Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 113: Keputusan Diambil


__ADS_3

Tentu saja Danny tidak bisa membiarkan spekulasi liar itu terumbar kemana-mana, nanti malah terjadi sesuatu yang bisa mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman- lagipula Danny tidak terlalu memerhatikan hal ini juga.


"Bukan! Dia hanya teman bertualangku saja ...." Danny mencoba menjelaskan, tapi tetap saja raut muka Vincent terlihat masih suram- terlihat mengancam, nampaknya memang ia belum percaya juga padanya.


"Huh! Ya sudahlah, itu berarti aku memiliki kesempatan kan?" Vincent melemparkan pertanyaan pamungkas pada Brock yang tadi tengah mencoba menghentikan rencananya itu.


Brock sendiri hanya bisa mengakui bahwa memang saat ini tidak ada yang bisa menghalangi Vincent dalam rencananya itu setelah ia mengetahui kebenarannya.


Danny sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hubungan yang dimaksud Vincent- ia lebih tertarik pada persahabatan yang langgeng.


"Kembali ke topik utama! Bagaimana menurut kalian?"


Danny mengajukan ajakan lagi pada Vincent dan Brock, Vincent sendiri dari tadi memang setuju untuk mengikuti Danny, kini Brocklah yang harus menjawab ajakan Danny tersebut.

__ADS_1


Kini Brock telah mengerti apa dasar Danny mengatakan ajakan itu, ini nampaknya seperti situasi yang teramat gawat, bisa terjadi apapun mengingat iblis adalah makhluk yang penuh dengan misteri, seluruh kelicikan, tipu daya, serta masih banyak hal negatif lainnya, Brock ternyata tidak bisa lagi mengurusi urusannya sendiri ketika memang dunia ini tengah berada dalam bahaya.


Tapi masalahnya ...


"Danny, setelah kita mengetahui berbagai macam atau bisa dibilang sedemikian sedikit informasi tentang iblis, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kita bisa menang?"


Danny memang sudah mengira pastilah Brock menyinggung hal ini, tidak dapat disangkal lagi kenyataan begitu kuatnya iblis seakan mempengaruhi pikiran setiap orang- jadinya orang tersebut akan mempertanyakan tentang kemungkinan menang yang bahkan tidak terlihat sedikitpun.


Tentu saja Danny sekarang menggembar-gemborkan bahwa ia harus segera keluar dari sana, kalau bisa secepatnya.


"Tentu saja kita tidak sendiri! Dunia ini, atau lebih tepatnya pihak kerajaan pasti tidak akan mengubah dunia ini menjadi medan pertempuran!"


Brock mulai memahami pemikiran Danny, nampaknya memang ia semakin menemukan alasan untuk mengikuti Danny dalam petualangannya itu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana kalau aku dan Vincent hanya menjadi penghalang bagimu?"


"Hah? Tentu saja tidak Brock, yang pastinya aku malah senang kalian bisa ikut berpetualang bersama denganku, tujuan kita bersama pasti akan terwujud!"


Lagi-lagi perkataan Danny membuat Brock mantap dalam mengambil keputusannya saat ini. "Baiklah! Kita akan keluar dan berpetualang bersamamu!"


Brock tersenyum, diikuti oleh Vincent yang tersenyum lebar, dan di pihak Danny sendiri ia merasa senang bisa mengajak mereka untuk berpetualang bersama, ia harap bisa segera keluar dari sini ... dengan secepatnya.


***


Di sebuah ruangan, nampaknya ruangan bawah tanah, dindingnya batu-batu hitam yang nampaknya mulai termakan usia.


Ruangan itu begitu gelap, di dalam ruangan sempit itu ada hanya ada satu yang berpakaian robot hitam dan benar saja dia adalah Dark Shadow dan juga matanya berwarna merah tampaknya dia adalah ketua yang berada di sini sendirian, warna penampilan Dark Shadow sama seperti suasana sekitarnya, bisa terbilang penampilan mereka terlihat menyatu dengan kegelapan. Kini hanya terlihat matanya saja yang menyala terang.

__ADS_1


__ADS_2