
Danny kembali dihantui di alam bawah sadarnya ia merasakan kehampaan yang luar biasa, kosong tak ada yang dapat ia lakukan, sudah kesekian kalinya ia merasakan hal ini namun tentu saja ia tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengubahnya.
Dalam kegelapan alam bawah sadarnya itu muncul seberkas cahaya terang yang berbicara padanya.
"Danny... waktumu belum selesai..." suara itu terdengar seperti suara pria muda yang bergema
"?"
Danny keheranan mengapa lagi-lagi mengalami hal ini
"Siapa kau?!"
"Apa yang kau inginkan dariku?!"
Suara itupun menjawab kembali
"Kau memiliki tugas yang belum terselesaikan"
"Tugas?"
"Tugas apa?!"
"Kau lihat, setiap kali kau kesini kekuatanmu akan bertambah"
Danny heran dan tidak mengerti apa yang suara-suara ini coba katakan
"Aku tidak mengerti"
"Kau harus lebih memperkuat dirimu agar kau bisa mengalahkan dunia ini"
"Mengalahkan dunia?"
"Apa maksudmu?"
TRIIIING!!!
---------------
"Hah?!"
Danny terbangun dan mendapati ia tengah di bawah pohon besar, disampingnya ada juga Forhan, Danny kaget karena melihat penampilan Forhan yang sangar, namun ia tidak terlalu mempermasalahkan itu.
Danny berusaha keluar dari atas pohon besar itu dengan merayap, ketika ia telah sampai diujung pohon itu ia melihat seluruh area lembah dapat terlihat dengan jelas dan itu terlihat sangat-sangat rusak.
Danny benar-benar tidak percaya apa yang dilihatnya, ia bahkan tidak mengetahui apa yang menyebabkan semuanya kacau.
Ia kemudian berlari kearah tempat yang rusak itu, tempatnya cukup jauh ia merasakan firasat yang buruk namun itu tidak menghalanginya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi disana.
------------------------
Victoria kembali keluar dari lubang besar yang dikarenakan serangan Cecilia itu, zirah armornya cukup berantakan namun tidak begitu rusak, Cecilia masih berada di udara yang cukup tinggi.
Perlahan ia mulai naik untuk mencapai tempat Cecilia, kekuatannya benar-benar mencapai batasnya. Cecilia menanggalkan pelindung sihir alamnya, kini ia benar-benar tanpa pelindung.
Cecilia tidak dapat berkata apa-apa melihat Victoria yang begitu susah payah untuk mencapainya. Ketika ia sudah sampai di tempat Cecilia berada ia memukul dengan lembut badan Cecilia lalu Cecilia membalasnya dengan memeluknya.
"Kau sudah bertambah kuat..."
"..."
"Kau bisa pergi sekarang"
__ADS_1
Victoria yang telah lepas sepenuhnya dari zirahnya itu tersenyum kecil seraya berpikir 'semua yang kulakukan pada akhirnya akan berakhir, tidak ada yang bisa kusombongkan lebih banyak lagi'.
Perlahan-lahan keberadaan Victoria mulai terhapus, ia menjadi abu dan pergi meninggalkan dunia ini.
-------------
Victoria adalah seoramg iblis perempuan yang sejak kecilnya selalu dijahili teman-temannya.
Victoria kecil sangat tidak menguasai ilmu tempur apapun, baik sihir ataupun kekuatan fisik, ia selalu mendapat paksaan dari kedua orang tuanya bahwa ia harus menjadi prajurit iblis terkuat.
Victoria kecil yang sama sekali tak mampu mewujudkan permintaan kedua orang tuanya selalu mendapat perlakuan tidak adil, ia mendapat pendidikan yang keras dari keluarganya.
Victoria kecil bukannya termotivasi, ia semakin terpuruk karena tidak mampu menjalankan amanat keluarganya itu.
Ia akhirnya mengubah sikap, mulai berlatih dan terus giat berlatih meskipun berkali-kali ia harus gagal ia tetap bangkit.
Motivasinya bukan karena paksaan keluarganya melainkan karena ia ingin memperbaiki diri agar bisa lebih baik.
Ia berlatih hingga ratusan tahun lamanya, tidak disadari ia telah mencapai pencapaian yang luar biasa itu membuat Victoria terlena dan perlahan-lahan mulai sombong, ia terus menerus berlatih mengembangkan kemampuan fisik dan sihirnya untuk menjadi yang terbaik diantara yang terbaik.
