Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 25: Tak Terkendali


__ADS_3

Cecilia yang telah berhasil mengumpulkan kekuatan alam, selain fisiknya berubah kepribadiannya ikut berubah karena dipaksa untuk menunjukkan sisi yang sebenarnya oleh Victoria.


Cecilia yang kini telah berbeda menjadi tidak takut dengan Victoria, Cecilia yang ceria dan malu-malu sudah tidak ada lagi sekarang, kini yang ada hanyalah sifat asli Cecilia.


"Apa yang bisa kau sombongkan elf rendahan?!"


"Aku merasa kasihan padamu, dasar iblis kejam, kehadiranmu membuatku muak" ucap Cecilia semakin lama kata-katanya semakin pedas didengar


"Kalian para iblis telah merenggut segalanya, dan aku kira tujuanmu saat ini belum selesai"


"..." Victoria hanya terdiam mendengar perkataan Cecilia


"Aku sudah lama tertidur, kini aku telah kembali bangun" ucap Cecilia


Nada bicaranya yang dingin membuat atmosfir sekitar menjadi dingin juga seakan-akan alam memang telah bersatu dengannya.


"Yaaa, kalian ras rendahan yang tidak sebanding dengan kami"


"Karena itu kalian pantas untuk mati, kalian tidak memiliki tempat di dunia ini"


Victoria kemudian mengeluarkan kembali sepasang pedang sihir merah kelam itu perlahan pedang itu mulai berubah bentuk bentuk menjadi satu pedang besar beraura hitam, perlahan tanah keras disekitarnya mulai retak karena begitu dahsyatnya energi Victoria.


Cecilia kemudian melangkah maju, tiap langkahnya bak gemuruh alam yang marah karena telah diganggu.


Victoria menyerang Cecilia menggunakan pedang besar hitam itu, namun Cecilia dengan mudah menangkisnya dengan tangan kosong, tangan serta jemarinya seakan memiliki kekuatan yang tak terbatas, tanah yang berada dalam pijakan Cecilia amblas kebawah.


"Kekuatanmu terlalu kecil untuk sebuah iblis"


"?!"


Cecilia menghempaskan Victoria hanya dengan menatapnya saja, Victoria terkejut karena harusnya ia tidak dapat dihempaskan karena sihir pertahananya begitu kuat.


"Kau pasti berpikir kenapa aku bisa menghempaskanmu kan?"


"!"


"Kau kira kekuatanku hanya dalam tubuhku ini? kekuatanku adalah seluruh wilayah alam ini"

__ADS_1


"Kalau kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan pedang besar bodohmu itu"


"Kau bahkan tidak pantas menyebut dirimu sebagai komandan besar raja iblis"


Victoria terkejut karena mendengar hal itu


"Darimana kau tahu aku komandan besar raja iblis?!"


Cecilia memulai penjelasannya


"Aku adalah reinkarnasi seorang elf yang pernah bertarung denganmu seribu tahun yang lalu"


"?!"


"Sewaktu kau masih menjalankan misi untuk membasmi ras kami"


"Kau?!"


----------------


Pertarungan keduanya terjadi di hutan Dawn Forest dimana saat hutan tersebut masih selayaknya hutan biasa.


Shea adalah elf wanita kelas petarung yang juga merupakan nenek moyang dari elf itu sendiri, ia telah berusia ribuan tahun dan hidupnya tenang di Hutan Suci tempat tinggal para elf.


Setelah beberapa waktu karena manusia yang tidak mampu hidup berdampingan dengan ras lain meminta pertolongan kepada iblis, para iblis mulai mengincar ras elf dengan tujuan untuk memusnahkannya.


Victoria saat itu masih muda dan kekuatannya berada sedikit lebih kecil dibanding dia yang sekarang, ia ditugaskan untuk menyerang ke tempat elf berasal, dikarenakan para elf menyadari akan serangan yang akan dilakukan para iblis. Mereka akhirnya berjaga di hutan Dawn Forest, sebuah hutan yang luas yang harus dilewati sebelum mencapai Hutan Suci.


Para elf memutuskan untuk mencegah tempat tinggalnya agar tidak menjadi medan perang antara mereka dan iblis. Para elf petarung bersiaga di Hutan Dawn Forest menanti kehadiran para iblis yang hendak menyerang mereka.


