Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 314: Situasi Yang Berbalik


__ADS_3

Kayu-kayu itu bertambah besar dan kuat mengikat Danny dan berusaha untuk meremukkannya dengan kekuatan kayu itu.


Dia bilang kayu ini bukan kayu biasa kah? Aku pun bisa merasakannya, kayu-kayu ini memang memiliki kekuatan yang cukup besar, jika kayu biasa seharusnya sudah hancur karena terhalang oleh kekuatan aura merah fisiku saat ini.


Ini berartinya hanya ada satu hal yang jelas, kini kekuatan kayu dari kemampuan Hell Doors dan kekuatan aura batu permata mulia fisik siapa diantara keduanya yang memiliki kekuatan yang lebih besar?


Namun kayu biasa atau tidak biasa sekalipun bukan masalah bagiku, aku hanya perlu menaikkan kekuatan fisik tubuhku menggunakan batu permata mulia fisik sedikit lagi saja ... maka semua yang dilakukan penjahat ini sia-sia belaka.


Danny kembali memfokuskan dirinya, kekuatan aura merah fisik makin membesar seiring dengan berjalannya waktu, dari sini dapat terlihat bahwa Danny bisa sedikit mengendalikan kekuatan batu permata mulia fisik saat ini.


Kayu-kayu yang melilit seluruh tubuh Danny bergetar dan tidak bisa menyentuh tubuh Danny sama sekali, kekuatan kayu itu kalah kuat dengan kekuatan fisik Danny yang semakin lama semakin besar itu.


Perlahan namun pasti kayu-kayu yang melilit Danny mulai retak dari atas sampai bawah dan semakin lama semakin banyak sebelum akhirnya kayu-kayu itu hancur sebelum bisa menjalankan tugasnya dengan benar.


"Aapaa?!"


Danny membalikkan badannya dengan cepat, ia bisa melihat suasana sekitarnya berwarna ungu pekat, begitupula dengan dirinya dan Patricia yang terdiam di dekat rumah itu saat ini.


Ternyata memang benar Patricia ikut terjebak juga di tempat ini ... syukurlah aku bisa mempertaruhkan apa yang kubisa, sudah tugasku untuk selalu melindunginya di setiap perjalananku.


Hanya rumah kecil usang tidak terawat ini yang berwarna biasa, dan pula Brock dan Vincent yang terlihat biasa juga, tidak berwarna ungu pekat selayaknya dirinya dan Patricia.

__ADS_1


Jadi jebakan rumah ini Hell Doors, membedakan siapa saja yang terjebak di sini, itu berarti kemampuan si penjahat ini tidak menyeret setiap orang melainkan pasti ada suatu cara agar seseorang bisa terjebak juga di sana.


Jika dilihat lebih jelas lagi, letak keberadaan Patricia berpindah seingatku, seharusnya pada awalnya Patricia berada di dekat Brock dan juga Vincent, namun setelah aku bisa bergerak kembali Patricia berpindah dari letak mereka berdua ke dekat tempat rumah ini.


Itu berarti untuk bisa membuat seseorang terjebak tidak hanya butuh interaksi langsung pada rumah ini, melainkan bisa juga tergantung area, jika mencapai sekitaran rumah ini sepertinya efek yang sama akan terjadi pada siapapun yang mendekati rumah ini.


Danny melihat Brock dan Vincent begitu serius dalam diam saja, terlihat mereka menyerahkan segala urusannya padanya saat ini, maka dari itu mereka tidak bertindak apa-apa.


Terima kasih Brock, Vincent kalian telah percaya padaku, tenang saja sebentar lagi aku akan kembali dari kemampuan orang jahat ini dan berkumpul lagi bersama dengan kalian.


Danny mendekati Patricia yang tidak bisa bergerak itu, ekspresinya seakan takut dan cemas setelah melihat sesuatu; Danny bisa berpendapat bahwa temannya ini ingin mendekat lebih dekat padanya sewaktu ia terjebak tadi, dan pada akhirnya ia ikut terjebak juga.


Danny pikir letak dari Patricia yang tengah terdiam penuh itu cukup dalam jarak aman, ia akan melakukan sesuatu pada rumah yang merupakan perwujudan dari si penjahat keji ini.


