
‘Sial! Kalau begini terus....’ Serangan iblis sudah di depan mata. Danny memutar otaknya di waktu yang sangat singkat ini, pada akhirnya ia memang tidak bisa memaklumi kecepatan iblis yang tidak masuk akal ini.
Sangat sesuai dengan aura kekuatan yang dipancarkannya, sangat kuat dan juga cepat sekali.
‘Tidak cukup hanya dengan bertahan!’ Danny bisa saja menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya, namun pada akhirnya ia tidak bisa benar-benar memendam kekuatan iblis itu.
Lebih baik daripada tidak bertahan sama sekali, namun tidak memberi keuntungan juga.
‘Baiklah kita mulai!’ Danny menutup matanya, serangan itu makin mendekat....
Shhhhhh....
Dengan cepat tubuh Danny terselimuti aura kuning, ia menatap tajam pada pukulan yang sudah sangat didepan mata itu.
SYUT!
Kret!
Danny berhasil menghindari pukulan Domer, tepat sebelum hempasan tercipta karena serangan iblis itu.
“?!” Domer tidak menyangka lawannya itu bisa menghindar, padahal tidak mungkin dia menghindar dari jarak yang sangat dekat seperti itu.
‘Dia bukanlah yang tercepat!’ Aura kekuata kuning Danny begitu kuat sampai-sampai membentuk kilatan-kilatan cahaya disekitarnya, seperti petir.
Aura yang berubah ini jadi tanda Danny tidak main-main mengeluarkan kekuatan batu permata kecepatan, sejauh ini ia hanya punya satu kesempatan untuk menghindar, dan tidak mungkin di sia-siakannya.
KRAK!
Danny berhasil melancarkan tinju balasan, namun tidak ada efeknya sama sekali pada musuhnya itu, yang ada serangannya tetap saja terhenti di sekitaran lingkaran sihir pertahanan mereh miliknya.
‘Dah lah.’
BLIZT!
BUMMMMM!
“Hahh....” Danny berhasil mundur sepersekian detik sebelum hempasan serangan iblis itu mengenainya langsung.
HUSSHHHH!
__ADS_1
Dan memang seperti dugaannya, itulah yang terjadi.
‘Tidak berguna menyerangnya dengan kecepatan.’ Danny kini sudah mengambil jarak aman, cukup jauh dari iblis itu.
Percobaaan yang sia-sia, tapi tidak buruk juga, karena Danny masih sempat menghindar dari efek serangan musuhnya itu.
Danny berdiri dengan aura kekuatan batu permata mulia kecepatan yang lebih kuat, ia bahkan bisa mengimbangi kecepatan sang iblis itu yang di mana tidak bisa ia lakukan sebelumnya.
Musuhnya itu punya paket lengkap untuk menang, dia punya kekuatan, kecepatan, energi sihir yang besar. Apa lagi yang dia butuhkan?
‘Iblis yang sampai bisa mengakhiri Tuan Thor.’ Danny tidak lupa akan fakta ini, setelah berhadapan langsung dengannya, ia bisa mengerti mengapa seorang kuat bisa kewalahan menghadapinya.
‘Kebetulan atau tidak, aku harus waspada.’ Danny ragu akan pernyataan iblis itu yang mengatakan dia menggunakan seluruh kemampuannya. Pada akhirnya omongan apa yang bisa dipercaya dari makhluk sepertinya?
Meski memang apa yang dikatakan Raven tidak sepenuhnya salah juga, karena jelas-jelas kekuatan Domer versi kecil ini lebih tidak masuk akal dibanding Domer versi besar sebelumnya.
Danny masih memerhatikan kepulan asap tebal yang membumbung ke atas, entah mengapa beberapa saat berlalu si iblis itu tidak kunjung datang dan menyerangnya membabi buta. Setidaknya begitulah dalam bayangannya.
“Ras lain menganggapku pertahanan terkuat.” Suara berat dan mengerikan dari kejauhan terdengar jelas, yang tak lain tak bukan adalah Domer sendiri.
Ia berjalan perlahan namun pasti. Danny tidak merasakan dia akan melancarkan serangan mendadak maka dari itu ia tetap tenang di tempatnya.
Ia menyingkirkan asap yang menghalanginya dengan aura kekuatannya sendiri, ia menatap tajam pada Danny sembari terus berjalan mendekati pemuda itu.
‘Pertahanan... dia ini bertugas di barisan belakang?’ Danny bertanya dalam batinnya sendiri, ia pikir semua iblis itu sama saja dalam hal tugasnya.
