Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 235: Aku Akan Tetap Membantu


__ADS_3

Tak lama kemudian entah mengapa Danny merasakan sakit pada lengan kanannya itu, seperti ditusuk banyak jarum rasanya.


"Uukh."


Sa-sakit ... ini sama seperti waktu aku pertama kali menerima batu permata fisik, hanya saja kali ini tidak seluruh badanku yang sakit melainkan hanya lengan kananku saja.


Danny terus memegang tangan kanannya sembari berharap rasa sakitnya itu bisa segera menghilang, ia masih menunduk menahan rasa sakit yang ada pada lengan kanannya itu.


Tanpa bisa diduga Arthur dengan cepat bisa berdiri kembali setelah menerima serangan itu, ia saat ini sedang berjalan kembali menuju lawannya itu.


"Tidak buruk! Kau bisa menghancurkan area hutan ini dalam satu serangan saja!"

__ADS_1


Danny terkaget melihat Arthur yang sudah terkena serangan sebesar itu mampu berdiri dengan sangat cepat, seharusnya memang ia berpikir lebih jauh lagi tentang seorang ksatria kuat seperti dirinya itu, sebuah serangan besar ternyata belum mampu untuk menghentikannya.


Arthur tengah berjalan kembali menuju Danny secara tidak terlalu terburu-buru. "Inikah yang kau maksud Danny? Kau akan tetap membela pria bernama Yizi itu? Dia adalah salah satu penjahat yang harus kubereskan!"


Rasa sakit dan ngilu pada lengan kanannya itu mulai berangsur mereda, ia menengok ke belakang dapat telihat dengan jelas Yizi yang masih marah dengan Arthur hanya saja saat ini ia harus dihentikan dengan cidera yang diakibatkan oleh Arthur.


Yizi mendekati Danny perlahan. "Danny ... mengapa kau ikut campur urusan ini? Seharusnya akulah yang memberikan Arthur pelajaran karena ia telah membunuh sahabatku yang sangat berharga."


Danny melihat kesungguhan Yizi yang begitu dalam, rasa percayanya pada Yizi terus meningkat. "Aku percaya padamu Yizi pada Alliance Fight's, aku tidak mungkin membiarkan Arthur membunuhmu juga seperti temanmu itu."


"Ini mungkin akan terdengar berlebihan, namun aku akan tetap ikut campur dalam urusanmu kali ini Yizi, aku tidak bisa membiarkan Tuan Arthur bertindak lebih jauh lagi padamu ...."

__ADS_1


"Bukan berarti aku bisa menghentikannya ... hanya saja aku ingin dia mengerti sama seperti yang kau percayai- bukan sama seperti kenyataan yang telah kau katakan itu Yizi."


Yizi yang melihat kesungguhan Danny untuk membantunya itu akhirnya memutuskan untuk menurunkan egonya sendiri dan menyadari bahwa Arthur adalah seseorang yang terlalu berbahaya bagi dirinya itu.


Perasaan kesal, marah karena kehilangan temannya itu benar-benar meluap dan di samping itu ia juga merasa kecewa karena melihat kenyataan bahwa idolanya sendiri yang telah mengakhiri hidup sahabatnya itu.


"Danny kau yakin akan menjerumuskan dirimu ke dalam masalah ini?" Yizi masih nampak meragukan keputusan Danny dengan cara merisikokan keselamatan dirinya sendiri untuk menghentikan Arthur.


Danny menatap Yizi dengan penuh arti dan keyakinan. "Aku turut berduka atas temanmu itu Yizi ... keputusanku sudah bulat saat ini aku akan mengganggu urusan kalian berdua."


Yizi terdiam ketika mendengar perkataan Danny, tidak ia sangka akan menerima bantuan dari seseorang dari luar anggota kelompoknya itu.

__ADS_1


"Apakah lenganmu baik-baik saja?"


Yizi mengangguk perlahan. "Aura sihirku mampu mehanan sebagian dari rasa sakit yang tadi kuderita, lalu bagaimana denganmu?"


__ADS_2