
Yang dirasakan Danny setelah menyelamatkan Jack dan Gill adalah ia merasa seluruh tubuhnya kaku dan susah digerakkan.
Terlebih lagi ia merasakan lelah yang luar biasa setelah bangun dari tidurnya itu.
Forhan dan Cecilia bingung dengan kejadian yang menimpa Danny ini, sehingga mereka memutuskan bahwa Dannya harus beristirahat seharian penuh untuk memulihkan tenaganya.
Selama berada ditempat tidur, Danny tak habis pikir mengapa ia mengalami mimpi aneh dan tidak bisa ia ingat.
Alih-alih memikirkannya Danny memutuskan untuk beristirahat memulihkan tenaganya.
----------------
Victoria yang tengah memandangi markasnya yang telah hancur, ekspresi datar yang dipasangnya ia juga telah mengetahui bawahannya yaitu Quin telah dikalahkan.
Ia ingin menyimpan semuanya sendiri dan tidak melaporkan pada Raja Iblis Archifer.
Namun Archifer tidak sebodoh itu, ia telah memberikan sihir kepada setiap bawahannya agar apapun yang mereka lakukan bisa dipantau dan diawasi.
Victoria pun dipanggil kembali oleh Archifer, Kerajaan Iblis yang kemudian disebut sebagai DeathValley.
Victoria dibawa kedalam ruang kerajaan, para dewan dan petinggi kerajaan iblis ada disini.
Archifer mulai menginterograsi Victoria
"Apa yang telah kau lakukan"
"Maaf tuanku..."
"Markas yang telah saya bangun di luar Kerajaan Selatan telah dihancurkan"
Archifer mulai bertanya lebih banyak lagi
"Mengapa bisa begitu?"
"Saya tidak tahu, namun yang pasti seseorang telah menghancurkannya."
"Dan orang itu bukan orang biasa, karena seharusnya markas saya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang."
"Apa yang telah kau buat sebelumnya?"
"Saya menyandera dua pemuda yang berencana menghancurkan iblis"
"Mereka ingin menghancurkan iblis?"
Victoria menjawab
"Pastinya Kerajaan Selatan telah mengirim mereka, karena saya telah menyebarkan teror di seluruh kerajaan selatan."
"Apakah dua pemuda itu yang menghancurkan markasmu?"
"Kurasa bukan tuanku, karena mereka berdua seharusnya sudah tak berdaya bahkan salah satu dari mereka telah saya kutuk."
Porthos yang adalah penasihat kerajaan iblis mulai angkat bicara
"Saya rasa ini ada seseorang yang telah menyelamatkan dua pemuda tersebut"
"Seseorang?" Archifer Keheranan
Victoria kembali menjelaskan
"Saya rasa benar menurut pernyataan Tuan Porthos."
"Karena saya telah meletakkan sebuah sihir pendeteksi yang berada didalam markas saya."
"Dan hasilnya ada seseorang yang menggunakan energi suci untuk menyelamatkan dua pemuda yang saya sandera."
__ADS_1
"Serta kemungkinan hancurnya markas saya oleh seseorang tersebut.."
"Energi suci?!" Archifer kaget
"Seharusnya energi itu telah lama hilang.."
"Energi yang hanya bisa digunakan oleh para malaikat"
"Apa?!"
Seisi ruangan kerajaan keget mendengar perkataan Archifer
Salah seorang dewan kerajaan berbicara
"Energi suci?!"
"Bukankah itu adalah kelemahan terbesar kita?!"
Archifer memerintahkan agar situasi menjadi terkendali dan ia mulai berbicara
"Seharusnya hal ini mustahil terjadi.."
"Karena Ras Malaikat sama sekali tidak peduli lagi dengan Hello ini.."
"Namun kenyataanya berbanding terbalik"
"Ini merupakan ancaman besar bagi kita"
Victoria yang bicara untuk meyakinkan Archifer tentang kekuatan iblis
"Tuanku, ini tidak seperti yang tuan kira"
"Lihat, kita telah berkembang begitu pesat selama seribu tahun ini"
Victoria yang tengah tertawa dihadapan Archifer itu tiba-tiba merasakan sakit dikepalanya
"?!"
"Ahhhh!!!!!"
Tatapan mata merah darah Archifer membuat Victoria merasa kesakitan.
Victoria memegang kepalanya sendiri, rasa sakit pada kepalanya begitu menyakitkannya ia merasa seperti ditusuk ribuan jarum secara bersamaan pada kepalanya.
Reaksi Archifer yang melihat sikap sombong bawahannya itu, matanya begitu datar melihatnya kesakitan seolah-olah tidak peduli padanya.
