
Danny merasa ini terlalu berlebihan, maksud dari semua ini, kekuatan batu permata mulia ini rasanya terlalu berlebihan baginya dan itu terbukti dengan mendengarkan perkataan Tuan Housen.
"Em, Tuan Housen, anda tahu saya hanyalah manusia biasa, namun berbagai kejadian terjadi dan semua yang saya alami terkesan aneh dan di luar akal sehat, maka dari itu saya tidak menyangka bisa melakukan hal ini." Danny merasa kenyataan yang berlebihan ini membuatnya tertekan kembali dan merasa kurang percaya diri.
"Ini adalah serangkaian takdir yang telah disiapkan untukmu Danny, seberapa mustahil dan tidak masuk akal bagimu, pada akhirnya kau akan mengerti mengapa semua ini terjadi padamu." Tuan Housen menjelaskan bahwa takdir seseorang tidak akan pernah ada yang tahu, mau bagaimana dan seperti apa, namun yang pasti semua akan terjadi bahkan saat kita tidak bisa memercayai hal yang telah terjadi itu.
"Jadi kau tidak perlu merendah Danny, kekuatan batu permata mulia sudah percaya padamu sebagai pemiliknya yang sesungguhnya, kami yang hanya penjaga sekaligus pemegang batu permata mulia sekarang ini hanya memiliki tugas untuk mempersiapkanmu agar kau siap menerima kekuatan batu permata mulia ini." Tuan Housen mendukung Danny dalam moral, ia yang melihat Danny merasa kurang percaya diri dan merasa tidak pantas menerima kekuatan seperti itu, maka dari itu ia mendukungnya dengan mengatakan hal ini agar Danny bisa bersemangat kembali.
Danny yang mendengar dukungan dari Tuan Housen tersenyum, perasaannya jadi lebih baik dibanding yang sebelumnya, ia harus memercayai bahwa melakukan yang terbaik untuk mendapatkan ke-lima batu permata mulia adalah hal yang harus ia lakukan saat ini, tidak peduli apapun yang terjadi.
"Percayalah pada dirimu sendiri Danny, aku akan berusaha untuk membimbingmu agar kau siap untuk menerima kekuatan batu permata mulia ini," ucap Tuan Housen kembali memberikan motivasi pada anak muda itu.
Danny tersenyum, ia merasa tenang karena sudah bertemu dengan orang yang dicarinya, bahkan dengan waktu sesingkat ini, ia bertekad untuk berusaha sekuat tenaga untuk menjadi lebih kuat lagi, terlebih lagi karena beliau ramah membuat Danny merasa tenang juga dan mampu untuk bersikap optimis.
"Teman-temanmu adalah orang-orang baik Danny, mereka sangat peduli dan mendukungmu ketika kau melakukan perjalanan ini." Tuan Housen melihat ke arah Patricia, Brock, dan Vincent yang masih sibuk masing-masing di tepi tebing yang tinggi itu.
Danny pun ikut melihat ke belakang, seketika itu juga ia merasa bersyukur karena bisa bertemu dengan orang-orang baik seperti mereka yang mau menerima dirinya dan bahkan tugas yang saat ini diembannya itu.
Danny kira tidak banyak orang seperti mereka, namun yakin pula akan suatu hal, kita tidak bisa mengenal orang hanya karena melihatnya saja, memahami bagian dalam dari orang, itu adalah bentuk bahwa kita sudah berhubungan baik dengan mereka.
Jadinya Danny pikir banyak orang baik di luar sana seperti mereka yang saat ini tidak diketahuinya, dan itu adalah hal yang pasti.
__ADS_1
"Saya bersyukur bisa memiliki teman seperti mereka yang mendukung saya dalam perjalanan ini." Danny mulai bercerita tentang perasaannya itu pada teman-temannya.
Kemudian Danny berbalik lagi menghadap Tuan Housen dan berkata, "Saya ada di sini dan berdiri di sini karena mereka yang mendukung saya, saya tidak bisa membalas perbuatan baik mereka."
Tuan Housen melihat dari air mata (bukan air mata sungguhan) Danny terpancar kebahagiaan di sana, namun bukan hanya itu, pria itu juga bisa melihat adanya kekhawatiran kecil pada air mata anak muda itu.
Tuan Housen bisa menilai dengan jelas bahwa Danny saat ini memang membutuhkan bantuan teman-temannya untuk menjalankan apa yang sedang diembannya itu, dan pada saat yang bersamaan juga ia merasa khawatir pada mereka yang sedang bersama dengannya.
"Dengan keputusan teman-teman yang mengikutimu ... apakah kau sudah menjelaskan risiko yang nanti bisa terjadi?" Tuan Housen peduli pada Danny dengan menanyakan hal ini padanya, perjalanan ini berbahaya ia tahu akan hal itu dan ingin mendengar pendapat anak muda ini tentang hal ini; karena membawa orang lain di perjalanan berbahaya ini bukanlah sebuah keputusan yang sepele.
