Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 443: Mencoba


__ADS_3

BUM!


SHHHH!


‘Ledakan?!’ Danny melihat sekilas dari mana ledakan itu berasal, dan ternyata dari arah di mana ia berpencar dengan kedua rekannya.


Danny tahu memang sedari tadi terdengar suara pertarungan dari arah yang sama, namun entah mengapa kali ini terdengar lebih keras dan terasa berbeda.


SYUT!


“Hup!”


Danny masih harus melompat dan menghindari akar pohon yang masih berusaha menjeratnya.


GREP!


“AH!”


“Patricia!” Danny segera mendekat pada rekannya yang tertangkap akar pohon itu, dan dengan cepat menggunakan sihir angin untuk memotong akar yang menjerat kaki rekannya itu.


Grab.


Danny berhasil melakukan usahanya dan meningkatkan fokus dan energi fisiknya, ia kini berkelit dari makin banyaknya akar-akar yang mengincarnya.


Danny menggendong Patricia dengan kedua tangannya, berusaha sebisa mungkin jangan terkena akar pohon yang memancarkan energi aneh.


‘Ini bukan akar pohon biasa!’ Danny pada akhirnya merasa memang ada yang aneh.


“Danny....” Patricia melihat rekannya dengan tatapan yang lemah, padahal sebelumnya ia begitu bersemangat namun di waktu yang singkat mengapa malah kini dia terlihat tidak berdaya?


“Tidak ada gunanya lari!” Shea terus menerus menggunakan akar pohon yang ada di sekitaran penjuru kota demi menangkap kedua lawannya sekarang ini.


Hup!


HUP!


Danny bisa merasakan aura kekuatan Patricia jadi tidak stabil, dan alasan bisa begitu sudah terlihat jelas di sini.


Apalagi kalau bukan karena akar pohon yang telah menjeratnya sebelumnya? Hal ini sejalan dengan apa yang dirasakannya ini.


Instingnya sudah tahu ada yang mengganjal, maka dari itu tidak mungkin ia berhenti di sini dan membiarkan akar pohon yang ber-sliweran ini menangkapnya.


‘Akarnya semakin banyak!’


HUSH!


HUSH!


Danny melihat ini tidak ada habisnya, malahan akar pohon yang mengincarnya semakin banyak. Membuatnya sulit untuk bermanuver cepat.


“Haaaah....”


“Haaah....”


Beberapa saat sudah berlalu dan tetap saja Danny masih berada di situasi yang sama, jika terus seperti ini maka apa yang akan terjadi pastilah tidak diinginkannya.


‘Aku tidak melihat celah untuk bebas, apalagi menyerang....’

__ADS_1


‘Bagaimana ini?!’ Danny mulai tidak tenang. Pasalnya kekuatannya tidak bertahan selamanya untuk mengatasi serangan yang bertubi-tubi seperti ini.


‘!’


Danny sadar akan suatu hal, ia akui kekuatan tubuhnya memang sudah hampir mencapai batasnya sekarang. Namun ia tahu untuk mengatasi situasi ini maka....


Kenapa dia tidak menggunakan kekuatan itu?


‘Aku masih bisa mengatasinya dengan kekuatanku sendiri!’


Danny menguatkan kembali tekadnya, di tengah kekuatannya yang terus menipis, ia tetap tidak mau menuruti apa yang dipikirkannya ini.


‘Aku harus menunjukkan apa yang sudah kupelajari selama ini!’ Danny menguatkan pegangan tangannya dan juga kakinya sendiri, memaksa tubuhnya untuk bekerja lebih keras lagi.


‘Aku tidak mau hal itu terjadi lagi....’


‘Sudah cukup dengan yang terjadi pada Forhan....’ Danny sadar mengenai hal ini, sekarang ia melihat Cecilia bak Forhan yang sudah ia akhiri hidupnya itu.


‘Tidak mungkin aku membiarkan itu!’


SRING!


Sorot mata Danny jadi lebih tajam sekarang, tekadnya yang kuat itu berdiri kokoh dan membantu tubuhnya menuruti apa yang dikehendakinya itu.


KRAK!


Danny akhirnya meloncat tinggi ke udara, menjauh dari akar pohon yang masih berusaha untuk menangkapmya.


“Kau tidak bisa lari dariku!” Shea menguatkan energi alamnya, pancaran cahaya hijau kini terlihat dari sekujur tubuhnya. Memandakan begitu seriusnya ia menangkap kedua musuhnya dengan tekniknya kali ini.


Sorot mata biru kehijauan itu melihat musuhnya dengan tatapan yang meremehkan, seolah berkata ‘aku akan menyelesaikannya dengan cepat’.


Kini akar pohon juga diselimuti oleh aura berwarna hijau, pergerakannya lebih cepat dan juga hawa bahaya yang dipancarkan lebih kuat lagi.


‘Tidak ada waktu untuk mengeluh!’