Victoria terus meraung-raung kesakitan, bahkan ia membentur-benturkan kepalanya pada lantai dengan tujuan mengusir rasa sakitnya itu.
"Aaaarghhh!!!"
"Uaaahhh!!!!"
"Sa...sakit~"
Perlahan dari mata, telinga dan lubang hidungnya mengucurkan darah.
"Tuan sebaiknya hentikan ini"
"Porthos?"
"Bawahanku ini perlu diluruskan pikirannya.."
"Yah saya mengerti Tuan, namun jika kau teruskan, ia bisa mati"
Darah yang berceceran dari wajah Victoria bertambah banyak, siapapun yang melihatnya pasti ingin memalingkan wajah darinya, ia terlihat sangat mengerikan.
__ADS_1
"Tua..n...."
"A...mpu..ni S...saya...."
"Tu....an....."
Melihat nya bersujud sambil memohon akhirnya Archifer mengentikan tindakannya tersebut
"Haaahh..."
"Haaah...."
"Pergilah Victoria jalankan kembali tugasmu, pastikan kau menyelesaikannya.." Ucap Archifer
"Ba...baik...Tuan"
Victoria pergi dari ruangan raja dengan meninggalkan jejak darah kelam.
Ia pergi membersihkan dirinya di kamar mandi.
"SIALAAANNN!!!"
"AWAS SAJA KAU YANG MENGHANCURKAN MARKASKU!!"
"AKAN KUBALAS BERKALI-KALI LIPAT!!!"
Kaca yang berada depannya itu retak seketika.
--------------
Danny yang telah merasa baikkan karena telah beristirahat selama seharian, pada waktu malam ia mulai melangkahkan kaki untuk berjalan-jalan disekitaran Kerajaan Timur ini.
Ia tengah berjalan-jalan seperti biasa, suasana kota ramai seperti biasanya karena tengah ada festival tahunan untuk merayakan hari lahir kerajaan tersebut.
Berbagai acara dihelat, menyanyi, pertunjukan sihir, drama, semuanya dirancang untuk bisa memeriahkan acara tersebut
Kembang api memecahkan keheningan diangkasa, warna-warninya membuat siapapun yang melihatnya merasa gembira.
Anak-anak berteriak tanda kegirangan mereka bermain-main satu sama lain sedang orang tua mereka mengawasi dari kejauhan.
Danny hanya melihat festival itu dari kejauhan, jauh dari keramaian dan kemeriahan acara tersebu. Ia duduk dibangku umum setelah ia membeli segelas kopi yang dibelinya dari penjual keliling.
Meneguk kopi ditengah keriuhan ini membuatnya tenang untuk sementara.
Danny mulai memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, mulai dari kejanggalan demi kejanggalan yang ia alami.
Ia menyadari sesuatu, setiap kali ia bangun ditempat baru ataupun merasa kesakitan dan bermimpi aneh, Danny menyimpulkan bahwa ia telah mengalami kematian.
Hal ini tidak diterima mentah-mentah olehnya, melainkan ia terus memikirkan apa penyebab dari semuanya ini. Belakangan ini Danny mulai juga bisa merasakan aura dari berbagai macam makhluk hidup, dan yang ia pikir aneh ialah aura Forhan tercium seperti aura binatang buas. Namun ia menyimpan hal ini sendiri sama persis dengan yang dilakukan Cecilia.
Acara yang berada didepan Danny itu adalah acara tahunan yang meriah, ia heran kenapa Forhan dan Cecilia tidak melihat pertunjukan semeriah dan sehebat ini.
---------------
Sementara ada tiga pria asing yang tengah mengamati Danny dari kejauhan, mereka bertiga tertarik dengan aura sihir unik Danny.
Mereka berusaha untuk mendekatinya, para pria tersebut berpakaian hitam lengkap dengan penutup wajah, perlahan namun pasti mereka melangkahkan kakinya mendekati Danny.
Karena persiapan matang tiga pria tersebut, mereka menyembunyikan aura mereka sehingga Danny tidak dapat lari darinya.
Danny yang masih saja bersantai dibangku tersebut tidak menyadari ada yang mendekatinya dari belakang.
Salah satu pria itu membekapnya dengan menggunakan sapu tangan yang telah dibasahi potion penenang, sontak Danny meronta-ronta karena ada pria asing yang membekapnya. Namun apa daya kekuatan pria itu amat besar dan Danny tidak dapat berbuat apa-apa.
Segelas kopi hangat itu jatuh ketanah.
__ADS_1