Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 544: Di Atas Takdir


__ADS_3

"Kamu diutus sebagai manusia yang punya kekuatan ras kami." Gaberl memperjelasnya.


"Apa?" Danny terdiam, berusaha memproses apa yang didengar.


Kakek Danny terdiam juga, dia tahu Danny tumbuh dengan baik, penurut seperti biasa, hanya saja ada pancaran kekuatan kecil yang ada padanya.


"Jadi aku ini bukan manusia?" Danny memastikan lagi, ia masih bingung.


"Kamu setengah manusia-setengah ras malaikat." Gaberl tersenyum.


"WAH!" Danny tidak menyangka bakal mendengar hal seperti ini!


Tiada angin tiada hujan, ia malah mendengar fakta mengejutkan ini!


'Aku tak pernah mendengarnya dari kakek.' Rasanya aneh mendengar kenyataan tiba-tiba. Namun Danny tahu mana mungkin ras malaikat berbohong.


"Jadi itu kenapa aku bisa selamat... dari 'kematian'?"


Gaberl mengangguk. Ia tidak berharap pemuda itu mengerti, lagipula memang yang semua yang terjadi tidak masuk akal, berusaha mengerti pun percuma saja.


Tidak perlu mengerti, cukup percaya saja. Itu akan jauh lebih mudah.


"Kami menempatkanmu di kuil suci yang hancur, dan kakekmu merawatmu sampai misimu dimulai."


Penjelasan Gaberl makin terasa jelas, rasanya lebih mudah tidak percaya dibanding percaya. Namun sekali lagi Danny tahu tidak mungkin ras malaikat tidak mengatakan hal yang sebenarnya.

__ADS_1


‘Aku dari kuil setengah malaikat dan setengah manusia….’ Danny terdiam, ia merenung akan apa yang didengarnya, pada akhirnya mau seberapa lama ia pikirkan tetap tidak masuk akal juga.


Sama tidak masuk akalnya seperti ‘kematian’ yang menolaknya.


“Itulah sebabnya takdir membawa kita bertemu lagi Danny.” Gaberl tersenyum lembut.


'Lagi?' Sejujurnya Danny tidak ingat kapan terakhir kali bertemu dengan pria bercahaya ini. Mungkinkah sudah lama?


Bukannya perasaannya tumpul atau bagaimana, Danny berusaha melihat ini dari sudut pandangnya.


“Aku tidak cukup kuat untuk hidup di dunia ini.” Danny tertunduk, melihat kembali masa lalunya yang kelam. Ia sudah melihat orang-orang berharga pergi dari hadapannya.


Jika ia adalah setengah malaikat dan setengah manusia, tentu harusnya ia punya kekuatan yang cukup untuk melindungi sesama bukan? Tapi kenapa ia tidak bisa?


Kenapa ia tidak bisa melindunginya? Dan malah jadi beban bagi sesamanya.


Mau bagaimanapun juga Danny masih punya sisi manusia dan itu perlu dihargai juga.


Danny masih tertunduk, ia malah takut untuk melihat apa yang akan terjadi. Ia meragukan dirinya sendiri.


“Danny, sudah kamu dengar, kamu tak dibawah takdir. Takdirlah yang menurut padamu.” Gaberl menyela keheningan, sementara Danny mengangkat wajahnya.


‘Meskipun sang raja iblis adalah lawannya?’ tanya Danny dalam hati.


Gaberl mengangguk sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


Tidak bisa dipungkiri Danny menghadapi takdirnya sendiri, dan sudahlah diujung jalan.


“Perasaan memang baik, namun jangan kalah padanya.” Gaberl tidak meminta Danny jadi seorang berdarah dingin, ada kalanya semua perasaan harus disyukuri.


Perasaan sewaktu-waktu bisa jadi beban, dan jika sudah begitu tidak ada gunanya lagi selain menghalangi langkah orang. Gaberl tahu pemuda ini sudah melewati banyak hal yang tentunya menguras emosi, pikiran dan jiwa.


Danny melihat kembali kilas balik yang terjadi padanya, tidak dapat dipungkiri semua yang terjadi sudah terjadi dan tidak bisa diulang.


Baik keberadaannya sekarang dan keadaan semua orang, semuanya tidak baik-baik saja. Namun selama ia berusaha maka sesuatu pasti berubah.


Bahkan ketika berhadapan dengan takdir itu sendiri!


Gaberl terdiam, pemuda ini memang sudah melewati banyak hal dalam hidupnya, pada kenyataannya ras malaikat merencanakan mengutusnya tanpa perasaan sama sekali.


Itu bertujuan agar pemuda yang diutus ini tidak melenceng dari takdirnya sendiri. Karena banyak hal yang terjadi, bukan tidak mungkin orang akan berubah.


Namun ternyata tidak seperti itu, pemuda bernama Danny itu menjalani kehidupan sebagimana mestinya, ia bahkan dengan senang hati menerima kenyataan ‘mengerikan’ yang terjadi padanya.


Lagipula ras malaikat tidak bisa terang-terangan mengirimkan ras malaikat langsung demi mencegah rencana jahat iblis, karena itu melanggar perjanjian yang sudah mereka ikat. Ras malaikat sudah menyiapkan rencana pencegahan ini jauh-jauh hari bahkan tepat setelah perjanjian manusia dan iblis terbentuk.


Lain halnya ketika Danny muncul didunia, dia sepenuhnya manusia yang punya kekuatan ras malaikat.


Danny tidak menyangka misteri ini akhirnya terungkap juga, alasan kenapa ‘kematian’ tidak menginginkannya. Tidak lain tidak bukan karena takdir tidak mengizinkannya!


‘Kalau aku berjalan di atas takdir… itu berarti… aku bisa menghentikannya.’ Danny menutup matanya, alis matanya menurun tajam ke bawah.

__ADS_1


Kepercayaan dirinya terbangun perlahan, tekad hatinya kembali kuat. Inilah akhirnya, ia menanggalkan semua bebannya dan melangkah maju. Hanya itulah yang bisa dilakukannya.


Sementara itu perlahan namun pasti sinar terang kembali menyelimutinya, Danny membuka matanya dan tersenyum sedikit. “Kami pasti bisa.”


__ADS_2