Danny beruntung ia melompat cukup tinggi sampai ke awan-awan, memberikannya waktu sejenak dari akar pohon yang makin cepat itu.


“HUUUUUUSSPPPP....” Danny mengumpulkan udara dalam mulutnya sendiri, sedang matanya mengarah tajam pada akar pohon yang kini sudah tak jauh lagi darinya.


“Sihir Angin: Tornado Angin!” Danny menhembuskan nafasnya dan seketika itu juga terciptalah pusaran angin yang kuat yang bahkan menahan pergerakan akar-akar itu.


“Hm?” Shea melihat dari bawah, ia terkejut dalam diam ketika melihat serangannya terhenti seperti itu.


Padahal ia sendiri yakin pemuda itu seharusnya sudah kelelahan karena sedari tadi menghindari serangannya dan ditambah dengan melindungi gadis yang tengah digendong itu.


Namun mengapa malah dia masih punya kekuatan untuk mengeluarkan sihir seperti itu yang bahkan bisa menahan serangannya?


“Patricia....” Aura berwarna hijau mengalir dari tubuh Patricicia pada Danny, yang berarti ada sesuatu dibalik hal ini.


“A... aku ingin membantu....” Patricia sedikit tersenyum.


‘....’ Danny tahu kekuatan Patricia masih belum pulih sepenuhnya, namun tetap saja ia melakukan hal ini.


Melakukan apa? Singkatnya Patricia memberikan sebagian kekuatan sihirnya pada Danny yang akhirnya membuat sihir anginnya lebih kuat dan bisa menahan serangan musuh.


‘Aku tidak boleh menyia-nyiakannya!’

__ADS_1


“Haaaah!” Danny terus berusaha menahan serangan akar pohon itu dan tornado angin yang tercipta jadi semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.


SRAK!


SRRRRKK!


Pada akhirnya aura hijau pada akar pohon itu terkikis dan membuat akar pohon itu hancur berantakan.


SSSHHHH!


‘Uuhh!’ Danny berusaha menahan kekuatan sihirnya itu, karena serangan musuh masih belum juga selesai.


SRAK!


SRAK!


“Boleh juga.” Serangan Shea akhirnya mereda karena akar pohon kuat yang dilapisi kekuatan alam tidak bisa menembus pertahanan musuhnya.


HUP!


Danny menendang udara di bawahnya dan perlahan turun ke bawah, kini Patricia sudah lebih baik lagi dan bisa berdiri sendiri.


“Kau sudah baikkan Patricia?” Danny memastikan kondisi Patricia dengan cepat.


Patricia mengangguk kecil, wajah pucatnya berkurang drastis. “Hmph!”


Danny bisa melihat raut wajah percaya diri dari rekannya ini, dan ia cukup terkejut melihatnya.


‘Kenapa setelah mentransferkan kekuatannya Patricia malah pulih dengan cepat?’ Danny tidak tahu alasan mengapa ini bisa terjadi.


Harusnya keadaan Patricia tidak lebih baik dari sebelumnya mengingat dia mengeluarkan energinya juga.


‘Apa semuanya karena latihan sebelumnya?’ Danny pikir seperti itu karena itu adalah alasan yang paling masuk akal.


“Jangan membuatku bosan!” Shea mengangkat tangan kanannya ke depan dan seketika itu juga tanah di sekitar jadi bergetar hebat.


Danny bersiap kembali, ia memfokuskan tenaganya dan mengarahkan kedua tangannya ke tanah.


“Ugh....” Namun di saat yang bersamaan ia tidak jadi melakukan apa yang akan dilakukannya itu.


‘Energi alamnya kuat! Aku tidak bisa menahan getaran tanahnya!’ Danny melihat tanah sekitar tempat pijakannya mulai retak dan bersiap membuatnya jatuh ke bawah, sedang ia tidak bisa melakukan apapun.


“Sihir Angin: Pijakan Angin.”


DRRRRTTT....


Seketika itu juga tanah di sekitar amblas dan di balik kepulan asap itu terlihat Danny dan Patricia tidak jatuh ke bawah.


Danny melihat ke bawah, ia bisa berpijak pada sihir angin yang ternyata dikeluarkan oleh rekannya.


Shush!


Namun sihir pijakan angin Patricia tidak bertahan lama dan mereka tetap saja jatuh ke bawah.


‘Energi alamnya menetralkan semua jenis sihir, seolah semua energi sihir tidak bisa melawannya!’ Danny melihat lubang hitam di bawah, ia tahu apa yang ada di bawahnya itu bukanlah hal yang bagus.


‘....’ Danny tahu ia harus membuat pilihan sekarang, mau dengan menggunakan sihir untuk tidak jatuh pun percuma saja, mereka akan tetap jatuh ke bawah, saking begitu kuatnya energi alam Cecilia.

__ADS_1


‘....’ Danny menutup matanya, ia tahu tidak ada pilihan lain selain apa yang ia pikirkan sekarang.


__ADS_2