
Sementara itu Raven terlihat diam, ia tidak panik seperti yang biasanya.
Sementara Danny masih berusaha menggeliatkan badannya, yang pada kenyataannya usahanya itu tidaklah membuahkan hasil.
Raven dengan penuh ketenangan memandang ke arah pohon besar yang menggeram tidak sabar.
"Aku... ah kami... tidak jadi santapanmu HARI INI!"
"GRWAH!?" Sang pohon besar mengeluarkan nada suara yang tidak biasa, seolah sadar akan suatu hal yang penting.
HUSH!
Dengan cepat Raven berubah menjadi bayangan hitam tembus pandang, mengabaikan teknik yang dilancarkan sang pohon dan anak-anaknya itu.
"Wah!" Sementara itu Danny tidak menyangka si Raven bisa ternyata bisa mengatasi ini dengan mudah. Padahal dia yang heboh sendiri tadi.
"DANNY KAU KARAKTER UTAMA JANGAN MATI!" Raven dengan segera mendekat ke Danny, dan kemudian ledakan energi gelap pun menutupi pandangan.
"Hm." Sekarang sang setengah elf ini mengerti, makin banyak bukti makhluk hitam itu merepotkannya.
Pasalnya dengan kekuatan gelapnya dia mampu dengan mudah lepas dari situasi sulit seperti itu.
Seperti yang telah ia pikirkan sebelumnya. Memang akan jauh lebih mudah bilamana makhluk hitam itu tidak bersama dengan targetnya.
BUM!
Shhhh....
Terlihat Danny kini sudah kembali ke kondisi awalnya. "Sihir Angin: Pedang Angin!"
Tap!
Tap!
Danny melesat ke depan, di telapak kakinya ia menggunakan sihir angin juga untuk mempercepat langkahnya.
Lumpur itu sudah tidak jadi ancaman bahaya lagi.
"Ayo Danny!"
Raven tidak membantu dan menyemangatinya dari belakang, ia tahu pemuda itu akan mengakhiri semuanya.
SLASH!
SRET!
GRASH!
__ADS_1
Dengan cekatan dan tanpa belas kasihan Danny menebas semua anak pohon dan tidak lupa juga dengan sang pohon besar.
"KRRRR!" Daanny terhenti dengan pohon besar itu, ia sudah melancar beberapa serangan angin, namun pohon itu lebih tangguh dari yang dikira.
Pohon besar itu masih berdiri dan hidup, bahkan setelah terkena serangan beruntun sekalipun.
SRIING!
Sang pohon besar itu mengumpulkan aura kekuatan, namun Danny melompat dengan gaya dan bergerak secepat kilat, sebelum pohon hidup itu menyerang.
TAK!
TRAK!
Alhasil pohon hidup itu berubah jadi potongan kayu kecil-kecil yang cocok dibakar saat api unggun.
"Yeah!" Raven sempat khawatir tadi, mengingat pohon besar itu mengintimidasi, namun ternyata si Danny bisa mengatasinya.
Shea menumpu dagu dengan tangannya, jebakan pohon ternyata tidak berjalan sesuai keinginannya.
SYUT!
SYUT!
"INI LAGI!?" Raven protes melihat akar pohon yang kembali mengejarnya, sungguhlah membosankan!
"Energi Gelap: Pedang Kegelapan!"
SLASH!
Raven menebas setiap akar pohon, berhasil, namun lebih banyak lagi akar pohon datang merepotkannya.
Energi gelap yang membantunya ini tidak efektif ketika menghadapi serangan beruntun seperti ini.
Sementara itu Danny loncat ke sana ke mari untuk menghindari akar pohon yang mengejarnya lagi.
Sang setengah elf itu masih saja menggunakan teknik ini, dan sepertinya tidak akan berhenti sampai ia mendapat hasil yang diinginkan.
"HAH!" Danny merasakan ada gejolak tiba-tiba dalam dirinya.
Sebuah perasaan yang tidak asing, namun tetap saja jika tiba-tiba muncul akan mengejutkan.
-Gunakan kekuatan kami-
'Suara itu....' Kekuatan batu permata mulia lagi-lagi kembali bicara!
GREP!
__ADS_1
'Sial!' Salah satu akar pohon mengenai kaki Danny. Ia bisa merasakan kakinya terikat keras.
Padahal sudah berupaya keras agar tidak terkena, tapi tetap saja....
-Akar itu menyedot aura kehidupanmu, jangan membuat kami kecewa-
'Aku tahu!' Danny tidak perlu penjelasan lebih lanjut. Itulah alasan mengapa ia sebisa mungkin berkelit, menghindar dan melakukan apapun agar tidak terkena akar pohon itu.
"Sihir Angin: Hempasan Angin!"
Danny mengeluarkan sihir angin kuat di jarak dekat, dengan begitu seharusnya jeratan akar pohon itu bisa hancur.
SREK!
'Tidak berhasil!?' Akar pohon yang telah mengikatnya itu tidak hancur bahkan setelah diserang dari jarak dekat sekalipun.
Seolah akar pohon itu punya energi perlindungannya sendiri, makin lama akar itu beraksi malah makin bagus performanya.
DEG!
"Ukh!" Danny bisa merasakan kekuatannya tersedot cepat. Apa yang dikatakan batu permata mulia itu benar!
'....' Danny tidak mengerti mengapa sekarang kekuatan batu permata mulia malah banyak berkomunikasi dengannya.
Padahal dulu kekuatan batu itu dengan seenaknya mengendalikan tubuhnya dan tentu saja membuatnya tidak sadar.
Apakah sekarang para batu itu sadar akan itu dan berubah sikap?
Danny tidak tahu, namun yang pasti ini tidak buruk juga.
Tidak mungkin menang hanya dengan kekuatannya sendiri. Itu adalah fakta yang tidak terbantahkan.
'Hehe... kalau begitu, mari mengamuk!' Senyum tipis terlihat jelas dari Danny.
"HO!" Sementara itu Raven kebetulan sedang memerhatikannya dari jauh dan terdengar gembira melihat Danny tersenyum seperti itu.
Melihat seorang yang percaya diri seperti itu tidak pernah membosankan. Malahan Raven melihat titik terang di tengah pertarungan ini.
HUSSSSSHHHH!
Seketika itu juga terpancarlah hempasan kekuatan angin hebat yang bahkan membuat serangan angin kecil yang tajam ke berbagai arah.
"KAU AKAN KALAH SHEA!"
"!" Sang setengah elf itu sedikit terkejut dengan perubahan lawannya. Namun dengan cepat ekspresi percaya dirinya kembali lagi.
GREREEEK!
__ADS_1
Danny melesat ke depan dengan aura kekuatan transparan, seperti sebelumnya. Begitu cepat mengarah pada musuhnya, dengan akar pohon yang ikut melesat juga.
"LEPASKAN DULU AKARNYA!" Raven melesat cepat juga ke arah Danny, dan dengan cepat memotong akar pohon yang masih mengikat pemuda itu.