
Hitung mundur pun di mulai tepat saat mereka jatuh bersamaan, penonton mulai terdiam, padahal tadi mereka ricuh sekali, mereka benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dan tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Danny ...." Vincent hanya bisa terdiam melihat pemandangan ini, ia rasanya ingin segera masuk ke arena itu dan merawat Danny yang terluka cukup parah itu.
Brock mendekati Vincent tanpa berkata apapun padanya, sama sepertinya Brock juga mengkhawatirkan Danny saat ini.
Waktu hitungan mundur telah berjalan setengahnya, tak ada tanda-tanda dari kedua petarung itu bahwa salah satu dari mereka akan berdiri.
5 ...
4 ...
3 ...
2 ...
1 ...
__ADS_1
DOUBLE K.O!
Suara sorak-sorai dari penonton meledak seketika saat itu juga, mereka benar-benar puas melihat pertarungan yang begitu sengit.
Kedua belah pihak pendukung dengan segera mengangkat petarung mereka masing-masing, tampak keduanya itu masih sadar namun sudah tidak memiliki kekuatan apa-apa lagi.
Begitu tubuh Danny diangkat, tetesan darah dari kepalanya ikut menetes juga ke bawah lantai arena, membuat pengurus arena harus segera membersihkannya.
Akhirnya mereka berdua dilarikan ke pusat kesehatan yang terdapat di bangunan lain, setelah mendaftar akhirnya mereka mempunyai izin dan akhirnya keduanya boleh dirawat sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Dan ketika mereka dilarikan bersamaan oleh masing-masing pihak pendukung, ternyata tanpa disengaja ruangan mereka sama, dan kasur mereka berdekatan dan sangat bisa untuk bicara satu sama lain.
Akhirnya dengan perasaan yang khawatir dan masih mencemaskan Danny, Vincent dan Brock harus meninggalkannya untuk masa pemulihannya, karena begitulah prosedur di sana bekerja.
Danny sadar betul Yizi adalah teman rawat sekamarnya, namun sebaliknya mata Yizi nampaknya tidak mau melihat sekitar meskipun dirinya masih sadar.
***
__ADS_1
Akhirnya mereka di rawat oleh bagian ahli di sana salama dua minggu dan memang tidak ada apa pun yang terjadi selama itu selain hanya daripada berbaring untuk memulihkan dirinya itu.
"Kau ... kukira ... kau pemenangnya."
Danny menoleh, kebetulan kondisinya sudah lebih baik saat ini, ia melihat dengan jelas Yizi yang ternyata tengah mengajaknya bicara, "Oh? Begitupun aku, kukira kau pemenangnya, Yizi ...."
Meskipun kondisi keduanya sudah lumayan bagus, namun mereka belum diizinkan sepenuhnya untuk beranjak dari kasur mereka.
"Kekuatanmu, hebat ...." Ujar Yizi, ia nampak mengakui kekuatan Danny selama mereka bertarung di arena.
Danny terus-terusan mendengar pujian seperti itu, ia merasa ada mungkin ada 'sesuatu' yang membebani pikirannya saat ini.
Segala yang diucapkan Yizi adalah sesuatu yang baik dan Danny senang akan hal itu, namun Danny merasa Yizi tidak perlu mengatakan hal yang berlebihan seperti itu.
"Ahaha, Yizi ... aku juga sebenarnya tidak menyangka pertarungan kita akan seri, padahal aku sendiri ketika jatuh sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi ... tapi kamu masih bisa bangun kan?" Danny berusaha menerka, Danny masih memperhatikan gerak-gerik Yizi pada saat hitung mundur masih dilakukan, terlihat tubuh Yizi menggeliat-geliat seperti akan berdiri.
Yizi hanya terdiam, ia kurang setuju dengan Danny yang mengatakan bahwa ia masih bisa bangkit, kenyataan ia bergerak-gerak kecil hanyalah efek dari akibat ia mengingat masa lalunya, tidak ada suatu pun hal atau bahkan kekuatan untuk membuatnya bisa berdiri kembali.
__ADS_1
Itu adalah perasaan natural yang terjadi pada diri Yizi, perasaan yang benar-benar seperti membawanya kembali ke masa lalu dan seakan mengungkapkan hal-hal yang telah selama ini ia lupakan.