
"Kenapa?!"
"Kenapa ini bisa terjadi?!"
Danny tersungkur dan mulai menumpahkan isi hatinya
"Kalau..."
"Kalau...saja"
"Aku lebih kuat..."
"Pasti tidak.... jadi begini..."
"...."
Setelah merenung beberapa saat, Danny kemudian berjalan kembali untuk membawa Forhan pulang.
Setelah Danny sampai ditempatnya yang semula, ia mendapati Forhan masih tergeletak namun rupa fisiknya sudah kembali seperti semula.
Ia menggendong Forhan karena tubuh Forhan lebih besar, Danny merasa sedikit kesulitan menggendongnya namun ia tetap berjalan meskipun sedikit demi sedikit, mereka mulai meninggalkan lembah tengkorak itu.
Butuh waktu beberapa jam bagi Danny untuk keluar dari lembah tersebut, namun staminanya meningkat pesat dari sejak ketika ia bangun di lembah tadi, untungnya sepanjang perjalanan tidak ada hal aneh menemuinya, tidak ada binatang buas atau mayat yang berjalan tanpa tujuan yang menghadangnya.
Setelah keluar dari lembah itu, Danny harus kembali menuruni sungai yang cukup panjang yang akan membawanya ke desa terdekat.
Setelah sampai di desa terdekat, desa itu bernama DemiTown, desa itu merupakan desa yang hancur namun ditinggali kembali dengan nama yang sama.
Desa itu seperti layaknya desa pada umumnya, berbagai macam rumah, bangunan ibadah, fasilitas umum, tidak ada yang janggal.
Danny memasuki desa itu dan meminta pertolongan pada warga sekitar yang berada di sana, warga di sana cukup kaget melihat Forhan yang tengah digendong Danny.
Warga sekitar menyambut mereka berdua, namun para masyarakat lebih memproitaskan Forhan yang tengah tidak sadarkan diri itu.
Forhan dibawa kedalam rumah salah satu warga untuk dirawat sampai ia kembali sadar, sedangkan Danny diberikan kesempatan untuk menginap dan tinggal di desa itu sampai Forhan kembali sadar.
Malam demi malam yang mereka lewati berjalan dengan tenang, butuh waktu lama bagi Forhan untuk memulihkan diri, namun Danny senantiasa menunggunya.
Tiba saat bulan purnama, tepatnya tengah malam, Danny yang juga menginap di rumah salah satu warga desa yang baik namun ia tidak serumah dengan Forhan, ia ingin ke kamar mandi, kamar mandi tidak selalu tersedia di setiap rumah, para warga disana harus menggunakan kamar mandi umum yaang tersedia di desa mereka.
Danny kemudian pergi dari rumah itu untuk pergi ke kamar mandi umum, tidak mungkin ia harus menahan keinginan alaminya itu.
Suasana di desa nampak sepi, wajar saja karena ini memang tengah malam namun berdasarkan pengalaman Danny seharusnya keadaan di desa tidak sesepi ini.
Lampu-lampu rumah warga desa pun nampak mati sehingga kegelapan malam benar-benar menelan desa itu.
"Apakah mati lampu?" pikir Danny
"Ya mungkin begitu"
"Ini pasti mati lampu"
"Tunggu..."
"Meskipun aku tahu jalan ke kamar mandi umum.."
"Pasti aku kesusahan ketika berada didalamnya tanpa pencahayaan.."
Danny tetap berjalan, keadaan desa itu seharusnya terang dan sesekali ada warga disana, namun kali ini ia tidak menemuinya.
Namun kenyataannya Danny mampu melihat dalam gelap dengan sangat baik, ia masih mampu melihat dengan jelas.
Ketika sampai di kamar mandi umum tersebut, Danny menyelesaikan urusannya itu, tidak butuh waktu lama karena jika memakan waktu lama, orang akan curiga mengapa kita berlama-lama di kamar mandi tersebut dan juga jika ada orang yang kepepet ingin buang air maka orang yang ada di dalam kamar mandi harus sesegera mungkin menyelesaikannya.
Setelah Danny berpikiran macam-macam ia segera menarik pintu keluar dari kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Kreeet...
...
"?!"
Tiba-tiba sekumpulan warga desa itu mengepung Danny dengan membawa obor tepat ketika ia telah keluar dari kamar mandi.
"Hah?!"
"Ada apa ini?!"
"Bawa dia!" seru salah satu warga itu
"Kita sandera dia!"
"Orang asing ini mencurigakan!"
