
Ketika kenyataan tidak sesuai yang diharapkan, para petarung bisa kehilangan motivasinya sendiri, bahkan dengan menggantungkan perasaan pada penggemar sendiri bukanlah hal yang terlalu bagus untuk dilakukan.
Brock harus mengalami kejatuhan mental yang lumayan berat, ia merasa tidak ada lagi yang mendukungnya karena kekalahannya itu.
Memang jika sudah begini maka akan sulit dan butuh proses untuk kembali bangkit kembali dari keterpurukan, namun hal ini tidaklah mustahil.
Vincent, pria yang ceria dan blak-blakan, orang yang selalu dengan jujur mengatakan perasaan yang sebenarnya pada setiap orang yang ia temui.
Topeng tidak bisa kau temukan di pria ini, bukan topeng fisik melainkan topeng dimana seseorang akan menjadi orang lain dan bukan dirinya sendiri.
Itu juga berarti seseorang yang memakai topeng, biasanya akan melarikan diri dari masalahnya bukannya menyelesaikannya mereka lebih suka tertutup dan takut bilamana perasaan yang tidak diinginkan ini kembali muncul dengan hebat.
Kesedihan, keputusasaan, kelemahan, kekurangan, hal-hal itulah yang disembunyikan, padahal tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini, namun orang-orang seperti ini berusaha mencari kesempurnaan yang memang dari awal bukanlah tujuan mereka sebenarnya.
__ADS_1
Begitupun dengan Brock, ia selalu bangga dengan kemampuannya sendiri, bukanlah hal yang buruk, namun penilaian dirinya bergeser dari dirinya sendiri ke penilaian orang lain.
Penilaian orang lain yang berharga, bisa juga sebaliknya, menjatuhkan, menghina, mengejek, banyak hal lain yang tidak pantas di dengar oleh telinga kita.
Brock masih terjebak di situasi ini, perlahan namun pasti, ia terus berproses dengan melupakan semua hal negatif yang telah menuduhnya selama ini, itu adalah cara terbaik baginya dariapada harus terus terpuruk.
Vincent, sebagai temannya itu tentu saja tidak tinggal diam, ia mengetahui dengan jelas apa yang tengah di hadapi Brock selama ini, meskipun Brock belum pernah terbuka padanya, tapi Vincent tahu.
Vincent bukanlah orang pemberi motivasi yang hebat, ataupula kata-katanya yang mampu menenangkan perasaan seseorang, ia hanyalah seorang pria yang tidak lari dari siapapun termasuk masalah.
Hingga akhirnya Brock mulai sadar, kemampuannya sendiri tidak di tentukan oleh perkataan atau persepsi orang lain, melainkan oleh dirinya sendiri.
Cahaya pertemanan yang dijalin mereka berdua memang erat, layaknya saling melengkapi dan siap sedia bila ada sesuatu yang dibutuhkan.
__ADS_1
Brock menyadarinya perlahan demi perlahan, ia sebelunya hanya melihat Vincent sebagai pria periang dan tidak pernah berusaha menyembunyikan apapun darinya.
Perasaan yang terbuka itulah yang membuat Brock juga perlahan-lahan terbuka, ia mulai bisa mengendalikan perasaannya sedemikian rupa, ia lebih tenang dan sedikit lebih optimis dari dirinya yang dulu.
Namun melihat Danny saat ini membuat Brock sedikit khawatir, ia takut Danny akan mengalamai kejatuhan yang pernah ia alami dulu.
Lantas nanti apakah yang akan di lakukannya? Apa lagi yang bisa diperbuatnya?
Potongan demi potongan ingatan yang tidak ingin ia ingat mulai kembali bermunculan ketika melihat Danny bertarung.
Namun kembali, pandangan Vincent sedikit menggeserkan pandangan negatifnya itu, ia berusaha untuk berpikir layaknya pikiran Vincent yang selalu positif.
Brock tidak mau terperangkap terus dengan kegagalannya di masa lalu, lagipula kejadian masa lalu tidak bisa diubah bagaimanapun caranya.
__ADS_1
Vincent, aku akan berusaha berpikir sepertimu, pasti aka-
***