Para elf merupakan ras yang cerdas, mereka mampu memperhitungkan segala rencana dengan matang. Sebelum para elf pergi meninggalkan tempat tinggalnya mereka menggunakan suatu sihir yang dapat menyembunyikan keberadaan para elf beserta Hutan Suci sehingga iblis dan manusia atau mahkluk apapun tidak dapat menemukan tempat asal elf tersebut, yang dapat memasukinya adalah ras elf yang tahu bagaimana cara membatalkan sihir itu.


Para pasukan tempur iblis tidak menyangka ia telah di tunggu dengan manis oleh para elf.


Pasukan itu dipimpin oleh Ghor, iblis tempur generasi lama sebelum Victoria, Victoria berada didalam anggota pasukan tempurnya.


Sedangkan disisi elf mereka menjunjung tinggi kesetaraan sehingga tidak satupun di antara mereka yang mengganggap dirinya lebih kuat sehingga mereka tidak memiliki komandan tempur dan Shea ada disana sebagai elf paling kuat di antara elf yang lain.

__ADS_1


Para elf yang tengah berjuang untuk keberlangsungan hidupnya itu berusaha untuk bertahan dari serangan iblis.


Para elf yang berusaha untuk berbicara dengan iblis namun diabaikan sehingga pertempuran antara mereka tidak terelakkan.


Para elf menggunakan sihir alam murni menyerang sehingga terciptalah gelombang sihir yang amat besar yang diharapkan memukul mundur pasukan iblis itu. Namun serangan para elf itu tidak mampu memukul mundur mereka.


Para iblis menggunakan sihir kegelapan untuk melawannya, diantara mereka memiliki senjata fisik yang terbuat dari besi, pedang, kapak, tombak serta segala jenis senjata yang ditempa dan diperkuat dengan sihir hitam mereka, pertempuran fisik pun terjadi, para elf menggunakan dua pedang kecil yang pas digenggaman diperkuat juga dengan sihir alam.


Satu persatu dari kedua ras itu mulai tumbang, diantaranya ada yang terkena sayatan pedang, organ vital serta titik berbahaya yang lain.


Tak butuh waktu lama, yang berdiri dimedan pertempuran hanyalah yang terkuat dari masing-masing ras, Ghor yang merupakan komandan pasukan iblis terluka sangat parah akibat pertempurannya melawan Shea yang juga terluka parah.


Kini tumpukan mayatlah yang terserak diantara mereka yang masih saja bertarung


Victoria yang menjadi saksi bisu atas pertempuran mereka, Ghor masih saja memegang pedang besarnya itu namun kekuatan sihir gelapnya sudah tak bisa ia gunakan, sebaliknya di kedua belah pedangnya itu Shea masih mampu mengalirkan energi sihir alamnya itu.


Begitu kedua senjata itu bertubrukan, Pedang besar kebanggan yang dipegang Ghor itu tak mampu menahan kedua belah pedang tajam Shea yang dialiri sihir, kedua pedang itu menembus dengan tepat jantung daripada Ghor yang kemudian ia harus kalah darinya.


Victoria yang melihat komandannya tumbang merasa ciut karena hanya dialah yang berdiri melawan Shea yang juga belum tumbang diantara elf yang lainnya.


Kini situasi benar-benar gawat, Victoria ingat akan kekuatan gelapnya, ia mampu mengalirkan aura negatif kesekelilingnya, ia pun melakukan hal itu.


Shea yang hampir kehilangan kekuatannya sedikit demi sedikit menghampiri Victoria yang raut mukanya sudah ketakutan seperti akan menghadapi kematian.


Setiap langkah yang dibuat Shea merupakan setiap detik waktu Victoria berkurang dalam dunia ini, ia merasa akan gagal dalam menjalankan misinya ini, aura negatif yang ia pancarkanpun tak berpengaruh apapun pada Shea.


Victoria terbujur kaku, ia sudah tak mampu melakukan apapun, kedua bilah pedang tajam telah mengincar lehernya namun saat pedang itu hendak menembus kulitnya, Shea terjatuh.


Victoria sadar bahwa Shea telah mati karena kehabisan tenaga, iapun dianggap sebagai iblis terkuat karena menjadi satu-satunya yang masih hidup dalam pertempuran membasmi ras elf itu.


Karena energi negatif Victoria mulai menyebar ke seluruh hutan Dawn Forest, para makhluk mulai tertarik tinggal di hutan ini, mereka adalah binatang kuat yang memiliki kekuatan sihir yang kemudian tinggal diseluruh hutan ini.


--------------


"Kau jauh lebih kuat dibanding yang dulu" ucap Cecilia


"Bisa kita lanjutkan sekarang?"

__ADS_1


__ADS_2