Berbagai kalimat yang tidak dimengerti Danny muncul dimana-mana, ia tidak tahu mengapa warga desa DemiTown ini hendak menangkapnya.
"Tu-Tunggu..." ucap Danny
"Kenapa kalian ingin menangkapku?"
Suasana di sana makin riuh, ini membuat Danny semakin tidak mengerti akan dengan keadaan ini.
Tanpa waktu yang lama Danny diikat dan diiring untuk dibawa ke gudang tempat penyimpanan padi yang kosong, mereka hendak membawanya ke sana.
Sepanjang perjalanan Danny berpikir mengapa ia harus sampai dibawa paksa dan juga diikat, ia mengingat sepanjang dua hari yang lalu ketika Ia dan Forhan berada di sana, Danny tidak melakukan kesalahan apapun yang bisa membuat para warga marah.
Tujuannya adalah untuk menolong Forhan agar ia segera sadar, awalnya perlakuan warga desa itu baik namun mengapa setelah beberapa hari lewat kebaikan itu seolah-olah sirna.
Lampu-lampu rumah warga yang tadinya padam kini mulai menyala satu persatu, nampak di jendela seorang anak kecil tengah mengintip untuk melihat kejadian diluar namun dicegah oleh orang tuanya dan kembali menutup gorden jendelanya itu.
Sesampainya di gudang itu mereka mengikatnya dan meletakkan Danny ditanah, penerangan yang ada disana hanya berupa obor yang tengah dibawa warga, Danny masuk kedalamnya beserta tiga warga yang lain sisanya menunggu diluar.
Terlihat dua pria dewasa dan satu orang tua bersamanya, raut muka mereka muram dan menegaskan bahwa mereka tidak senang Danny berada bersama mereka.
"...."
"Kenapa kalian menangkapku?" tanya Danny
"..."
"Kau pria asing, aura keberadaanmu acak-acakan" ucap salah satu pria dewasa disana
"Acak-acakan?" Danny bingung dengan perkatannya itu
"Ya, kami merasa auramu bercampur antara aura kebaikan dan kejahatan"
"Bercampur?"
Danny memikirkan apa yang berusaha orang itu katakan kepadanya.
"*Bercampur?"
"Jangan-jangan ini terjadi karena aku telah bertarung melawan Victoria?"
"Tapi aku kalah darinya dan kemudian aku tidak tahu kejadian selanjutnya bagainana"
"Waktu aku sadar, aku melihat Forhan yang tengah tergeletak bersamaku"
"Lalu keadaan di lembah sana benar-benar kacau"
"Dan juga kulihat Cecilia bertingkah aneh sendirian disana"
__ADS_1
"!"
"Jangan-jangan?!"
"Cecilia mengalahkan Victoria*?!"
"...."
Danny berusaha berpikir kemungkinan apa yang terjadi ketika melihat perubahan Cecilia dan keadaan lembah itu.
"Tapi bisa jadi Victoria kabur dan meninggalkan lembah itu kan?!"
"...."
"Tapi melihat perubahan Cecilia itu..."
Danny merasa bimbang antara percaya atau tidak tentang keberadaan Victoria saat ini.
"HEY!"
"!"
"Mengapa kau malah melamun?!"
"Sebenarnya kau berasal dari mana?" tanya pemuda yang lain
"A..aku.. dari kerajaan timur..." jawab Danny
"Kerajaan timur... lantas mengapa kau kemari?"
"Aku dan temanku, Forhan dan Cecilia melakukan misi penyelamatan dewan kerajaan timur yang di sandera iblis"
"Iblis?!" Mereka bertiga kaget akan jawaban Danny
Orang tua yang ikut di dalam gudang itu mulai berbicara
"Iblis, iblis apa yang kau maksud?"
Danny memulai penjelasannya
"Para iblis yang dimintai manusia untuk mengusir empat ras lain yang berada di seluruh penjuru Hello ini"
"Mereka memulai aksi mereka untuk menguasai seluruh dunia"
"Dan kini mereka mulai menyerang ke setiap wilayah Hello ini"
"?!"
Orang tua itu memasang ekspresi kaget dan ketakutan mendengar berita tersebut.
Saking paniknya ia mulai berteriak-teriak tidak jelas
"Iblis...!"
"Iblis!!"
"Mereka akan menghancurkan kita lagi..."
"?!"
Kedua orang muda itu menutup mulut orang tua itu.
Danny yang memperhatikan dengan seksama menyadari adanya kejanggalan dalam kalimat orang tua tadi.
"Lagi?" ucap Danny heran
__ADS_1