Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 24: Melawan Pendendam


__ADS_3

Danny yang benar-benar dalam ketenangannya diliputi oleh kekuatan suci yang terus mendatanginya, seakan-akan kabut sekitar pun tidak mampu mengahalangi sinar suci yang terpancar dalam diri Danny, pandangannya begitu jelas dalam gelapnya kabut yang menutupinya kembali.


Mata Danny mulai terbiasa dalam situasi ini, ia segera mengeluarkan pedangnya, energi suci yang berada dalam tubuhnya ia salurkan ke pedangnya itu, pedangnya mengeluarkan aura putih melingkupinya, aura putih yang begitu dashyat seakan-akan mencengkram dengan erat pedangnya tersebut.


Victoria yang mengandalkan kekuatan sihirnya, ia semakin memperkuat kedua pedang sihir merahnya itu sampai-sampai disekelilingnya berputar-putar angin yang terbentuk dari sihirnya juga.


"Mungkin ini akan jadi pertarungan terakhirmu" ucap Victoria


"Aku...bisa jamin kau mengatakan hal yang salah" timpal Danny


HUSSSS!!!


Keduanya melesat dengan cepat, Danny yang memegang pedang sucinya itu bertubrukan dengan kedua pedang Victoria, aura mereka saling bertabrakan.


Danny mulai melancarkan serangan pedangnya itu, ia mengarahkannya pada tubuh Victoria namun dapat ditahan dengan mudah oleh Victoria.


Victoria yang melancarkan serangan balik menggunakan pedang sihirnya itu


"Pedang Sihir: Tebasan Kegelapan!"


Dua hempasan berwarna merah tua melesat hendak menebas tubuh Danny.


Teknik tebasan kegelapan adalah sebuah teknik yang mampu menebas apapun di depannya.


Danny menggunakan pedang suci untuk bertahan, namun sedikit demi sedikit aura suci pedang itu mulai tersedot oleh serangan tebasan kegelapan Victoria, makin lama ia menahannya semakin kuat juga serangan Victoria.


"Uuh...


"Uuugh..."


Danny yang mulai dalam keadaan terdesak, melihat begitu besarnya serangan yang dilancarkan Victoria dihadapannya, ia berusaha berpikir bagaimana ia dapat menghalangi serangan tersebut agar tidak sampai ke tanah, jika serangan itu sampai ketanah maka dipastikan dataran sekitaran lembah ini akan berlubang.


Waktu terus berjalan dan Danny masih belum menemukan solusi, keadaan mulai menjadi gawat dan energi suci dalam pedang Danny mulai tersedot habis dalam serangan yang dilancarkan Victoria.


"!!"


Danny memiliki ide, ia segera mengalihkan energi sihir dari pedangnya itu kembali ke tubuhnya dengan tujuan jika ia tidak bisa menahan serangan Victoria dengan pedangnya maka satu-satunya jalan adalah menggunakan tubuhnya.


Meskipun beresiko namun Danny tetap melakukannya karena tidak ada cara lain yang terpikirkan olehnya.


Danny mulai fokus ditengah gencaran tekanan sihir merah kelam yang kuat mengarah pada dirinya, perlahan ia memindahkan energi suci dari pedangnya ke badannya


TRANG!!


DUAR!!!

__ADS_1


Pedang Danny patah seketika, tepat ketika ia selesai memindahkan energi suci dari pedang ke tubuhnya, bersamaan itu juga sihir Victoria mengenai dengan tepat tubuh daripada Danny.


Luapan asap tebal yang menandai serangan Victoria berhasil dihentikan, namun samar-samar terlihat pemuda penuh luka sedang berlutut.


"Hihihi, kau terlalu lambat seribu tahun untuk mengalahkanku" ucap Victoria sambil tertawa


Danny terluka cukup parah darah mengalir perlahan dari kepalanya, dengan susah payah ia berusaha untuk bangkit berdiri. Namun ia tidak memiliki cukup kekuatan untuk itu, tekadnya masih kuat namun tubuhnya berkata sebaliknya.


"Haaa, mau kubantu berdiri?" Victoria tiba-tiba muncul di depan muka Danny


"?!"


DUAGH!


Pukulan tepat mendarat di wajah Danny sehingga membuatnya terpental cukup jauh.


---------


Forhan dan Cecilia yang telah sadar dari pengaruh sihir Victoria menyadari Danny telah diserang cukup parah oleh Victoria


"Huh? kalian temannya Danny?"


"?!"


Victoria mendekati mereka berdua


Seakan-akan memaksa mental mereka untuk tunduk.


Perlahan-lahan Victoria mulai mengeluarkan seluruh aura negatifnya ke sekitaran tempat itu.


