Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 530: Ruang Gelap Hampa


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain. Sang raja iblis mengambil waktu dengan berpindah ke ruang gelap hampa, yang adalah tempat misterius di antara dunia yang ada.


Jikalau dunia buatan adalah sebuah teknik seseorang, maka ruang gelap hampa adalah tempat di mana beragam hukum alam tidak berlaku.


Makhluk biasa tidak bisa sembarangan ada di sini. Archifer punya akses spesial karena dia sendiri raja iblis.


Archifer melayang-layang di sana, sembari memikirkan suatu hal dalam hatinya.


'Lima batu permata ada padanya.' Sang raja iblis ternyata berniat  menyusun strategi dulu.


Meski ia punya kekuatan besar, namun tanpa rencana yang tepat maka tidak akan efektif.


Rencana dan eksekusi bagus, maka sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi. Itulah alasan mengapa dia ada di sini.


'Dia menggunakan tubuhnya sebagai media.' Inilah yang Archifer tahu. Pemuda itu tidak membuat senjata, melainkan malah menggunakan tubuh sendiri.


Kenapa begitu? Padahal memakai media lain sebagai saluran kekuatan batu permata mulia akan lebih efektif dan juga efisien, misalnya bentuk seperti senjata.


Apa pemuda itu malas, tidak peduli dan malah menggunakan tubuhnya sendiri?


Mengapa dia bisa sepercaya diri itu?


Archifer jadi ingat bagaimana ia bertarung dengan pemegang batu permata mulia yang terdahulu.


Yah, tidak dapat dipungkiri memang ras elf bukan satu-satunya yang menyulitkan iblis sewaktu menjalankan permintaan manusia.


Namun ras demi human juga. Leluhur demi human memberi perlawanan bagus di masa lalu, bahkan membuat ia sendiri harus turun tangan sendiri melawannya.


Kejadian lama terulang kembali.


'Dulu kekuatan itu berbentuk pedang bercahaya.'


Sang raja iblis ingat bagaimana kekuatan pedang batu leluhur demi human. Bahkan sampai bisa membuatnya begitu bersemangat.


Alasan itulah yang membuat ia datang langsung ke tempat pemuda targetnya, karena energi kekuatannya yang terpancar sama dengan di masa lalu, saat pertama melihatnya ia pikir melihat pedang yang sama, namun ternyata bukan.


Pemuda itu memang mengalahkan setengah elf dengan pedang, hanya saja bukan pedang fisik dan kekuatannya juga lebih kecil dari perkiraannya.


Ras iblis tidak bisa menyembunyikan fakta mereka telah ceroboh di masa lalu.


Archifer sendiri tidak ambil pusing dengan kekuatan batu yang ternyata masih ada itu.


Dulu ia pikir kekuatan batu itu musnah bersama dengan salah satu leluhur ras yang ia kalahkan.


Mengingat betapa menyusahkannya batu ini, Archifer bahkan sampai memastikan apakah sudah musnah atau belum.


Memang leluhur ras demi human sudah kalah, namun kenyataannya dia menyembunyikan batu-batu itu dan menyebarnya ke berbagai tempat.


Sang setengah elf yang mengkhianatinya menyembunyikan keberadaan batu itu, Archifer tidak menyangka dia dibodohi begini.


Rencana sang raja iblis tidak serentak dilakukan, mungkin waktu itulah yang dimanfaatkan pemuda itu untuk mencari batu permata mulia.


Tidak mencegah akan hal ini tentu adalah hal yang memalukan.


Harus diakui bahwa kekuatan batu permata mulia itu besar. Hanya jika ke-limanya bergabung jadi satu.

__ADS_1


Masing-masing kekuatan batu permata itu punya kekuatan juga, namun tidak jadi ancaman besar.


Selama ini sang raja bosan karena hidup damai di bawah perintah manusia.


Menunggu waktu dan akhirnya tiba saatnya.


Mengeksekusi rencana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.


Menyadarkan dunia akan siapa yang paling kuat.


Tantangan yang ada sekarang tentulah akan dihadapi dengan senang hati.


Archifer jadi makin semangat. Ia tidak sabar bagaimana pemuda itu akan terus menghiburnya.


*


Sementara Danny menunggu di dunia buatan yang dimensinya hancur juga. Ia rebahan di dekat air terjun, menunggu santai.


Menikmati dunia yang sebentar lagi hancur tidak salah bukan?


Dan tenang saja ini bukanlah dunia asli.


