
Arthur merasakan sedang berada di ruang hampa yang gelap sesaat ketika kesadarannya itu sudah menghilang; ini bisa dibilang ia sedang berada di alam bawah sadarnya sendiri.
Di- dimana aku? Mengapa tempat ini begitu gelap?
Arthur yang tahu ia sadar di ruangan yang gelap itu berusaha untuk mencari secercah cahaya agar ia bisa melihat keadaan sekitarnya.
Namun ia berjalan dan berlari untuk mencari cahaya itu, tidak pula ia temukan apa yang ia cari itu; yang ada hanyalah suara langkah kaki hampa yang berasal dari dirinya sendiri.
Mengapa tempat ini begitu sunyi? Tidakkah ada orang lain di sini?
Tiba-tiba Arthur melihat sebuah tayangan di ruangan itu mirip di tayangkan di infokus, bayangan dari masa lalu hidupnya, karena penasaran ia akhirnya mendekati layar yang tiba-tiba menyala itu karena memang hanya di sanalah satu-satunya cahaya yang ada di gelap gulitanya ruang hampa itu.
Setelah beberapa saat akhirnya Arthur sampai di sebuah tayangan yang sedang menayangkan dirinya itu sedang bersama dengan teman-temannya; ia melihat dirinya sendiri bersenang-senang dengan teman-temannya, sedang berjalan-jalan di kota, makan-makan bersama, menginap bersama, dan tidak lupa menjalankan misi yang sama.
Semua yang ditayangkan itu membuat Arthur tersenyum lembut, ia jadi ingat akan kehangatan teman-temannya yang begitu mempedulikannya meskipun terkadang sikapnya yang acuh itu kambuh, namun pada akhirnya Arthur bisa menjadi terbuka dan bersenang-senang bersama mereka bersama-sama.
Ketika sedang menikmati momen indah yang ditayangkan, tiba-tiba tayangan alam bawah sadarnya berubah menjadi mengerikan; ia melihat dirinya sendiri sedang tertawa jahat, tersenyum sinis, raut mata yang penuh ambisi dengan tidak mempedulikan apapun, menentang setiap orang yang pendapatnya berbeda dan begitu banyak hal yang jelas bukan sikap yang baik untuk di nilai orang.
Arthur terkejut ketika melihat tayangan ini, ia melihat dirinya sendiri sedang bersikap buruk dan benar-benar tidak menyenangkan; ia sendiri tidak bisa menyangkal bahwa yang ada di tayangan itu adalah memang dirinya sendiri.
Namun ketika melihat tayangan ini, Arthur merasa termenung sekaligus bertanya-tanya, apakah memang dirinya itu sejahat itu?
Bukannya ia tidak menyadari sekitar ketika melakukan berbagai hal buruk tadi, ia hanya merasa ia telah menuruti setiap peraturan yang diajarkannya pada ksatria seperti dirinya.
Dan dengan bersikap sebagai penegak aturan itulah yang menbuatnya merasa bebas dan lepas untuk melakukan apapun.
Menangkap orang jahat? Bersikap buruk pada orang jahat? Menghentikan orang jahat? Apakah semua itu salah?
Arthur berpikir hanya dalam kacamatanya sendiri, hanya dalam peraturannya sendiri dan tidak peduli apapun selain apa yang dianggapnya benar, ia sama sekali belum menyadari hal ini.
__ADS_1
Lalu tayangan pun berubah ketika Arthur mencoba menangkap organisasi illegal, setidaknya yang ia yakini Alliance Fight's bahkan ia menghentikan pelarian mereka dan membunuh sebagian besar anggota mereka.
Apakah ada yang salah dengan ini? Bukankah aku telah berbuat hal yang benar karena memang orang jahat akan membahayakan orang lain bukan?
Setelah tayangan-tayangan alam bawah sadarnya ditunjukkan kepadanya, Arthur sama sekali belum bisa menarik kesimpulan akan apa yang telah dilihatnya tadi; ia masih belum mengerti akan apa maksud tayangan ingatan yang telah dilihatnya.
Seperti ada sesuatu yang ingin disampaikan, namun Arthur belum menyadarnya, tayangan ingatan alam bawah sadar pun berakhir dan suasana kembali menjadi gelap dan hampa.
Apa yang maksud tayangan tadi ya?
Tak lama kemudian sang ksatria suci itu mendengar suara-suara yang tiba-tiba muncul di dekat telinganya.
Ia sedikit kaget karena tiba-tiba mendengar suara yang sama sekali tidak ia ketahui darimana asalnya karena memang ia tidak dapat melihat apapun di sana, namun ia berusaha untuk tenang dan memerhatikan apa yang ia dengar itu.
