
Vincent tidak punya pilihan lain selain memantapkan tekadnya untuk membantu Danny, saat inilah saat di mana ia bisa melakukannya.
Ia sudah tahu si iblis itu sudah pasti tidak akan membiarkannya untuk kembali lagi pada rekan-rekannya, dia berniat untuk menyingkirkan setiap orang yang berhubungan dengan targetnya saat ini.
Hah! Dia pikir dia akan bisa dengan mudah mengalahkanku?! Jangan bercanda! Aku juga tidak akan membiarkanmu menang melawanku!
Vincent mulai berapi-api karena ia tahu ini adalah kesempatan baginya untuk mengalahkan musuh umat manusia, terutama ia memang harus mengalahkannya saat ini juga agar Danny bisa aman dan agar ia juga bisa kembali berkumpul bersama-sama dengan teman-temannya.
Ini adalah awal yang terkesan berlebihan, tapi aku tidak peduli! Keinginanku yang hanya jadi tokoh sampingan dan tidak tersorot pupus sudah!
Yang dipedulikan makhluk jahat ini hanyalah mengakhiriku bukan?! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padaku!
Vincent menguatkan tekadnya, saat ketika ia sudah diperingatkan kemampuannya itu, ia sama sekali belum beranjak dari tempatnya duduk itu.
[Apa yang kau lakukan?! Jika tidak menghindar serangan musuh akan mengenai lehermu dan itu akan membuat situasimu menjadi lebih buruk!]
Diamlah sebentar diriku, aku tahu dan sudah mendengar peringatanmu tadi karena kau sudah memperingatkanku aku akan waspada untuk beberapa detik ke dapan.
Vincent tahu kemampuan Prediction Master miliknya bisa sangat berguna sampai-samapi ia bisa mengetahui kejadian di masa depan dengan akurat sebelum semuanya terjadi, namun ketika tahu ia bisa melakukan hal ini ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti tadi.
Vincent melihat dengan tajam pada Tifee, makhluk perempuan iblis yang telah menjebaknya ke dalam dunianya sendiri melalui kemampuannya, seiring berjalannya waktu aura jahat terus menerus bertambah besar dan itu juga bisa menjadi acuan bahwa dia akan segera menyerangnya tidak lama lagi.
Sekaranglah saatnya!
Vincent tahu iblis itu akan segera menyerangnya dengan cara mencekiknya, ia kemudian melompat dengan memutar tubuhnya ke belakang menjauh dari serangan iblis itu.
__ADS_1
"Kalau begitu, matilah!" Iblis itu dengan cepat menyergap pria berambut sebahu itu, ia sama sekali tidak menyadari bahwa lawannya itu akan menghindar tepat sebelum serangannya padanya; niatnya untuk menghindar bersamaan dengan niatnya sendiri yang akan menyerang pria berambut panjang itu.
Tap.
Vincent berhasil mendarat dengan mulus di pasir yang lembut itu, sayangnya karena ia memakai sepatu jadinya ia tidak bisa merasakan dengan penuh bagaimana kelembutan pasir yang ada di bawahnya ini.
Dan seketika itu juga terdengar suara ledakan dari pasir ini, bergitu dengan pasir pantai yang berhamburan ke-sana ke-mari, akibat dari serangan Tifee itu membuat lubang yang cukup besar di bawah kakinya saat ini.
Makhluk iblis itu kembali menatapnya dengan tajam, bertanya-tanya mengapa pria berambut panjang itu bisa menghindar tepat sebelum serangannya mengenainya.
[Kau berhasil tidak membuatnya curiga karena kau tidak bertindak sebelum semuanya benar-benar terjadi, meskipun jika kau tetap menjauhinya dia akan melakukan hal yang sama juga seperti yang tadi dilakukannya]
Setidaknya aku tidak akan menambah keraguannya mengenai kemampuanku ini, aku yakin dia masih belum yakin penuh tahu bahwa aku bisa melihat kejadian di masa depan.
[Niat sebenarnya darinya memang ia akan mencekik kita, jika saja kau terkena tadi mungkin kepalamu akan terlepas dari tempatnya karena begitu besar kekuatan makhluk iblis yang sedang ada di hadapan kita ini.]