Yang di mana iblis kuat adalah yang bertugas mengendalikan semuanya, berbeda dengan iblis tidak kuat yang dibatasi pergerakannya.
Namun ternyata tidak seperti itu, bahkan dalam ras iblis pun ada klasifikasinya tersendiri. Seperti para iblis yang telah ia kalahkan di awal tadi. Dari segi kekuatan dan juga posisi mereka.
Kalau dia ini posisinya bertahan, mengapa malah mengincarnya juga?
Bukankah itu artinya yang bertanggung jawab mempertahankan ras iblis meninggalkan tugasnya dengan mengincarnya?
‘Iblis adalah ras besar, tidak mungkin dia hanyalah satu-satunya unit pertahanan.’ Danny tidak tahu alasan pasti Domer mengincarnya selain karena tujuan utamanya itu.
Tidak peduli dengan posisi atau apapun, selama iblis itu kuat tentu akan jadi poin penting agar Danny bisa segera dieliminasi.
“Thor, dia kuat.” Domer sepertinya tidak berniat bertarung membabi buta, malahan kini ia membicarakan anggota ksatria suci yang telah tiada.
__ADS_1
“Kau mengambil nyawanya.” Danny menatap tajam, nada suaranya terdengar berat.
“Yah, masa hidupnya sudah selesai.” Domer tidak mengatakan hal yang menyakitkan, namun tetap saja Danny tidak baik-baik saja mendengar ini.
“Kenapa kau tidak membiarkan dia balas dendam?” Domer pada akhirnya menanyakan hal ini. Ia tidak puas hanya dengan menonton pertarungan mereka sebelumnya.
“Bukan urusanmu,” jawab Danny pendek, ia tidak berniat menjelaskan apapun pada lawannya, lagipula mengapa juga lawannya peduli akan hal ini?
Domer terdiam, dan tanpa terasa kini ia sudah berada di dekat Danny. “Pertarunganmu dengan Arthur, aku senang melihatnya.”
Pujian macam apa ini? Danny sudah tahu pastilah pertarungan tadi tidak akan merugikan lawannya, yang ada malah sebaliknya.
Lawannyalah yang diuntungkan, jadi tidak heran juga jika Domer mengatakan ini.
“Itu adalah pelajaran bagi seorang yang meninggalkan rekannya.”
“?!” Danny tidak langsung mencerna apa yang didengarnya dengan baik, perkataan yang singkat itu menimbulkan pertanyaan serius.
“Mau memanipulasiku?” Danny bersiap untuk mendengarkan perkataan bohong dari makhluk ini.
“Kau tidak tahu? Penyebab kematian Thor?” Domer terdengar heran, seolah berkata ‘apa saja yang diketahui pemuda ingusan ini?’
“....” Danny tidak mau mengulangi pernyataan yang sama. Sudah jelas-jelas Tuan Thor dibunuh olehnya, lantas mengapa malah mengajukan pertanyaan seperti itu?
“....” Domer menunggu jawaban anak muda ini, namun setelah beberapa saat tidak kunjung ada jawaban juga yang terdengar darinya.
“Thor mati karena rekan-rekannya sendiri.”
‘Mati karena rekannya?’ Ketidak-konsistenan ini membuat siapapun jadi bingung, termasuk Danny.
Bagaimana mungkin seorang iblis yang membunuh Tuan Thor mengatakan: ‘dia dibunuh oleh rekannya sendiri.’ Bukan ‘kah itu kebohongan yang sudah jelas-jelas terlihat?
Danny terdiam, ia tahu memang tidak ada gunanya juga mendengarkan makhluk seperti dia bicara. Jika ingin berbohong, tidakkah dia bisa melakukannya lebih baik lagi?
“Akan kutunjukkan padamu.” Sementara itu Domer berhenti bicara dan mengangkat telapak tangannya ke atas, seketika itu juga seolah ada pantulan cahaya kemerahan, Danny bisa melihat seperti ada layar yang memperlihatkan sesuatu.
Danny memerhatikan baik-baik apa yang ia lihat. ‘Di tempat ini, iblis menyerang, para ksatria suci berkumpul dan bertarung....’
Danny bisa melihat para ksatria suci kewalahan untuk menangani serangan iblis, satu persatu dari mereka meninggalkan tempat ini, dan hanya tinggal satu orang saja.
__ADS_1
‘Kenapa Tuan Thor... tidak mundur juga?’