
Pada kenyataannya kekuatan demi human memang berpusat pada penggunanya saja. Dalam hal ini Danny yang adalah seorang manusia.
Kekuatan demi human membuka setiap peluang yang ada pada pemakainya. Meningkatkan potensi diri yang bisa dikeluarkan.
Semua itu bergantung pada pemakainya. Danny yang adalah manusia, maka kekuatan batu leluhur demi human itu akan membuka berbagai kemungkinan baru, seperti peningkatan kekuatan tertentu yang bisa dilakukan.
Meski kekuatannya bertambah, namun esensi dari kekuatan itu tetaplah sama, yakni kekuatan batu permata mulia hanyalah menambah status kekuatan tertentu dari manusia yang bernama Danny ini.
Secara gamblangnya kekuatan leluhur demi human ini akan sangat bergantung pada siapa pemakainya, dan potensi yang terbuka pun pasti akan berbeda.
Kekuatan batu permata mulia memanglah membuat kekuatan pemuda ini jadi lebih hebat dan kuat, namun tidak mengubah fakta bahwa kekuatannya hanyalah sebatas manusia saja. Mau ditingkatkan seberapa kuat pun pada akhirnya jika berhadapan dengan kekuatan yang bukan dari ras manusia juga, tidak menjamin kekuatan leluhur demi human itu bisa mengatasinya.
Kekuatan sihir biasa dan energi gelap bisa bergabung dan bisa mengatasi serangan alam miliknya.
Padahal ada kemungkinan dimana hal ini tidak berhasil. Mengingat dua kekuatan yang bergabung ini berasal ras berbeda.
Bisa saja kekuatannya saling menolak dan tidak terjadi penggabungan kekuatan. Yang seharusnya jadi kemungkinan besar di sini.
Hal yang bisa menjelaskan ini hanyalah, soal bagaimana hubungan dan tekad kedua makhluk berbeda ras itu, demi menciptakan kekuatan kombinasi yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.
Shea tidak tahu hubungan apa yang dimiliki mereka berdua, dan harus diakui kekuatan gabungan mereka memang tidak bisa diremehkan.
__ADS_1
Lantas bagaimana akan kemungkinan lainnya? Yang dimana bisa saja si pemuda itu dan makhluk hitam sama sekali tidak punya hubungan apapun dan semuanya terjadi begitu saja?
Tentu saja kejadian ini bukan kebetulan bukan? Shea melihat kedua kemungkinan ini dari sudut pandang netral saja, karena pada intinya melihat kekuatan gelap yang sinkron dengan kekuatan leluhur demi human tentunya adalah hal yang menarik.
Tidak peduli bagaimana mereka melakukannya, lagipula merepotkan sekali mengulik informasi musuh dengan begitu dalam.
‘Jadi aku harus menyingkirkan keduanya.’ Pada awalnya Shea tidak mengira akan hal ini. Karena ia tidak begitu peduli dengan makhluk hitam yang muncul. Namun setelah tahu perannya yang penting seperti itu, akhirnya Shea mengubah rencana awalnya.
‘Menarik juga.’ Shea menemukan hal lain yang mengundang perhatiannya selain mengakhiri pemuda targetnya, yaitu bertemu dengan iblis yang beda tujuan.
‘Dia bukan iblis biasa.’ Shea bisa langsung berpendapat seperti ini. Tidak banyak iblis yang bisa menyamarkan kekuatannya sampai begitu minimal dan mengubah wujudnya.
Ini membuka fakta baru bahwa pemuda targetnya itu ternyata bekerja sama dengan iblis yang menyeleweng.
Hujan api deras pun pada akhirnya berhenti, yang tentu saja karena dihentikan kekuatan sihir angin dan energi gelap.
Shea melihat bagaimana pemuda itu bersama dengan makhluk hitam itu berdiri bersampingan, melihatnya dengan keseriusan yang tinggi.
“Jangan membuat ini sulit.” Shea bahkan masih memberikan peringatan seperti ini.
Sang setengah elf masih membuka peluang agar manusia dan iblis yang berkhianat ini sadar akan jalan yang benar dan memihak rencana ras iblis.
__ADS_1
Meski Archifer sudah berpesan dengan keras agar mengakhiri pemuda ini, namun sekiranya akan menarik apabila sang raja iblis sendiri yang melihat akhir dari targetnya langsung, apa itu ide yang buruk?
Dan makhluk hitam iblis pemberontak ini bisa diserahkan pada ras iblis. Biarlah dia diganjar dengan hukuman yang setimpal atas aksinya itu.
“Oh ya, ini akan jadi sulit.” Pemuda itu menimpalinya dengan sangat percaya diri.
“....” Sedang Shea melihat bagaimana makhluk hitam itu malah menengok ke sampingnya sebentar dan kemudian menatapnya lagi.
Entah mengapa melihatnya jadi agak menghiburnya. “Kau yang mengganggu pertarunganku sebelumnya.” Shea menahan diri, sedang tubuhnya ingin sekali ia gerakkan.
“Ehm. Mungkin kau salah orang nona.” Makhluk hitam itu malah menyangkal sembari berlagak batuk.
‘Ancamannya sama seperti pemuda itu, harus dibinasakan sedini mungkin.’ Shea tidak pilih-pilih siapa musuhnya. Siapapun yang berbeda pandangan dan tujuan secara otomatis dialah musuhnya. Tidak peduli dari ras iblis sekalipun juga.
‘Archifer tidak memperingatkanku soal makhluk hitam itu.’ Shea tidak mendengar informasi apapun soal sang iblis yang berkhianat ini. Pada akhirnya ia tidak perlu tahu juga alasan dia melawan ras-nya sendiri. Tidak begitu penting juga.
Shea menatap tajam pada lawannya, mengangkat kedua tangannya ke atas, dan seketika itu juga terjadi getaran yang hebat, angin kencang, \perlahan namun pasti hamparan salju di bawah mengering, tidak menyisakan apapun untuk berpijak.
“Kekuatan Alam: Dunia Buatan.”
*
__ADS_1