"A...aku...."
Rhart tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan pada sahabatnya itu
"Sudahlah... jangan memikirkan hal yang telah terjadi.."
"Yang sudah terjadi tidak mungkin kita ubah"
Rhart mulai memperhatikan perkataan Rudolph
"Tapi... masa depan bisa kita ubah"
"...Dari sekarang"
Mendengar hal itu hati Rhart seperti mulai terbuka padanya
"A..aku... maafkan aku Rudolph..."
"Karena... tindakan egoisku...."
Rudolph hanya tersenyum
"Ya, lebih baik kau pulihkan kondisi fisik dan mentalmu agar kau bisa menjalani aktifitas seperti biasa"
"Dan aku yakin Patricia pun tidak akan senang kalo kamu begini kan?"
Rhart hanya tertawa
"Haha...benar juga... aku masih ada disini semuanya berkat dia"
"Ya...Kita masih ada disini karena jasanya" Kata Rudolph setuju
Akhirnya mereka mengobrol sebentar dan Rudolphpun berpamitan dengannya. Sepanjang dikamarnya ia merenung dengan apa yang telah dikatakan sahabatnya itu, Patricia, kekasihnya tidak berkorban agar supaya ia juga menyusulnya melainkan agar ia tetap melanjutkan hidupnya, selama ini Rhart pikir setelah kehilangan Patricia ia kehilangan juga dunia ini sehingga membuatnya depresi berat.
Namun karena dukungan dan bimbingan sahabatnya itu, ia bisa bangkit dari keterpurukannya dan kembali menjalani tugas kerajaan seperti biasanya
Ia mulai dengan membiasakan diri untuk bersyukur dan bersemangat atas apa yang terjadi dalam hidupnya, perubahan semakin dirasakannya dari hari kehari dan pada akhirnya ia bisa lepas dari kesedihannya itu.
Setelah bertahun-tahun sejak lamanya sejak kejadian itu, pihak kerajaan memintanya untuk memimpin sebuah operasi kerajaan, dalam misinya itu ia diharuskan untuk membasmi setiap binatang buas di hutan sihir. Rhart benar-benar mempersiapkan diri untuk ini dan ia juga mengajak sahabat terbaiknya yaitu Rudolph dan juga para ksatria handal yang lain, membawa banyak pasukan terdiri dari tiga regu dengan total seribu prajurit.
__ADS_1
Hutan yang orang lain sebut dengan 'Dawn Forest' hutan yang penuh misteri yang belum terpecahkan, akankah keberuntungan atau kekalahan yang menimpa mereka?
Langit gelap, guntur serta hujan yang mengiringi keberangkatan mereka menuju hutan tersebut.