Kini aku mengerti, terkadang mendengar kenyataan yang sebenarnya darimu membuat mentalku jadi goyah ... sedikit.
Vincent mendengar kejujuran yang dikatakan kemampuannya itu membuatnya merasa bahwa kenyataan harus diketahuinya meskipun tidak enak untuk dipikirkan, dipahami, dan dialami.
"Kau mampu untuk menghindari seranganku ya? Sepertinya instingmu cukup bagus juga." Tifee tidak benar-benar merasa curiga akan musuhnya itu, perkiraannya sebelumnya masih belum pasti jadinya ia tidak begitu memikirkan bahwa manusia di hadapannya ini memiliki kekuatan khusus.
Vincent terengah-engah, mendengar kenyataan sebelum benar-benar terjadi membuatnya kembali gugup dan di saat bersaman ia harus tetap waspada berhadapan dengan makhluk yang berbahaya ini.
"Aku tadi mengganggap kau punya suatu kemampuan tersendiri, tapi sekarang aku tidak peduli akan hal itu, mau bagaimana pun juga kau harus lenyap karena telah mengusik rencanaku yang seharusnya berjalan lancar itu."
__ADS_1
"Apa?! Mengusik rencanamu? Aku tidak punya niatan seperti itu! Lagipula rencanamu itu tidak akan berhasil!" Vincent sudah tidak mampu lagi untuk berdiam diri setelah ia lama berbicara dengan dirinya sendiri.
"Aku tidak akan segan-segan padamu iblis! Kau adalah musuh bagi umat manusia!"
"Musuh? Bukankah kau sudah tahu latar belakang mengapa dunia ini tidak lagi diganggu oleh ras lain? Bagaimanakah cara mengusir mereka? Seharusnya ras iblis memiliki tempat yang lebih besar dibanding dengan manusia lemah sepertimu!"
"Ukh." Vincent tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan oleh iblis itu, lagipula memang benar kenyataan itu yang dikatakan oleh Danny, namun tetap saja pemberontakan dan kejahatan yang muncul karena ulah iblis bukanlah hal yang bisa dibenarkan.
"Makhluk rendahan sepertinu yang hanya bisa meminta bantuan pada kami yang terkuat dan memberikan upah kecil bagi kami? Tidak mungkin kami melupakan penghinaan yang kalian lemparkan!"
Mendengar pembelaan iblis itu membuat Vincent berpikir akan situasi yang membingungkan ini, di satu sisi ia tahu iblis adalah makhluk jahat yang tidak bisa dipercaya dan di sisi lain mereka juga punya alasan yang jelas dengan tujuan yang sedang mereka laksanakan ini.
Tapi ini tetap saja tidak benar ....
"Iblis kalian serigala berbulu domba, kalian pikir aku tidak tahu?! Apapun alasan yang kalian utarakan tidak lain tidak bukan untuk menguasai dunia ini dengan berbagai cara bukan?! Kesempatan yang terbuka lebar karena kami meminta bantuanmu dari ras lain kemudian kalian mau untuk menerima upah kecil berupa wilayah di dunia ini, namun cepat atau lambat makhluk jahat seperti kalian akan menunjukkan taringnya!"
Vincent geram karena mengakui apa yang dikatakan iblis itu, sebaliknya ia semakin muak karena iblis bertingkah seolah tindakan merekalah yang dibenarkan, memutarbalikkan fakta dengan mudahnya, ia tidak mau termakan oleh ucapan palsu si jahat itu.
"Tifee! Kau adalah makhluk yang tidak seharusnya datang ke dunia ini!"
Raut wajah Vincent dengan jelas menunjukkan bahwa ia benar-benar serius akan hal ini, ia tidak mungkin membiarkan makhluk jahat ini terus seenaknya.
"Hmph, kau tahu banyak ya? Kurasa kau tidak mengetahui ini sendirian, sudah pasti dari rekanmu bukan? Aku penasaran berapa banyak lagi orang yang akan tahu teror yang akan terjadi di dunia ini, memikirkannya saja sudah membuatku geli."
"Sial!"
__ADS_1