Tangan kanannya ia acungkan ke depan, dan seketika itu juga muncullah lingkaran sihir warna merah dengan pola yang cukup rumit di sana.


Aku memang tidak begitu tahu bisa menggunakan sihir api, dan memang belum pernah menggunakannya juga namun aku sadar ketika berlatih bersama Kakek Leith, di tengah latihan untuk mendapatkan batu permata kekuatan daya tahan, aku merasa suatu energi panas muncul dari dalam diriku.


Saat itu aku belum sadar benar akan apa yang terjadi, namun sampai saat ini aku masih bisa mengingat bagaimana cara menimbulkan energi panas itu, kuharap dengan cara ini aku bisa mengeluarkan energi sihir api meskipun belum pernah belajar dan menggunakannya sekalipun juga.


Danny berusaha untuk memikirkan hal yang panas, dalam arti ia berimajinasi dan berharap suhu tubuhnya meningkat, ia menutup matanya dalam proses ini agar ia bisa lebih berkonsentrasi lagi.

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi, mungkin ini tidak bisa disebut sebagai energi sihir api, namun setidaknya aku ingin meminjam kekuatan panas seperti api itu agar aku bisa melakukan sesuatu pada rumah ini.


Tidak lama kemudian si sosok penunggu rumah usang tidak terawat itu merasa ada yang berbeda dari anak muda ini, dengan alasan yang tidak diketahuinya suhu tubuh anak muda itu meningkat dengan cepat, padahal seharusnya suhu tubuh manusia normal tidak setinggi itu.


"A-apa yang akan kau lakukan anak muda?! Mengapa tubuhmu bisa mengeluarkan panas seperti itu?!" Makin panik, itulah yang saat ini terjadi pada sosok penunggu rumah tua tidak terawat ini, ia benar-benar tidak menyangka rencana awal yang ia yakin sudah sempurna malah berantakan dan tidak terarah seperti ini.


Danny membuka matanya kembali, tidak begitu sulit baginya untuk mengontrol pikirannya dan membuat tubuhnya panas sesuai dengan keinginannya.


Seperti ini, dulu aku pernah melakukannya secara tidak sengaja dan akhirnya kekuatan panas ini tidak terkontrol, namun saat ini untunglah aku bisa mengendalikan kekuatan ini, hanya tinggal memfokuskannya ke ujung telapak tangan kananku ... sedikit lagi ....


Si sosok penunggu itu mendeteksi anak muda yang tadi ia pojokkan itu malah terlihat mengumpulkan energi di tangan kanan yang sedang diacungkan ke arah rumah ini yang merupakan keberadaannya saat ini.


"A-apa yang akan kau lakukan anak muda?! K-kau tidak berpikir akan menghancurkan rumah ini bukan?!" Si sosok penunggu ini terdengar berharap anak muda itu tidak melakukan suatu hal yang merugikannya saat ini, ia terdengar masih belum bisa membaca situasi, bahkan sampai saat ini.


Danny menatap tajam ke arah dalam rumah itu pada sosok hitam pekat yang hanya berwujud bayangan itu, percikan api dari lingkaran sihir berwarna merah itu mulai terlihat, semakin banyak dan nampak siap untuk di serangkan pada rumah ini.


"Kau ... sudah terlalu banyak berbuat jahat di dunia ini, syukurlah aku bisa menjadi salah satu korban terakhirmu saat ini, ini akan menjadi akhir dari perbuatan jahatmu penjahat!" Ekspresi Danny terlihat geram dan nampak marah karena perbuatan orang jahat itu.


"A-apa?! A-anak muda, kau bisa memikirkan ini lagi bukan?! Aku bisa melepaskanmu dari kemampuan Hell Doors begitu juga dengan gadis itu, hanya saja jangan menyerangku ya? Aku akan melepaskan kalian ...." Nada permohonan kini terdengar dari si sosok penunggu rumah usang tidak terawat ini, ia kini tahu ternyata ia hanya bisa memohon pada anak muda itu sendiri demi keselamatannya; ia terkesan meninggalkan kebanggaannya tadi dan memohon pada orang yang seharusnya berlaku seperti ini padanya.


Keputusaasaan yang dalam terdengar dari sosok penunggu rumah usang itu, kini ia tahu akan begitu berbahayanya si anak muda ini dan ia lebih memilih untuk berharap anak muda ini akan melepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2