
Brock dan Vincent tidak bisa berkomentar apa-apa mengenai apa yang telah mereka alami tadi, sebuah pengalaman yang baru yang menyenangkan sekaligus mengerikan di saat yang bersamaan.
Di mana mereka masuk ke dalam hutan yang isinya tidak bisa dibayangkan, sekumpulan makhluk besar yang tidak umum ada di sana, dan untungnya mereka hanya melihat dua diantaranya karena jika lebih maka agaknya mereka akan sulit bagaimana melupakan gambaran mengerikan para makhluk penghuni hutan ini.
Hari sudah mulai sore dan bahkan langit yang sudah berwarna kuning ini tidak akan bertahan lama, pergantian suasana akan berlangsung lebih cepat daripada yang bisa diduga.
Dan dengan faktor cepat sampai ke tempat ini tanpa mengeluarkan tenaga berlebih membuat mereka lebih siap untuk berjalan ke luar dari area ini.
Danny tahu area hutan Dawn Forest memang tersembunyi, tidak ada keramaian atau kehidupan manusia di sekitar hutan ini, bahkan di luarnya sekalipun butuh jarak yang cukup jauh untuk bisa menemukan desa atau sekiranya manusia yang hidup di sana.
Setelah menghilangkan efek kekuatan aura merah dari batu permata mulia fisik, Danny pun akhirnya memutuskan untuk bergerak beranjak dari tempat itu, Brock dan Vincent mengikuti perintahnya itu.
Danny melihat penampakan area kosong yang cukup luas, di mana hamparan tanah kering yang berbatas ada di sini, sepertinya dulunya tempat ini adalah persawahan yang luas yang berbatasan langsung dengan hutan Dawn Forest.
__ADS_1
Tidak heran jika pemilik sawah ini meninggalkan tempatnya ini, karena memang sangat berisiko bilamana ada seseorang yang tidak sengaja masuk ke hutan tersebut, lagipula bagi sebagian orang yang menguasai sihir, energi jahat negatif yang ada di hutan ini memang menyeruak ke luar dan tentu saja itu membuat muak dan membuat perasaan tidak enak.
Jadi meninggalkan daerah yang membatasi area hutan terlarang ini merupakan hal yang wajar, bahkan sudah dari dahulu sebagian besar area di sini sudah tidak ada aktivitas apapun, dan Danny masih ingat perjalanan mereka dari sini tidaklah sudah dekat.
"Uuh."
Danny melihat Patricia sepertinta mulai membuka matanya, memang teman perempuannya ini suda berjam-jam tidak sadar tadi.
"Patricia kau baik-baik saja?"
"Danny? Apa yang terjadi?"
Melihat Patricia kebingungan, Danny akhirnya menurunkan Patricia dari tangannya, kini mereka sedang berjalan melalui area kosong tandus tanpa ada seorang pun, dan lagi kegelapan tidak lama lagi menyelimuti tempat ini.
__ADS_1
Brock dan Vincent senang melihat teman mereka sadar kembali, mereka hanya menyerahkan urusan penanganan teman perempuannya itu pada Danny.
Danny akhirnya berhenti sejenak dan memberikan penjelasan singkat pada Patricia, yang akhirnya temannya itu bisa memahami bagaimana situasi mereka sekarang ini.
"Ah iya benar, aku terlalu terkejut melihat adanya makhluk aneh yang besar." Akhirnya Patricia sadar, ternyata akibat itulah yang menyebabkan dirinya tidak sadarkan diri selama beberapa lama tadi.
"Kita sudah aman tenang saja," ucap Vincent sembari mengibaskan rambutnya, berharap pancaran pesona lelaki yang dipunyainya itu mampu untuk membuat Patricia terhibur.
"Belakangan ini pemandangan seperti itu membuatku jijik." Malahan Brock menyatakan pendapatnya dengan jujur.
"Diam Brock, kau merusak momen berkilauku ini."
"Ahaha." Patricia tertawa kecil melihat kedua temannya bertingkah seperti itu, rasanya ia juga jadi mengerti mengapa Danny begitu bersemangat ketika bersama dengan mereka berdua.
__ADS_1
"Lalu apakah perjalanan kita masih jauh?" Patricia heran karena sejauh mata memandang ia hanya melihat hamparan luas tanah kering bekas sawah yang kosong.