
Vincent merasa kekuatannya mulai berkurang sedikit demi sedikit dari tubuhnya, ia merasa sangat dingin seperti berada di tengah cuaca musim dingin saat ini.
Beberapa saat kemudian Vincent akhirnya tersadar dalam pikirannya bahwa ia ternyata memang harus benar-benar mengakhiri perjalanannya di sini.
Memang sulit dipercaya, namun terkadang hal yang sulit dipercaya inilah yang benar-benar terjadi.
Vincent tidak mengira ia harus tumbang dan benar-benar berada di tanah setelah menerima serangangan Yizi itu, ia masih tidak habis pikir mengapa ia mengalami hal yang seperti ini.
Namun bila diumpamakan, apakah memang Vincent bisa benar-benar merubah takdirnya dan berhasil menghindari serangan Yizi hingga akhirnya ia tidak usah berada di kondisi seperti ini? Mungkinkah hal itu bisa terjadi?
Vincent memikirkan hal ini, namun sepertinya mau dipikirkan berkali-kali pun ia tidak bisa menjawab 'ya' pada pertanyaan awalnya tadi.
Ia benar-benar sudah tidak bisa menghindari serangan Yizi yang meleset mengarah kepadanya, karena memang sejujurnya serangan itu terlalu cepat dan kuat bahkan sebelum Vincent menyadarinya, maka dari itu kemungkinan untuknya menghindar benar-benar tidak ada; apapun yang terjadi serangan itu akan tetap mengenainya dengan tepat, dan pada akhirnya kejadian akan maju dan berhenti tepat di mana Vincent tergeletak saat ini.
Hal ini menunjukkan Vincent tidak berkuasa mengendalikan apa yang mengarah padanya, mau sebagaimana pun usahanya, tetap saja ia tidak akan bisa mengubah jalan takdirnya hanya oleh perbuatannya sendiri.
Lain halnya bila Yizi berhasil menghentikan serangannya yang meleset itu, kemungkinan Vincent untuk selamat akan bertambah dengan pesat dan tentulah dapat meminimalisir risiko serangan dan kemudian Vincent tidak perlu terluka seperti ini, atau pun jika masih terluka, tidak akan separah ini tentunya.
Vincent yang mengalami kejadian ini tiba-tiba teringat perkataan Danny, yang berkata bahwa memang kita terkadang tidak mampu mengendalikan situasi di sekitar kita, dan pada akhirnya situasi itulah yang akan membuat kita menjadi yang sekarang ini.
Artinya jika memang sudah harus terjadi seperti ini, itu berarti tidak akan pernah ada yang bisa untuk mengubahnya; yang terjadi sudah tidak bisa lagi diulang dan diubah dengan tujuan agar bisa terjadi hal yang berbeda.
Vincent akhirnya harus benar-benar menerima bahwa apa yang terjadi adalah ya memang seperti ini, ia sudah ditumbangkan dengan satu serangan telak dan kini ia sudah tidak bisa lagi menahan efeknya.
Gelap ... semakin gelap dan sudah tidak terdengar apapun lagi ....
Apakah aku ... akan berakhir di sini?
__ADS_1
***
Terlihat tiga orang yaitu Brock, Danny, dan Patricia sedang berlari menyusuri jalan kecil dan sempit yang licin dan berbatu tajam dan di sampingny aada berbagai ranting pohon yang mencuat, bilamana tidak hati-hati tentulah ranting-ranting tajam itu bisa melukai mereka; mereka nampak seperti hendak mencapai suatu tempat.
"Bertahanlah Vincent! Kita akan segera menolongmu!" Brock saat ini tengah menggendongnya, ia berusaha untuk mengikuti Danny dan Patricia yang terlihat agak jauh darinya.
"Jalan berbatu ini! Menyusahkan saja!"
Brock mengomel pada jalan yang sedang dilaluinya itu, ia saat ini tengah berjalan menyusuri jalan kecil berbatu dan penuh pepohonan, dan tempat yang akan ia tuju adalah tempat di mana lokasi sungai kecil berada.
•Beberapa saat yang lalu
"K-kau? Kau bisa menyembuhkannya?"
"Y-ya, aku memang tidak terlalu ahli jika mengenai sihir penyerangan ataupun kekuatan, tapi apabila soal penyembuhan aku ini bisa diandalkan!"
"A-air?! Kalau begitu bagaimana dengan sungai tadi?!"
