
Danny mengambil sedikit waktu untuk beristirahat, ia tidak sampai kehilangan kesadarannya karena penggunaan kekuatan batu permata mulia kecepatan ini, ia sudah dibantu dengan kekuatan batu permata mulia fisik hingga akhirnya ia masih bisa bertahan sadar.
Danny perlahan menguatkan tubuhnya, kebergantungannya pada kekuatan batu permata sihir memanglah terlihat jelas, namun jika itu adalah satu-satunya pilihan baginya maka bersahabat dan menggunakan sesering mungkin kekuatan ini adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan.
Tidak berselang lama Danny kembali pulih seperti sedia kala, ia melihat Patricia masih memegang tangannya dan ia terlihat khawatir padanya.
"Kita sudah sampai." Danny tersenyum.
Patricia menyadari apa yang dikatakan temannya itu, ia segera melepaskan genggaman tangannya itu dari temannya dan kemudian membantunya untuk berdiri, dengan agak gugup.
__ADS_1
Brock dan Vincent menanyakan bagaimana keadaannya sekarang dan Danny menjawab sejujurnya, ia memang sudah merasa kembali pulih dan siap untuk melanjutkan perjalanan mereka memasuki wilayah dataran timur ini.
Mereka berempat akhirnya mulai memasuki pepohonan besar yang sangat tinggi melebihi ukuran pohon pada biasanya, untuk sesaat Danny mengabaikan pemandangan yang terlihat aneh itu, ia menduga ini hanyalah area biasa yang bisa ditemui di wilayah bagian timur, dan hanya itulah yang dipercayai olehnya.
Area berbatasan dengan laut luas ini adalah wilayah dataran timur, Danny mengetahui hal ini karena memamg telah mendengarnya dari Tuan Housen, bahwa memang ia harus pergi ke daerah ini untuk menemukan petunjuk mengenai keberadaan pemegang batu permata mulia selanjutnya.
Danny dan teman-temannya sedang berjalan melalui pepohonan yang sangat besar saat ini, kumpulan pohon dengan diameter yang tidak biasanya, bahkan akarnya pun sampai menghalangi jalan mereka untuk melalui tempat ini.
"Danny kita sedang berada di tempat yang benar 'kan?" Patricia mendekati Danny yang memimpin di depan perjalanan mereka ini.
__ADS_1
Danny mengangguk kecil. "Ya, ini adalah tempat yang harus kita lalui sebelum masuk ke wilayah penduduk yang bisa kita temui."
Danny hanya bisa memberikan jawaban singkat, ia memang merasa tempat ini bukanlah hal baru yang dilihatnya, entah mengapa namun memang ia merasakan hal seperti ini.
Beberapa saat mereka sedang berjalan, dan terus berjalan memasuki area pepohonan besar ini, sinar matahari yang seharusnya cerah ini tidak dapat masuk ke tempat ini, karena tertutup dahan besar di atas dan pula dedaunan kering yang besar pula.
Itu membuat suasana di tempat ini terasa suram dan agak redup, dan perubahan suasana seperti ini rasanya perupakan pertanda yang kurang baik yang dirasakan keempat orang yang sedang berjalan di sini.
"Apakah sekarang sudah sore?" Vincent kira waktu yang dibutuhkan ketika mereka berjalan di sini sangat lama, hingga akhirnya ia merasa hari sudah sore karena memang suasana yang suram dan redup ini.
__ADS_1
"Kita bahkan belum berjalan satu jam di sini, waktu tidak ada bedanya ketika kita berjalan di tempat ini." Brock memberikan jawaban yang membuat temannya itu harus berpikir, ia memang bisa melihat pendapat sederhana Vincent mengenai waktu yang berjalan dengan cepat karena memang suasana terlihat agak redup, namun sebenarnya faktor tempat inilah yang menyebabkan semua itu terjadi.