Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 316: Kondisinya


__ADS_3

Patricia yang saat ini bingung bagaimana ia bisa menyembuhkan Danny dengan kemampuannya tanpa media air yang biasa digunakannya itu.


Tidak lama kemudian Brock dan Vincent sampai ke tempat di mana Danny roboh dan mereka melihat luka yang tadinya kecil malah terlihat bertambah buruk saat ini.


"Pa-Patricia, kau bisa menyembuhkan Danny bukan?" Vincent berharap Patricia dapat segera menangani Danny sebelum akhirnya ia berada di dalam kondisi yang lebih gawat lagi dari apa yang saat ini ia alami saat ini.


Patricia masih bingung bagaimana caranya ia memulihkan keadaan Danny, ia tidak terpikirkan akan adanya kejadian ini dan akhirnya tidak membawa air cadangan dari sungai yang telah jauh mereka tinggalkan itu.


Di lihat di sekitaran area itu pun tidak ada lagi sumber air yang bisa ditemukan, maka karena itu Patricia cukup bingung saat ini; bagaimana mungkin baginya untuk memakai kemampuan penyembuhan kalau tidak ada air saat ini?


Brock kemudian merogoh kantongnya sendiri dan menyodorkan bambu kecil yang nampak seperti suatu wadah pada Patricia.


"A-apa ini?" Patricia tidak tahu apa yang Tuan Brock berikan padanya itu.


"Kau membutuhkan air bukan? Selagi di sungai tadi aku menemukan tempat air berupa bambu kecil, karena kupikir mungkin saja ada waktu akan dibutuhkan maka aku mengambilnya dan mengisi air di sana." Brock memikirkan bahwa ada suatu saat di mana kelompok mereka akan butuh air, karena perjalanan yang tidak sebentar barangkali ia bisa meminum air itu dan juga bisa diberikan untuk teman-temannya juga.


"Aku sebenarnya tidak mempersiapkan air untuk kondisi seperti ini, kukira aku akan haus dan meminum air ini, namun sampai saat ini aku baik-baik saja- air ini masih belum kuapa-apakan sejak dari sungai tempat kita beranjak itu."


Vincent terkesan temannya itu memikirkan hal seperti ini, ternyata memang benar meskipun tadi temannya sendiri sudah melarangnya bercerita namun tidak sepenuhnya seperti itu juga sebenarnya, Vincent yakin Brock masih tetap sama dengan sikapnya seperti dulu, dan itu tidak buruk.

__ADS_1


"Bagus Brock!" Vincent senang dan menepuk pundak temannya sendiri.


Brock juga senang karena Vincent menghargai usahanya itu, namun ia masih teringat akan kejadian di mana ia tetap bersikeras untuk tidak mendengar cerita Vincent, ia masih merasa bersalah karena hal itu, akibatnya Danny harus mengalami hal ini karena perbuatan dirinya itu, namun terasa sulit baginya untuk bisa meminta maaf karena memang tindakannya itu sudah terlewat batas.


Patricia menerima wadah air berbentuk bambu itu, ia juga tidak mengetahui bahwa Tuan Brock sempat mengambilnya tadi, namun ini adalah jawaban dari pertanyaan awalnya tadi, ia harus segera melakukan sesuatu agar kondisi temannya itu bisa membaik.


"Terima kasih Tuan Brock." Patricia menyimpan wadah air berbentuk bambu itu di sampingnya, sedang ia berada di samping tubuh Danny yang rebah.


"Kumohon, seperti kata Vincent tadi, kau pasti bisa memulihkan Danny." Brock menaruh harapan pada gadis itu, ia yakin pada Patricia bahwa ia mampu untuk memulihkan Danny kembali seperti sedia kala.


"Aku pasti akan memulihkannya!" Patricia optimis bahwa ia bisa memulihkan luka Danny yang terlihat kurang bagus itu, hanya keyakinan akan kemampuannya itu yang bisa membuatnya bisa mengeluarkan kemampuannya secara maksimal demi menolong temannya itu.


Patricia seperti biasanya menutup matanya untuk bisa fokus, kini ia menganalisis bagaimana kondisi tubuh temannya itu, ia dapat merasa dengan jelas bahwa memang Danny tidak mendapat luka di area yang fatal pada tubuhnya.