Energi negatif Victoria dapat membuka kedok apapun yang disembunyikan suatu makhluk, sihir, keputusan, kebohongan, pikiran, keinginan, amarah, dendam, semuanya dapat diketahui dan dibongkar secara paksa olehnya.


"UARGGHH!!"


"Huh? siapa sangka aku akan bertemu Demi Human disini"


Forhan mulai berteriak kencang, perubahan mulai terjadi pada fisiknya, sama seperti di Dawn Forest.


Matanya berubah menjadi layaknya mata binatang buas, rambutnya memanjang dengan bulu bulu di sekujur tubuhnya, giginya muncul taring yang tajam, kini aura Forhan menyerupai binatang buas.


"Ahhhh!" Cecilia berteriak kesakitan, sihir penyamaran yang ia gunakan perlahan memghilang.


"Tak kusangka juga, akan bertemu dengan elf"


"Seharusnya ras kalian berdua sudah musnah, kalian hanya jadi pengganggu kecil saja" ucap Victoria

__ADS_1


Forhan yang terpengaruh karena kekuatannya dipanggil tiba-tiba, ia kehilangan kendali dirinya dan seperti layaknya binatang buas yang tidak terkendali, begitulah keadaanya sekarang.


Forhan mulai menyerang kedepan mengarah pada Victoria, namun setiap serangannya dapat kembali dihindari dengan mudah olehnya, namun tidak berhenti disitu penambahan kecepatan serangan Forhan bertambah pesat, setiap detik kecepatannya dan kekuatannya meningkat lima persen dari kekuatan normalnya.


Victoria yang awalnya meremehkan serangan pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari Forhan kini mulai menyadari bahwa kecepatan dan kekuatannya mulai bertambah, Victoria yang menyadari hal ini, ia juga sedikit menekan keluar kekuatannya.


Victoria yang hampir kewalahan karena terus bertahan dari serangan Forhan mulai membalas serangannya dengan kekuatan fisik yang ditingkatkan juga, namun ia kaget karena Forhan sama sekali tidak mengurangi kecepatan atau kerusakan yang diakibatkan oleh pukulan dan tendangannya melainkan semakin cepat dan semakin kuat.


Victoria yang mulai jengkel dengan Forhan ia memakai kekuatan sihirnya untuk mempengaruhi pikiran Forhan, dan ketika itu dilakukan intensitas serangannya mulai menurun dan dapat diserang balik oleh Victoria dengan menendang tepat di wajah buasnya itu.


Forhan masih terpental kebelakang, tubuhnya terkena batu-batu kasar dan ranting yang tajam sehingga membuatnya tubuhnya berdarah.


Victoria yang telah melihat Forhan terkapar hendak melihat ke Cecilia, namun ia tidak melihat ditempat seharusnya Cecilia berada.


"Kau mencariku?"


"?!"


BUAK!!


Dengan hantaman pukulan keras yang dibalut energi sihir alam membuat Victoria yang lengah itu terhempas sedikit kebelakang.


Victoria melihat sosok Cecilia berbeda dengan yang sebelumnya, kini ia terlihat lebih dingin dengan pandangan mata yang tajam seakan menatap musuh yang ingin ia bunuh.


Hawa dingin mulai menyelimuti tubuh Cecilia, kini tidak ada yang bisa menilai pribadi seperti apa dia sekarang.


"Menarik... inikah sifat aslimu sebagai elf?"


"Ras yang telah lama kami hancurkan?!" ucap Victoria tanda mengejek dan merendahkan


"?!"


Cecilia yang tidak terima akan hal itu mengeluarkan sihirnya, ia merapatkan tangan kedepan lingkaran sihir hijau mulai muncul dibelakangnya.


"Sihir Alam: Pengumpulan Kekuatan Alam!"


Seketika itu juga berkumpulah seluruh energi alam yang berada dalam lembah itu, mereka mengeluarkan aura hijau dari pohon, tanaman, bunga, hewan dan segala hal yang lain. Energi alam ia kumpulkan dalam dirinya, kekuatan aura hijau mulai memasuki tubuhnya.


Cecilia menutup mata dan memfokuskan dirinya akan proses pengumpulan energi alam tersebut, namun Victoria yang enggan membiarkan Cecilia mengumpulkan energi seenaknya, menyerangnya dengan sihir api namun sihir itu padam dengan sendirinya ketika mendekati Cecilia.


Perubahan fisik pada Cecilia mulai terjadi, kini matanya yang biru berubah menjadi hijau terang, rambut hitamnya berubah menjadi kehijauan, bibirnya seperti memakai lipstik hijau, namun telinganya tetap agak panjang seperti pada elf umumnya.


Dengan energi alam yang telah terkumpul dalam dirinya, Cecilia mulai menatap Victoria dengan tatapan kejam.


"Bisakah kita mulai sekarang"

__ADS_1


"Wahai iblis?"


__ADS_2