
"Uah!"
"Uagh ...."
Kedua petarung mulai semakin panas, hidung Danny perlahan mengeluarkan darah, namun tidak ia hiraukan, ia tetap menggempur Yizi selama ronde ke-tiga ini.
Yizi sendiri berada dalam kondisi yang kurang bagus, ia harus menahan rasa sakit akibat beberapa pukulan Danny yang mengenai dengan tepat kedua rusuknya itu.
Namun kedua petarung sama sekali tidak berhenti, mereka terus menggempur satu sama lain, pertarungan mereka ketika mendekati akhir berlangsung dengan cepat dan beringas.
Pada akhirnya Danny berhasil memukul mundur Yizi dengan kembali memukul rusuknya dengan cepat, Yizi sendiri juga mampu memukul mundur Danny dengan tinju yang keras pada pipi bagian kanan daripada Danny.
BUG!
DUG!
***
__ADS_1
Brock saat ini tengah cuci muka di kamar mandi ataupun toilet yang berada di dekat area pertarungan itu.
Ia masih bisa mendengar riuh suara penonton yang benar-benar meriah, sepertinya memang ia bisa mendengar bagaimana 'seru' nya pertandingan tersebut.
Namun situasi tiba-tiba hening, hitung mundur pun terdengar sampai pada tempat toilet di mana Brock tengah cuci muka untuk mendinginkan kepalanya itu.
Brock segera mengetahui, itu adalah akhir dari salah satu petarung yang terjatuh, namun Brock tidak bisa menduga siapa yang sebenarnya yang 'jatuh' itu, ia segera keluar dari toilet itu, berlari sampai dengan dekat area bertarung Danny, ia kemudian melihat dua orang di tengah arena yang telah terkapar.
***
3 tahun lalu
"Yizi, kau adalah seorang pemimpin dari Aliance Fight's, kau harus bisa memimpin kelompok ini agar berjaya diantara para petarung manapun!"
"Ah mudah bagimu mengatakannya lagipula, aku sendiri hanya bertindak sebagai pemimpin, bukan sebagai petarung lho ...."
Terlihat dua orang tengah berbicara satu sama lain, di tengah-tengah kamp yang mereka buat sendiri di tengah area rerumputan dan pepohonan yang cukup luas.
__ADS_1
Orang-orang besar ada di sana, dan lagi nampaknya memang hanya ada orang-orang kuat di sana.
"Y.T.Z kau adalah pemimpin, jadi sudah selayaknya kau juga bisa bertarung!"
Terlihat juga seorang pria berambut keriting tengah mengobrol dengan Yizi.
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu, Kibo!" Ia nampaknya memang sedikit terganggu karena nama panggilan yang dibuat oleh temannya itu.
"Ahaha, mengapa? Itu terlihat keren lho dengan sebutan begitu," ujar pria berambut kriting itu sambil tersenyum.
Mereka berdua ini tengah menikmati area hamparan rumput yang luas di sekeliling mereka, "Entahlah, mengapa juga aku harus menjadi pemimpin mereka? Kamu sendiri kan yang mengusulkan kita membuat sebuah kelompok pertarungan?"
Pria bernama Kibo itu mengambil sebuah daun yang kering yang berada di antara rerumputan hijau itu, "Yizi, jika kita ingin bertahan hidup, maka memang kita harus bersama-sama."
"Meskipun beda, sama halnya pada daun kering ini, jika kita sendiri maka sudah pasti kita tidak akan bisa hidup, kita hanya akan terbawa angin kehidupan ini dan meninggalkan dunia ini dengan sia-sia ..."
"Kita harus bergaul dan berteman dengan orang-orang kuat! Itulah sebabnya kita membuat kelompok ini, tapi aku kan tidak pandai memimpin kelompok seperti ini, jadi kukira kau lebih tahu soal yang seperti ini," ujar Kibo menjelaskan.
__ADS_1
Yizi sendiri hanya terdiam, ia sedikit kurang setuju dengan pendapat Kibo, temannya itu, di mana ia sendiri yang harus menjadi pemimpin kelompok mereka itu.
"Kalau begitu bagaimana kalau aku sudah tiada?"