Suara-suara itu terdengar seperti banyaknya pujian masyarakat pada orang seperti Arthur yang telah melindungi warga kerajaan sekaligus bisa menjadi contoh bagi ksatria-ksatria muda lain, ini merupakan suara kebanggan dan suara kebaikan yang muncul. Ia senang ketika mendengar suara-suara ini.
Lalu kemudian muncul lagi suara yang berbeda, itu terdengar seperti pembelaan orang-orang yang dianggapnya 'jahat' yang ditangkap dan mengatakan berbagai hal pada Arthur.
Sebenarnya masih banyak suara-suara yang terdengar, itu seperti raungan, rintihan, dan permohonan yang amat sedih dari orang yang di cap 'jahat' olehnya, namun sikap yang Arthur tunjukkan tetap sama, ia memandang kejahatan adalah kejahatan dan tidak mentolelir apapun alasannya.
Mu-mungkinkah aku sedikit berlebihan pada orang-orang yang berbuat buruk dan jahat itu?
Ah tidak! Mereka sepantasnya mendapatkan hukuman yang akan membuat mereka jera seumur hidup mereka!
Dengan ketidaksadaran Arthur akan apa yang dilihat dan pula didengarnya di alam bawah sadarnya ini membuat ada semacam secercah kecil cahaya yang sedang menuju ke arahnya.
Ca-cahaya!
Arthur yang sudah cukup bosan dengan kegelapan yang hampa itu dengan antusias menghampiri seberkas cahaya terang itu, dan tak berapa lama kemudian ia melihat seseorang yang tidak asing baginya.
__ADS_1
"T-Thor?"
Arthur merasa terkejut karena melihat temannya yang sudah lama meninggal itu, dan kini ia bertemu kembali dengannya.
Arthur yang berada di sisi gelap dan Thor yang berada di sisi terang, meskipun jarak mereka terlihat dekat, namun pada kenyataannya jarak mereka sangat jauh.
"Ka-kau masih hidup?" Arthur berusaha untuk berkomunikasi dengan teman lamanya itu.
Sosok Thor yang dilihatnya itu bercahaya putih- tidak bukan cahaya yang berbentuk dirinya, hanya saja penampilannya seperti memancarkan cahaya.
Sosok Thor yang bercahaya itu tersenyum. "Tidak akan kusangka aku akan bisa bertemu denganmu di sini Arthur."
Arthur heran dan bertanya-tanya. "Bukankah? Bukankah ini memang dirimu Thor?"
Untuk sesaat Arthur berpikir bahwa Thor sahabatnya itu kembali hidup, namun ia melihat lagi ke sekelilingnya dengan seksama dan akhirnya ia pun sadar bahwa ini bukanlah dunia nyata.
"A ... aku benar-benar merindukanmu Thor! Sejak kau meninggalkan aku ... dan teman-teman kita yang lain pun berkata begitu."
Thor tersenyum lembut. "Begitukah? Apakah aku sudah lama meninggalkan kalian? Apakah memang aku sepopuler yang kukira selama ini?"
Arthur mengangguk. "Te-tentu saja Thor! Banyak kebaikan dan jasa yang kau lakukan, bahkan kau mau mengorbankan nyawamu bagi kami ketika menahan gerbombolan iblis itu ... ketika mengingat kejadian itu, hatiku sakit karena harus kehilanganmu!"
"Hellen bahkan sangat merindukanmu juga! Ia berbicara banyak tentangmu karena memang kaulah yang selalu membantunya selama ini," lanjut Arthur dengan cepat.
Thor sedikit terkaget dan kemudian tersenyum kembali ketika mendengar hal itu. "Begitukah? Aku rasa memang kenyataannya seperti itu ahaha ... aku senang selama aku hidup aku banyak melakukan hal yang baik untuknya, namun sayangnya pada akhirnya aku tidak mampu mengutarakan perasaanku padanya."
"Namun, kau tahu Arthur ... mendengar apa yang kau katakan tadi sudah membuatku cukup senang, yang pada awalnya kukira aku sama sekali tidak menarik perhatiannya."
"Kau adalah orang baik dan ceria yang ada di antara teman-teman lain Thor, sikapmu yang baik dan peduli itulah yang membuat kami sangat kehilanganmu."
__ADS_1
"Sudah ... sudah ... tidak apa, kalian bisa merelakanku ... eh? Tunggu, apakah kalian tidak rela aku pergi selama ini? Aku tidak mau jadi hantu gentayangan yang akan tetap bersama kalian lho!"
Arthur sedikit terkaget ketika mendengar hal itu. "I-itu ...."