Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 119: Percobaan (2)


__ADS_3

Akhirnya Danny digendong oleh sang ketua itu dalam wujud robot hitam, sang ketua nampak percaya diri sekali meskipun di balik kostum robot hitamnya itu, terlihat mata merah yang membara di sana.


***


"Akhirnya!" Surfur menyeringai melihat lawannya kini telah datang namun ternyata lawannya itu sama sekali tidak berjalan dengan kakinya sendiri.


Ia di gendong seperti orang yang kehilangan kesadaran atau dalam bahasa kasarnya, ia terlihat lemah!


"He-hei! Apa yang akan aku lakukan dengan pria yang sedang tidur ini?! Apa kalian bercanda?! Aku hanya membuang waktuku di sini!" Ia berteriak-teriak selagi melihat Arthur tengah digendong oleh ketua.


Umpatan Surfur malah menjadi-jadi karena melihat lawannya yang akan bertarung dengannya malah dalam keadaan tidak sadar, ia merasa tertipu dengan tawaran akan bertarung dengan orang terkuat di kerajaan barat, buktinya sama sekali tidak bisa ia temukan.


Yang bisa ia lihat hanyalah pria rambut pirang yang- lumayan tampan namun sayangnya dia kotor, bertelanjang dada (tapi memang kalau bertarung di sini harus seperti itu sih). Ia nampak sangat nyaman ketika memejamkan matanya.


Namun yang lebih anehnya lagi ia di rantai pada kedua tangan dan kakinya, Surfur tidak habis pikir apakah ini memang karena ia terlalu kuat hingga harus diperlakukan seperti ini?

__ADS_1


"Ini akan menjadi pertarungan yang tidak adil," ucapnya pelan ketika sang ketua telah sampai di arena itu, ia meletakkan Arthur kondisinya masih dalam tahap belum sadar di lantai.


Sang ketua mulai melepaskan sedikit kekuatan segel yang telah ia terapkan, ia meletakkan tangan kanannya di atas tubuh ksatria itu,seperti biasa ia mulai merapalkan mantranya. "Abogobogakirisegitigaataskananbulatbawahsegitigabulatkali!"


Surfur mendengar kalimat rapalan itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia menilai tidak ada keren-kerennya sama sekali.


Lalu muncullah semacam lingkaran sihir hitam kecil tepat di depan tubuh Arthur yang tengah terkapar, muncul seiring ia masih mengulangi rapalan mantara itu ....


KRAK!


HUUUSS-H!


Surfur kaget seketika melihat kejadian di depan matanya itu.


Mata Arthur terbuka- kini benar-benar terbuka, namun masih dalam pandangan kosong, lagi-lagi semua rantai yang mengikat pada tangan dan kakinya putus seketika ketika ia mulai membuka matanya disertai dengan aura kekuatan semacam angin yang menerpa seluruh ruangan pertandingan itu dengan kencang.

__ADS_1


Kekuatan Arthur bisa keluar dengan besar meskipun segel hanya di buka sedikit saja, ini merupakan hal yang benar-benar membuat semua yang ada di sana terkejut dibuatnya.


Surfur hanya bisa terpana melihat pemandangan seperti ini, nampaknya ia mulai percaya dengan Dark Shadow soal orang paling kuat di kerajaan barat.


Meskipun pada awalnya ia tidak percaya namun ternyata perasaan tidak percayanya itu mulai sirna dari dalam dirinya.


"Dia adalah seorang ksatria kalau kau belum tahu, selamat menikmati 'hidangan' spesial yang telah kami sediakan," ujar sang ketua, kembali mata merahnya menyorot membara sangat tajam, ia kemudian keluar dari arena itu beserta pula anggotanya yang berwujud bayangan, meninggalkan Arthur yang kini telah berdiri siap mengahadapi lawannya itu, mereka berdua akan melihat dari luar arena.


"Aku tidak akan mengira bisa bertarung dengan orang dari kerajaan! Terutama seorang ksatria! Ini merupakan pengalaman langka bagiku!"


Surfur memulai dengan meregangkan tangannya, jari-jarinya ia remas, terdengar kriuk sekali, nampaknya ia sudah lama tidak memeras tangannya sendiri.


Begitupula lengan, kepala dan kakinya, ia nampak sedang bersiap seiring pertarungannya belum di mulai.


Setelah beberapa saat, ia akhirnya menyelesaikan peregangannya itu, ia kemudian memberi tanda kepada sang anggota Dark Shadow untuk memulai pertarungannya.

__ADS_1


Ia melihat tanda dari Surfur, akhirnya pertarungan pun di mulai, menyisakan Arthur yang hanya diam saja dari tadi dengan tatapan kosong.


TENG!


__ADS_2