
Tidak heran akan hal itu yang jadi sorotan, Raja Kerajaan Timur ini mengerti apa yang dimaksud Brock.
Fakta akan Danny yang kini adalah incaran iblis adalah hal yang sudah jelas.
Kini para iblis mulai menjalankan rencananya untuk mengambil alih dunia, dan sebelumnya mereka pasti akan mengeliminasi apapun dan siapapun yang menghalangi rencana mereka itu.
Dan itu termasuk Danny yang secara garis besar memang jelas-jelas berniat menghentikan rencana iblis itu.
Meski fakta itu sudah diketahui sekalipun, masih tetap belum bisa menjelaskan mengapa anak muda itu menghilang tiba-tiba.
“Apa kau tahu sesuatu Patricia?” Tarnatos ingin mengorek informasi lebih banyak. Dengan bertanya pada seorang yang terakhir kali bersamanya bisa saja mengungkap hal baru.
“Danny tiba-tiba saja menghilang....” Patricia menatap perlahan ke bawah, karena sebelumnya rekannya itu mengeluarkan kekuatan yang besar maka tidak banyak yang bisa ia perhatikan.
Ia tidak bisa melakukan apapun ketika Danny sudah melakukan sesuatu, dan sekarang terjadi hal seperti ini yang membuatnya jadi merasa tidak berguna.
Apa yang bisa ia katakan pada raja mengenai hal ini?
Apa dengan teori Danny dengan sengaja meninggalkan tempat ini? Menggunakan aura kekuatan sebagai pengalihan? Dengan begitu musuh tidak akan curiga dan mengira pertarungan masih berlangsung.
Cara itulah yang paling tepat digunakan ketika menghadapi lawan yang terlampau kuat, yaitu dengan mengecohnya.
Teori itu bisa terjadi, namun pada akhirnya itu hanyalah sekadar ‘kemungkinan’ saja.
“... Ada... bayangan hitam,” gumam gadis itu tiba-tiba setelah beberapa lama termenung.
“?!” Ekspresi Patricia tiba-tiba berubah, yang menandakan ada sesuatu dalam pikirannya.
Tepat sebelum Danny menghilang, Patricia masih bisa mengingat detik terakhir yang aneh. Ia terlambat menyadari hal ini karena ia pikir tidak ada gunanya mengingatnya.
Di mana kekuatan rekannya itu seolah menghilang dan bersamaan dengan itulah ada bayangan hitam yang aneh, dan Danny menghilang.
“Bayangan hitam?” Tarnatos bisa mendengar jelas apa yang digumamkan oleh gadis ini.
Patricia menggelengkan kepalanya pelan, ia ragu akan apa yang muncul di kepalanya itu.
Bayangan hitam bagaimana? Siapa yang peduli bayangan hitam atau apapun?
__ADS_1
Bisa saja itu hanyalah halusinasi yang muncul tiba-tiba padanya bukan? Mengingat Patricia saat itu cukup lelah untuk memerhatikan rekannya.
“Bisa kau jelaskan lagi ‘bayangan hitam’ ini?” Tarnatos terdengar serius.
“Eh?” Patricia tidak menyangka sang raja malah tertarik dengan apa yang ia katakan spontan itu.
“....”
Mungkin terdengar konyol menceritakan apa yang belum pasti ini. Tapi entah mengapa Patricia merasa ia memang harus menceritakannya.
“Sesuatu yang hitam pekat muncul... tepat sebelum Danny menghilang.”
“Hitam pekat?” Tarnatos berusaha mencerna apa yang dikatakan gadis muda ini.
“Apa ‘itu’ itu berbentuk manusia?” Tarnatos punya pendapat yang gadis ini lihat bukanlah sesuatu yang biasa.
Patricia kembali terdiam sejenak. “Ah, saya tidak... tahu Tuan.”
Patricia tidak bisa mengingat bagaimana bentuk bayangan, objek, hal, atau apapun soal 'sesuatu' yang ia lihat itu.
Pasalnya kejadiannya terlalu cepat, dan sampai-sampai ia pikir apa yang ia lihat terakhir kali itu hanyalah halusinasi belaka.
Apa yang dilihat gadis ini bisa saja adalah kunci mengapa Danny bisa menghilang. Dengan ketiadaan informasi yang mendukung, maka hanya tinggal masalah waktu saja sebelum keberadaan Danny bisa diketahui.