Ia akhirnya mendapat kesempatan untuk bergabung bersama prajurit kerajaan iblis, ia menyelesaikan berbagai tugas dan misi dengan baik.
Karena kemampuannya itu Victoria kemudian bergabung dengan iblis pasukan tempur yang dipimpin oleh Ghor, selama beberapa waktu Ghor ini menjadi mentor untuk Victoria.
Ghor selalu melatih Victoria, memberikan nasihat, menghukumnya bila melakukan kesalahan, hubungannya dengan Ghor tergolong dekat.
Meskipun pada waktu itu satu pasukan tempur iblis banyak sekali anggotanya Ghor lebih tertarik dengan Victoria karena Victoria memang lebih menonjol dibandingkan iblis yang lain.
Setelah kematian Ghor, ia dianggap menjadi iblis terkuat karena mampu bertahan dalam pertempurannya melawan elf.
Meskipun itu bukan sepenuhnya jasanya, Victoria tetap menerima pujian dan sanjungan dari Archifer yang kemudian mengangkatnya menjadi komandan besar iblis.
Ia terus mengembangkan kekuatannya dan mulai kehilangan rasa takut, khawatir serta cemasnya, karena didalam dirinya tersimpan kebanggaan yang begitu besar.
-------------------
"Maafkan aku alam..."
"Tidak seharusnya kau menjadi rusak begini.." katanya sambil mengusap pohon yang telah layu
DRAP...
DRAP...
Akhirnya setelah berlari kencang, Danny sampai di area yang benar-benar luluh lantah, ia rasa tidak ada yang mampu memperbaikinya kecuali alam itu sendiri.
Cecilia kemudian memfokuskan pikiran dan kembali melipat tangannya
"Sihir Alam: Pengembalian Kekuatan Alam!"
Aura hijau yang melingkupi Cecilia perlahan mulai keluar kembali kepada tempat yang seharusnya, tanaman, pohon, bunga, rumput yang tidak terjamah diseluruh lembah itu kembali seperti semula.
Namun perawakan Cecilia tetap sama, ia masih terlihat dingin.
Danny yang melihat Cecilia ditengah kekacauan itu menghampirinya.
"Cecilia!"
"?"
Cecilia melihat pemuda asing yang sedang menghampirinya.
__ADS_1
"Syukurlah kau baik-"
"?!"
Cecilia mengarahkan tangannya kedepan, muncullah lingkaran sihir alam pada telapak tangannya itu.
"Siapa kau?"
"I-ini aku Danny!"
"Danny?"
"Aku tidak kenal denganmu"
"?!"
"Kau yang telah menyelamatkan aku!"
"Sewaktu di desa kerajaan timur!" Danny berusaha meyakinkannya
"..."
Danny kembali memperhatikan penampilan Cecilia saat ini, raut mukanya benar-benar berbeda daripada sejak ia belum pingsan tadi, kini penampilannya jauh lebih tegas dan dingin.
"Maaf, kini yang bernama 'Cecilia', itu sudah tidak ada"
"Namaku adalah Shea.."
"!"
Danny tidak percaya dengan apa yang didengarnya
"Shea?!"
"Tidak! namamu adalah Cecilia aku tahu betul itu!"
Cecilia yang menyebut dirinya 'Shea' itu sepertinya hendak menyerang Danny dengan sihir alam pada tangannya itu.
"Kau kau berbicara seenaknya lagi, keberadaanmu bisa kuhapuskan" ucap Cecilia dengan nada mengancam dan tegas.
"..."
Danny benar-benar tidak menyangka Cecilia akan berubah sedrastis ini dan tanpa sebab yang jelas juga. Ia tak mampu mengatakan hal apapun lagi padanya.
Cecilia menggunakan sihir terbang dan hendak meninggalkan Danny.
"Tunggu!" seru Danny
"Kemana kau akan pergi?"
Cecilia melihat sekilas kebawah selagi meninggalkannya
"Itu bukan urusanmu..."
"Manusia...."
Danny melihat Cecilia terbang menjauh dari area lembah itu.
Danny tidak mampu berpikir lebih lama dan lebih rumit lagi, ia tidak mau mengandalkan pikirannya sendiri dalam mengambil keputusan.
Danny melihat lembah sekitar yang telah rusak parah, tidak ia temukan aura kehidupan yang lain selain Forhan, disitulah ia menyimpulkan bahwa misi yang diembannya telah gagal.
__ADS_1
Ketiga dewan tersebut tidak bisa ia selamatkan, dan sekarang Danny meratap ditengah lembah yang hancur itu.