"Saya telah menjelaskan semuanya Tuan, dan mereka menerima apa yang saya katakan," jawab Danny dengan serius.
"Kalau begitu aku juga bisa mempercayakan hal ini pada teman-temanmu juga," balas tuan Housen, ia berkata seperti itu karena tadinya menganggap teman-teman Danny belum benar-benar bisa memahami akan perjalanan yang berbahaya ini.
"Oh, dan saya punya permintaan bolehkah mereka mengikuti latihan kita? Saya yakin mereka bisa menjadi lebih kuat jika dilatih oleh Tuan Housen" Danny meminta agar teman-temannya juga dilatih sama seperti dirinya itu.
Dengan bergabungnya teman-temannya itu tentulah ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kekuatan agar mereka bisa siap untuk menghadapi apa yang terjadi di depan nanti.
Tuan Housen tersenyum. "Tentu saja, dengan senang hati akan kulakukan." Tidak hanya tampilannya yang terlihat ramah, gaya bicara dan suaranya pun nyaring dan penuh keramahan ketika didengar oleh telinga Danny.
Danny akhirnya bisa merasa lega karena teman-temannya juga boleh berlatih sama seperti dirinya, ia semakin tertarik dan terpacu untuk belajar dari Tuan Housen lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Tapi saya belum tahu mengapa Tuan menjadi seorang pedagang barang yang pergi ke berbagai tempat? Apakah itu adalah kegiatan sehari-hari Tuan?" Danny ingin lebih tahu alasan mengapa Tuan Housen menjadi seorang pedagang yang berpindah-pindah tempat seperti itu, apakah itu hanya sekedar untuk menyembunyikan identitasnya saja?
"Kau benar Danny, aku mengisi hari-hari tuaku dengan berjualan barang seperti ini selagi menjaga batu permata mulia kecepatan ini karena memang aku menyukainya; tidak banyak orang yang tahu aku dan orang-orang sering menganggapku sebagai orang biasa, namun akhir-akhir ini karena aku memegang batu permata mulia maka dengan cara apapun sudah pasti orang yang mengumpulkan batu permata mulia, yaitu kau Danny akan mencari setiap pemegang batu tersebut, aku sama sekali tidak berpikir kita akan bertemu secepat ini, bahkan aku kira sebelumnya kau akan butuh waktu lama untuk menemukanku." Tuan Housen menjelaskan dengan cukup panjang.
Danny mengerti akan apa yang telah dijelaskan Tuan Housen itu, memang benar apa perkataannya, dari pemegang batu permata mulia sebelumnya, Danny baru menemukan seseorang yang membawa batu permata mulia itu kemanapun karena memang ia berdagang ke berbagai daerah, berbeda dengan sebelumnya di mana Kakek Sam dan Kakek Leith sama sekali tidak berpindah-pindah tempat.
Jadinya Danny bisa mengerti bahwa memang apa yang dikatakan oleh Tuan Housen bisa saja terjadi; seandainya Danny tidak bertemu dengannya karena ketidaksengajaan tentu akan membutuhkan waktu untuk menemukannya kembali, apalagi karena memang Tuan Housen mengisi harinya sebagai pedagang barang yang berkelana dari satu tempat ke tempat lain.
Setelah beberapa saat Danny dan Tuan Housen mengobrol, akhirnya Patricia, Brock, dan Vincent mengetahui semuanya juga setelah Tuan Housen menjelaskan tentang siapa dirinya dan tujuannya saat ini yang sebelumnya ia sembunyikan dari mereka
dan setelah mendengar semua keberanaran ini mereka ikut senang dengan hal ini.
"Wah! Keberuntungan kita memang sedang meningkat saat ini!" Vincent yang baru mengetahui semuanya merasa puas akan hal ini, optimisme dan semangatnya yang tinggi itu menular pada teman-temannya yang lain.
"Benarkan kataku Brock? Kita tidak perlu curiga pada Tuan Housen ini, aku sudah melihat dan merasa bahwa Tuan Housen adalah orang baik." Vincent tertawa ketika mengatakan hal ini, ia memang ternyata peka juga soal menilai orang lain, bahkan mampu menganalisis serta mengenali lebih cepat tentang seseorang dibanding dengan teman-temannya yang lain.
"Ya, ya, ya, kau benar Vincent." Pria besar itu nampak tidak terpengaruh energi semangat dari temannya itu, Brock sepertinya masih belum bisa mengakui kelebihan temannya itu.
Danny hanya tersenyum melihat mereka berdua ini, sejak dari dulu memang Brock dan Vincent adalah dua orang yang tidak terpisahkan, Danny selalu terhibur ketika melihat mereka berdua berbicara satu dengan lainnya.
"Tapi aku sendiri tidak menyangka juga lho, kukira ini memang hari yang menyenangkan untuk dialami." Patricia menunjukkan ketertarikannya karena memang ia ikut senang juga karena tujuan Danny untuk menemukan salah satu pemegang batu permata mulia bisa tercapai dengan cukup cepat.
__ADS_1