Sedang Brock dan Vincent hanya terdiam, sedari tadi mereka menyimak pembicaraan ini, entah mengapa kini apa yang mereka pikirkan adalah hal yang kurang lebih sama.
“Dark Shadow....” ujar Brock dan Vincent bersamaan setelah beberapa saat hanya menyimak obrolan gadis kecil dan sang raja ini.
“Hm?” Tarnatos baru pertama mendengar kata aneh seperti itu, apa yang sebenarnya kedua pria ini bicarakan?
Melihat sang raja bingung. Vincent merasa terpanggil dengan menjelaskan semuanya secara padat, dan semenarik yang ia bisa.
Untuk beberapa saat kedepan Vincent menjelaskan tentang Dark Shadow ini.
Tarnatos menyimak penjelasan pria berambut sebahu itu dengan serius, meski memang ia sedikit kesulitan karena gaya pembawaan pria ini terkesan dilebih-lebihkan.
“Baiklah. Dark Shadow adalah pemimpin organisasi ilegal, begitu?” Tarnatos menyimpulkan apa yang ia dengar dengan nada serius yang tidak dilebih-lebihkan.
__ADS_1
“Hm.” Brock tidak menyangka sang raja bisa langsung mengerti penjelasan dramatisir rekannya ini, padahal ia hampir saja menghentikan penjelasan itu.
Dan kini Tarnatos mendapat informasi baru yang mendukung apa yang telah diketahui sebelumnya, memperkuat dugaan bahwa memang ‘bayangan hitam’ itu punya andil di kasus hilangnya Danny ini.
Tapi terlepas dari dugaan yang menguat ini, tetap saja tidak menjamin bayangan hitam yang dilihat gadis ini adalah sesuatu yang sama yang dijelaskan oleh pria berambut sebahu ini.
Kemungkinannya ada, dan berlaku juga sebaliknya. Tarnatos pada akhirnya masih belum mendapat kepastian di sini.
Setelah mengumpulkan informasi sekalipun, itu masih belum cukup untuk membuat Danny bisa kembali. Pada akhirnya perbincangan soal Danny yang menghilang berakhir di sini.
Patricia, Brock, dan Vincent percaya Danny menghilang untuk alasan yang baik dan sekarang mereka hanya perlu menyusun rencana selanjutnya.
“Apa pertempuran di kota sudah berakhir?” tanya Patricia setelah mengobrol beberapa saat, tidak bisa dipungkiri ia begitu penasaran akan apa yang terjadi di sini.
Patricia merasa semuanya hening dan damai, bahkan ia bisa melihat suasana tenang dari luar dengan matahari yang cerah. Bahkan suara burung berkicau terdengar jelas dan merdu, sangat berbeda dengan apa yang ia lihat sebelumnya.
“Ah kau belum tahu ya.” Brock sadar Patricia sementara ini beristirahat saja, sedang ia dan Vincent sudah tahu apa yang terjadi di sini.
Tarnatos menghela nafasnya. Ia sudah cukup banyak mendapat informasi dari gadis ini, dan kini saatnya ia menjelaskan juga apa yang ingin gadis ini ketahui.
“Ini bukan dunia nyata,” ujar Tarnatos dengan raut wajah yang berubah. Terasa lebih muram.
“Bukan... dunia nyata?” Patricia masih belum paham dengan apa yang diucapkan sang raja ini.
“Ini dunia buatan.” Tarnatos menjelaskan dengan singkat, tidak banyak kata namun hanya yang perlu diketahui gadis ini saja.
“Seperti saat kita berlatih dahulu.” Vincent ikut menjelaskan, yang pada akhirnya membuat Patricia makin menyadarinya.
Seperti dahulu... yang itu berarti sama ketika saat berlatih di dunia buatan Guru Freiss.
Tapi kenapa... sang raja membuat dunia buatan?
“Ini adalah rencana yang sudah lama dibuat... kita tidak bisa bertahan di dunia yang akan dikuasai iblis.” Tarnatos kini terdengar sangat serius, nadanya dalam dan penuh emosi.
“Kenapa....?” Patricia tidak mengerti.
“Tuan Raja tidak... mempertahankannya....?” Ingatan akan kehancuran dan kematian orang yang sedang berjuang di dunia nyata teringat seketika itu juga, membuat dada gadis ini jadi sesak.
__ADS_1
Segala penderitaan dan perjuangan orang-orang yang ada di dunia nyata demi menghadapi iblis tidak ada artinya?