"Danny mengabaikan lukanya sendiri- ia pasti punya alasan untuk melakukan ini aku juga tahu dia tidak punya kemampuan penyembuh, namun tenang saja kondisi Danny tidak lebih parah dari yang terlihat saat ini; Tuan Brock dan Tuan Vincent bisa tenang." Patricia mengatakan hal itu karena memang ia sudah tahu akan kondisi Danny saat ini, analisis secara cepat dapat memberi tahunya secara langsung tentang kondisi tubuh Danny sekarang.


Patricia mengambil wadah air minum berbentuk bambu itu, dan kemudian ia memfokuskan dirinya dan setelah beberapa saat ia mengangkat Danny ke pangkuannya dan perlahan meminumkan air minum yang berada di wadah itu sampai habis; karena wadah berbentuk bambu itu kecil, maka tidak aneh bilamana hanya digunakan untuk satu kali minum saja.


"Danny memang tidak mengalami luka yang fatal, namun kondisinya masih baik, jika diperkirakan dia berada di kondisi yang sedang tidak terlalu parah, setelah kuberi air minum ini seharusnya kemampuan penyembuhku bereaksi padanya." Patricia tahu akan keadaan Danny saat ini, maka dari itu ia bisa dengan tenang memberinya pertolongan saat ini, namun pertanyaan masih ada di dalam benaknya, mengapa ia bisa mengabaikan lukanya ini? Sudah berapa lama dia mengalami ini?

__ADS_1


Patricia tahu bahwa sejak ia sadar, jika dibandingkan dengan luka yang ia lihat pertama kali ketika Danny masih terjebak dan kemudian keadaan tiba-tiba berubah, rumah yang seharusnya masih ada sudah menjadi abu dan Danny yang tiba-tiba berada di sampingnya; Patricia tidak mengerti akan kondisi ini, terlihat seperti lompatan kejadian terjadi tadi, dan di sela-sela kejadian itu Danny melakukan apa?


"Begitukah? Kuharap Danny segera sadar." Vincent berusaha optimis begitupula dengan Brock, mereka berdiri di dekat Patricia yang tengah berusaha untuk memulihkan Danny saat ini.


Tidak berapa lama setelah Danny diberi minum oleh Patricia tubuhnya mulai mengeluarkan aura hijau yang muncul dengan terang.


Luka darah yang cukup banyak berceceran di sekitar tubuhnya berangsur-angsur menghilang, dan setelah beberapa saat lagi luka kecil yang menganga pada bagian dadanya perlahan menutup dengan sendirinya.


Patricia sendiri tidak menyangka kemampuan penyembuhnya bisa secepat ini bereaksi dengan baik pada Danny, padahal dulu kemampuannya itu berjalan lambat dan butuh kesabaran untuk menunggu seseorang bisa pulih kembali.


"Danny bisa pulih secepat ini ...." Patricia memikirkan berbagai kemungkinan, akan memang Danny yang cocok dengan metode penyembuhan yang seperti ini, bisa juga luka yang ia punya itu tidak terlalu parah, atau adanya suatu perubahan dari kemampuan penyembuhnya ini.


Patricia memikirkan kembali hal terakhir, karena ia jarang menggunakan kemampuan penyembuhnya ini maka rasanya tidak mungkin juga bilamana kemampuannya ini bisa meningkat dengan cepat seperti ini.


Tidak butuh waktu berapa lama lagi aura hijau mulai hilang dari tubuh Danny dan perlahan ia mulai membuka matanya, Patricia masih memikirkan mengapa Danny bisa pulih begitu cepat dan tidak sadar akan temannya yang sudah pulih itu.


Danny yakin juga karena ia berada di pangkuan Patricia, sudah pasti dia yang menyembuhkan luka yang ia dapat dari penjahat itu, ketika ia melirik ke arah badannya, bekas luka asalnya sudah tertutup dan darah pun sudah tidak ada lagi di tubuhnya.


"Terima kasih atas bantuanmu Patricia."

__ADS_1


"Oh? Ah! Danny kau sudah sadar!" Patricia akhirnya sadar karena Danny yang menyapanya itu, Brock dan Vincent juga baru sadar dan mereka senang karena Dannt sudah bangun kembali.


"Danny! Bagaimana keadaanmu?" Vincent mendekat pada Danny untuk mengetahui bagaimana keadaan temannya itu begitupula dengan Brock yang melakukan hal yang sama.


__ADS_2