Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 273: Hal Yang Ingin Kudengar


__ADS_3

Malahan Danny mengakui bahwa kehadirannya adalah hal yang membuat Danny maju saat ini, ketika mengetahui ini Patricia merasa apa yang ia pikirkan tentang ketidakbergunaan dirinya itu salah dan ia tidak perlu mempercayai pikiran negatifnya itu.


Bukannya Danny yang tertutup, namun ini lebih terlihat seperti Patricia yang tidak berani untuk melihat hal selain apa yang dipikirkannya saat ini.


Ia merasa pemikirannya itulah yang benar, namun setelah mendengar pernyataan Danny hilang sirnalah pemikiran yang selama ini membebaninya sebagai petualang itu.


Ia akhirnya menemukan seseorang yang menerimanya apa adanya bahkan mau melindunginya senantiasa, dari bahaya fisik atau juga mental; ia merasa pertemuannya dengan Danny juga mengubah kehidupannya dan pemikirannya sebelumnya.


Patricia perlahan tersenyum lembut, segala kesedihan, dan rasa tidak berguna hilang seketika itu juga saat ini.


"Kau telah menyelamatkanku Patricia."


Danny tahu Patricia memang memiliki kemiripan fisik dengan Cecilia, dengan sifat yang berbeda namun keduanya memiliki peran penting dalam kehidupannya: menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


Cecilia menyelamatkannya dengan cara menyelamatkan tubuhnya, sedangkan Patricia menyelamatkannya dengan memulihkan mentalnya kembali.


Dengan ini Danny tahu Patricia lah yang telah membuatnya bersemangat kembali dalam menjalani tugasnya, tujuannya saat ini; dengan adanya dia maka Danny tidak perlu lagi untuk merasa bersedih karena masa lalunya itu, ia bisa beranjak dari kelamnya kesedihan itu dan maju bersama Patricia yang akan selalu mendukungnya itu.


Melihat Patricia yang murung ini membuat Danny merasa khawatir akan apa yang tengah dipikirkannya itu, maka dari itu jikalau sesuatu terjadi bahkan itu tidak terlihat sekalipun, dalam hal ini perubaha sikap Patricia; Danny berusaha untuk menyakinkannya untuk tetap menjadi diri sendiri dan tidak termakan oleh kesedihannya itu.


Danny tahu hanya perkataan dan sikap inilah yang bisa ia lakukan pada Patricia untuk saat ini, dan berharap bahwa temannya itu bisa kembali ceria seperti sedia kala.


Patricia yang agak terdiam itu melihat Danny dan tersenyum lembut. "Aku akan selalu bersamamu!"


Patricia tahu ia tidak terlalu banyak tahu tentang Danny, namun perasaan ingin selalu bersama dengannya itu sama sekali tidak hilang, dengan bersamanya sedikit lebih lama Patricia mungkin bisa lebih mengenal lebih jauh lagi dengannya.


Dulu waktu pertemuan pertama mereka, Danny lah yang pertama kali berkata 'aku pasti akan bersamamu!' kini di masa kini Patricia mengatakan hal yang sama dengan perasaan yang sama ketika Danny dulu mengatakannya.

__ADS_1


Vincent dan Brock hanya bisa mendengarkan pembicaraan kedua insan ini saat ini, keberadaan mereka seperti tidak ada di tempat ini karena sepertinya Danny dan Patricia telah membuat dunia khusus untuk mereka berdua saja.


"Ja ... jadi ..." Vincent agak sedikit canggung untuk membicarakan sesuatu ketika mereka tengah mengumpul saat ini, karena memang ia sudah terbawa suasana antara pergejolakan emosi antara Danny dan Patricia.


"Kapan kalian akan menikah?" Vincent tidak tahu apa yang harus dikatakannya saat ini, jadinya mengatakan hal ini nampaknya berbanding lurus dengan topik yang sedari tadi didengarnya itu.


"Eh? Eeeeeeh?" Patricia terkejut karena mendengar perkataan Vincent itu, ia nampak salah tingkah dan menutupi wajahnya yang terlihat merah itu.


"GADA AKHLAK LU VINCENT!"


TAK!


Brock seketika itu juga memukul dengan tidak lembut pada bagian kepala Vincent yang sebenarnya ia kasihan untuk melakukannya, namun apa boleh buat perkataan saja tidak cukup untuk menyadarkan si Vincent saat ini.

__ADS_1


"DUH! BROCK APA YANG KAU LAKUKAN!? APA KAU TIDAK BOSAN MEMUKULKU SECARA TIBA-TIBA SEPERTI ITU?!"


"MENGAPA KAU MEMASUKI TOPIK PEMBICARAAN INI DENGAN PERTANYAAN KONYOL SEPERTI ITU?!"


__ADS_2