"Tu-tuan Brock! Kau benar! Mari kita pergi ke sana, mohon Tuan Brock membawa Tuan Vincent dengan hati-hati, kita akan segera pergi ke tempat sungai kecil tadi! Danny ayo!"
"Su-sungai? Baiklah! Ayo secepatnya kita bawa Vincent ke sana!"
***
Brock mengingat sepintas beberapa saat lalu, gadis bernama Patricia itu berkata bahwa ia mampu menyembuhkan Vincent, hanya saja untuk melakukan itu ia perlu air mengalir yang banyak.
Mendengar kemungkinan Vincent bisa di pulihkan kembali, tentulah saat ini Brock melakukan apapun agar temannya itu bisa kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
Namun syarat agar Vincent kembali bisa dipulihkan asalah Patricia membutuhkan air mengalir yang cukup untuk melakukan aksinya itu.
Brock tahu bahwa sungai yang tadi dilewati pertama lah yang memang tempat yang cocok karena air yang mengalir banyak sekaligus bersih dan memang tidak terlalu jauh untuk dicapai, memang ia tidak mengetahui tempat berair lain selain sungai kecil yang telah ia temui itu.
Langkahnya harus berhati-hati, seperti yang telah ia lalui sebelumnya, lokasi tempat sungai memang tidak terlalu jauh- hanya saja jalanan ini saja yang benar-benar seolah-olah membuat tempat itu jauh.
"Vincent bertahanlah!" Brock berupaya untuk mengejar Danny dan Patricia yang berada di depannya saat ini, bebatuan licin dan tajam ini menghambatnya, di tambah ia harus menggendong Vincent, jika tidak berhati-hati ia malah bisa terpeleset dan membuat dirinya sendiri luka dan begitupula dengan temannya yang tengah digendongnya itu.
A-aku tahu ini pastinya akan sulit! Tapi memang aku percaya pada gadis bernama Patricia itu, bahwa pasti ia bisa memulihkanmu kembali Vincent!
Ia bilang ia butuh air yang banyak maka dari itu jalan inilah yang harus kita lalui demi mencapai tempat yang ada airnya itu! Bersabarlah sebentar lagi Vincent! Kau harus bertahan dan jangan menyerah!
Brock berupaya untuk terus berjalan dengan hati-hati, namun itu hanya membuatnya semakin jauh dari Danny dan Patricia saat ini; karena kehati-hatiannya membawa temannya itu, Brock harus perlahan demi perlahan melewati area itu, lebih lambat dari yang seharusnya.
Meskipun ia sudah bertindak dengan hati-hati, namun tetap saja tidak cukup dengan hal itu, ia dikejar waktu juga dan tidak bisa terus-terusan berlama-lama di jalan menuju tempat sungai kecil itu.
Ada kemungkinan buruk yang tetap bisa terjadi bilamana pria besar itu tetap memutuskan untuk ekstra berhati-hati dan terus berjalan dengan lambat, maka Vincent yang sudah berada di kondisi yang buruk itu akan makin gawat karena memang ia harus secepatnya diberikan penanganan.
"Vincent ...."
Brock tahu ia harus melakukan apapun agar temannya itu bisa kembali pulih sedia kala, ia memang seringkali tidak bisa terlalu nyaman dengan sikap konyol temannya itu, namun malah untuk saat ini ia terus-terusan terbayang: bagaimana jika perdebatan tadi adalah peristiwa terakhir bersama dengannya?
Ti-tidak ... aku tidak mau kehilanganmu Vincent! Aku tahu kau itu konyol dan selalu membuatku kesal, tapi ... aku tetap tidak mau kau berakhir seperti ini! Kau masih punya tujuan untuk dilakukan bukan?! Kau akan membantu Danny dalam perjalanannya 'kan? Kalau begitu kau tidak boleh berhenti di sini Vincent!
"Brock cepatlah! Kita hampir sampai! Sungai itu sudah terlihat tepat berada di depan kita!" Danny memanggil dari jarak yang cukup jauh untuk mengingatkan Brock bahwa memang ia sudah tertinggal dalam jarak yang tidak terlalu dekat dengannya.
Brock sadar akan panggilan Danny itu, jika ia tetap berjalan dengan hati-hati maka sudah pasti ia akan kehabisan waktu karena memang kondisi Vincent sudah benar-benar dalam kondisi yang kurang bagus.
__ADS_1
Tidak ada cara lain! Aku tidak peduli lagi! Aku harus cepat-cepat menyusul Danny dan segera menemukan air untuk Vincent!