Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 96: Masih Ada Harapan


__ADS_3

Bel pertandingan kedua telah dibunyikan, kedua petarung kembali ke dalam area pertarungan ternyata Yizi tidak lagi seganas apa yang dilakukannya pada babak pertama, ia melakukan block pada bagian rusuk kanannya dengan tangan kanannya dan melindungi kepalanya sendiri dengan tangan kiri sambil kembali menatap tajam pada Danny.


Danny belum menyadari apapun saat itu selain daripada memang mungkin itu adalah teknik Yizi sendiri agar ia bisa mempertahankan poin yang telah diperolehnya pada babak sebelumya.


Jadi itu berarti?


Serang!


Danny segera perlahan mendekati Yizi, tangannya terasa sedikit berat namun ia mengabaikan perasaan itu.


Satu serangan saja!


Huush!


"!" Serangan Danny hanya numpang 'lewat saja' dapat di hindari dengan mudah oleh Yizi dengan mengelak ke sebelah kanan.


Astaga kalau begini ...


Huuusssh!


Pukulan hook seketika dilancarkan oleh Yizi namun ternyata Danny mampu melompat mundur sebelum tubuhnya terkena serangan itu.


Tap.

__ADS_1


Uuugh.


Begitu mendarat dari lompatannya itu Danny merasa berat tubuhnya memaksanya untuk berbaring, itu terasa sangat berat!


Namun Danny berusaha untuk bertahan dengan memasang kembali kuda-kudanya, lagipula memang ia tidak boleh jatuh di pertarungan ini, sekalinya jatuh pasti akan susah untuk berdiri kembali.


Danny kembali memperhatikan gerak-gerik lawannya itu, dan lagi begitupula sebaliknya.


Pertarungan babak kedua tidak se-intens daripada pertarungan babak pertama, nampaknya kedua petarung ingin lebih bertahan masing-masing, mereka hanya mau menunggu serangan yang akan datang pada mereka.


***


Danny, aku tahu kau adalah pemuda yang hebat, aku tahu betul itu, aku Brock, sebenarnya selalu memperhatikanmu.


Sebenarnya aku sendiri tidak memiliki suatu apapun, ataupula hal yang baik yang dapat ditunjukkan padamu.


Aku menganggapmu sebagi teman kecilku, dan tentu saja aku peduli meskipun tidak terlalu terlihat, hanya saja aku ingin kamu tahu.


Sikapku ini memang menyebalkan ya? Aku benar-benar minta maaf kalau itu mengganggumu, sebenarnya melihatmu kesakitan saat bertarung itu juga berpengaruh padaku.


Aku khawatir akan keadaamu nanti, bagaimana jika kau cidera, atau bahkan cidera berat?


Mungkin saja aku belum siap untuk melihatmu seperti itu, tapi dibalik perasaanku ini, aku tahu sebenarnya Vincentlah yang mungkin saat ini tersiksa melihatmu harus berjuang keras saat ini.

__ADS_1


Kalau kau bisa lihat dia sekarang ini, matanya berkaca-kaca lho, ia tidak tahan melihatmu terus-terusan tersiksa.


Tapi tentu saja ia langsung mengelapnya, ia tidak mau air mata terus berada dalam pandangannya.


Karena ia tahu bahwa,


Harapan menang tidaklah nol!


***


Aku harus menyerang! Apapun yang terjadi aku harus maju ke depan!


Danny terus-terus mempertimbangkan apa yang akan dia lakukan, namun waktu terus berjalan maju, ia harus segera memutuskan bahkan jika dia tidak memutuskan apapun tetap saja konsekuensi akan tetap menghampirinya.


Kalau begitu ...


Serangan badan!


Danny kembali maju ke depan menuju Yizi yang benar-benar sedang bertahan dengan rapat kali ini, namun ia tidak peduli.


Danny melepaskan beberapa pukulan, ia melihat celah di sebelah rusuk kanannya yang terbuka lebar, sebuah tinjuan ia lancarkan ke wajah Yizi sebelah kiri, serangan itu berhasil di tangani dengan baik olehnya, namun serangan tinju kanan Danny masuk telak mengarah ke rusuk kanan Yizi.


BUAGH!

__ADS_1


__ADS_2