Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 108: Rencana


__ADS_3

Brock dan Vincent sangat menyambut kedatangan Danny kembali setelah dua minggu lebih mereka tidak bertemu, pembuktiannya ada ketika mereka membuat kue yang hanya khusus di buat untuk Danny.


"Jadi kembali lagi seperti ini?"


Danny kembali menyatakan hal yang memang membuatnya merasa 'tidak berguna'.


Kenyataan yang harus diterima, hidup tidak secara bebas, perlahan memang sangat mempengaruhi hatinya.


Mereka telah selesai makan kue tersebut sampai habis, Vincent menyodorkan segelas air putih hangat pada Danny dan Brock begitu juga untuk dirinya.


"Memang seperti ini Danny," ucap Brock terang-terangan.


"Sebelum kau datang ke sini juga memang keadaannya tidak pernah berubah," tambahnya.


Kembali lagi ke dalam kehidupan yang terbelenggu, meskipun Danny merasa nyaman tinggal di sini namun tetap saja tujuannya menanti di depannya, menunggu untuk ia datang.


"Apakah Dark Shadow adalah orang-orang jahat?" Danny kembali menanyakan untuk memastikan informasi yang ia butuhkan untuk keluar dari sini.

__ADS_1


"Sulit untuk menilainya, bisa di bilang mungkin ia tidak jahat-tidak pula baik," jawab Brock, ia menjawab seadanya, yaitu berdasarkan pengalaman ia tinggal di sini yang cukup lama.


Vincent mengangguk mengiyakan pernyataan dari Brock, Danny hanya bisa menyimpulkan satu dari segala semungkinan yang ada.


Mungkin saja kita bisa keluar dengan satu cara ...


Tetapi sayangnya aku belum mengetahuinya, bahkan tidak bisa mengumpulkan informasi dari yang sudah tinggal di sini.


Kalau begitu ...


***


"Pemuda yang telah mengalahkan Quan Cho, dia juga bisa menandingi Yizi, si pemimpin Alliance Fight's itu ...."


Nampaknya pemimpin mereka yang dapat di bedakan dari warna matanya yang merah, mulai berbicara dan mendiskusikan hal ini.


"Ketua, memang benar kami sependapat dengan anda- pemuda itu memiliki potensi yang amat baik dalam pertarungan ...."

__ADS_1


Mereka nampaknya tengah mengadakan rapat di ruangan itu, layaknya rapat kantoran- tetapi ini bukan seperti itu, bisa di bilang mirip.


"Aku tahu, sekarang mungkin saat nya ...."


Seluruh orang yang hadir di sana tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ketua mereka itu, mereka saling menatap satu sama lain layaknya orang yang kebingungan.


"Ehm." Sang ketua terbatuk sedikit, padahal itu sama sekali tidak diperlukan tapi rasanya ia ingin menjaga wibawanya di hadapan para anggota organisasinya itu.


"Kita akan pertemukan pria muda itu dengan seorang ksatria yang kita culik dengannya .... Aku benar-benar merasakan aura kekuatan yang luar biasa dari ksatria itu, aku kira memang dialah yang bernama Arthur ...."


Sang ketua mulai menjelaskan dengan rinci apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, para anggotanya dengan sigap memerhatikan penjelasan pemimpin mereka itu.


"Untunglah saat kita menangkap dan menculiknya kemari, kekuatannya dapat diminimalisir oleh kemampuan kita. Dan juga sangat beresiko bila memang kita menempatkan dia di dalam sel biasanya, apalagi beserta dengan orang-orang lain. Kemungkinan ia dapat mengeluarkan kekuatannya secara tiba-tiba bisa meningkat dengan drastis ...."


Para anggota di sana pun mulai menanggapi, "Maksudnya itu adalah alasannya kita menempatkan dia di ruang karantina?"


"Ya kau benar, dari auranya memang benar-benar kuat dan bisa membahayakan kita, maka dari pertimbangan hal tersebut kita akhirnya harus membuat dia tidak sadar dengan cara mempengaruhinya dengan kemampuan kita."

__ADS_1


Sang ketua mulai beranjak dari kursi tepat duduk, meletakkan tangannya ke belakang tubuhnya, "Dalam rencana kita kedepan, kita akan melepaskan dia ...."


__ADS_2