Semenjak kekuatan regenerasi bangkit, sebagian besar luka yang ada padanya pulih, dan bahkan kekuatan gelap juga menghilang.


Meski Danny tidak berlatih apapun untuk menguasai kekuatan batu terakhir ini. Namun entah mengapa ia bisa langsung cocok.


Tubuhnya tidak menolak kekuatan baru itu dan malah menyambutnya, membuat kondisinya jauh lebih baik.


Lain halnya dengan keempat batu permata mulia yang sebelumnya. Sudah jelas-jelas ia harus menjalani rangkaian latihan yang melelahkan, bahkan menguji batas tubuhnya sebagai manusia.


Apakah mungkin kekuatan regenerasi ini berbeda dari yang lain? Apakah dia mendapat akses spesial dengan menguasai kekuatan batu ini dengan instan?


Danny menyimpan pertanyaan itu dalam hati.


Pertanyaan lain, kenapa Danny bisa begitu yakin lawannya akan kembali?


Bukankah bisa saja sang raja iblis malah pergi ke dunia nyata, mengobrak-abrik dan mengambil sandera dan membuat Danny kelabakan?


Berbagai kemungkinan bisa terjadi.


Namun Danny tidak ambil pusing dengan semua itu.


Lagipula kecil kemungkinan leluhur iblis meninggalkan pertarungan. Bagaimanapun juga itu akan melukai harga dirinya.


SYUT!


Dan benar saja, tak butuh waktu lama Archifer muncul juga.


"...." Archifer melihat manusia itu malah sedang santai seolah tidak ada beban.


Danny melirik ke arah sang raja iblis yang memerhatikannya intens.


"Ah." Ia berdiri juga pada akhirnya.


Danny menggerakkan kepalanya, bersantai sejenak membuatnya agar tidak terlalu kaku.

__ADS_1


Dugaannya tepat, sang raja iblis sudah datang lagi.


Sedang Archifer tidak menyangka manusia itu bisa sesantai ini.


Dia bisa saja panik dan berusaha menemukannya bagaimanapun caranya.


Melihat lawannya yang tidak biasa membuatnya jadi makin tertarik.


Kret.


Danny mengepalkan kedua tangannya.


Ia terngiang bagaimana lawannya itu mengatakan sesuatu yang buruk.


Danny menahan dirinya, kini sang raja iblis pasti punya rencananya sendiri. Gegabah tidak membantunya sama sekali.


Alasan kuat apa lagi yang membuatnya menghilang sejenak? Mungkin saja memang sang raja iblis sudah membuat rencana matang.


Meskipun itu bisa dilakukannya di tengah pertarungan, mengingat dia raja iblis dengan seabreg kekuatan gelap dan teknik tidak masuk akal.


Namun dia malah menghilang sejenak tepat setelah Danny mengeluarkan potensi kekuatan batu permata mulia yang sebenarnya.


"Huh...." Danny mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya.


Mengatur pernafasan, menenangkan diri. Jangan terpancing emosi dalam diri.


Di sisi lain, Archifer menunggu manusia itu menyerang brutal lagi. Namun ternyata pemuda itu malah menahan diri.


Sang raja iblis tahu bagaimana hubungan pemuda itu dengan setengah elf yang mengkhianatinya. Kejadian sekilas sebelumnya adalah bukti kuat.


Pasalnya si elf pengkhianat bertingkah meyakinkan, seolah dia tidak punya hubungan apapun dengan targetnya itu.


Yang pada akhirnya kenyataan terkuak juga.


"Setelah kau, giliran rekanmu." Archifer memberi peringatan, nadanya dalam dan begitu serius, menggetarkan seluruh dataran tempat mereka berpijak.


'Rekan....?' Danny terdiam, dugaannya benar lagi. Sang raja iblis tidak mungkin memakai cara kotor dalam pertarungan, sudah pasti dia akan menyelesaikan apa yang dimulai.


Pikiran Danny langsung pada rekan-rekannya yang sedang ada di dunia nyata.


Setelah Cecilia... rekan-rekannya yang lain juga....


HUSHHHH!


Aura hijau berkobar hebat, Danny menutup matanya perlahan.


"COBA SAJA!" Sorot mata hijau Danny menatap tajam. Terpancar sebuah tekad yang mempertaruhkan apapun demi apa yang dipercayainya.


BUM!


Danny melesat ke depan, sangat cepat sampai-sampai meninggalkan jejak dengan ledakan dashyat.


SHHHH!


Dengan cepat Archifer diselubungi oleh kekuatan gelap besar dan maju ke depan.

__ADS_1


__ADS_2