
Tifee mengerutkan wajahnya sendiri, tidak ia sangka akan ditemukan oleh manusia biasa yang saat ini telah dipojokkannya itu, ia pikir rencana awalnya sudah begitu sempurna hingga akhirnya tinggal menunggu kesempatan ketika mereka sendirian di suatu tempat.
Namun semua rencananya itu hancur seketika karena ada satu orang pria yang sudah pasti adalah rekan dari manusia yang tengah diincarnya itu tiba-tiba bisa menemukan keberadaan di saat ia bersembunyi di balik pohon besar itu.
Ia sendiri tahu, kemampuan PreDestiny akan membuatnya lengah dan tidak bisa merasakan hawa kehadiran setelah digunakan olehnya dan itu terjadi ketika ia mulai lengah berada dalam pikirannya sendiri bahwa rencananya itu sudah terlalu sempurna untuk dilaksanakannya.
Kelengahan yang merupakan akibat dari kemampuannya sendiri itu dan kebanggaan berlebih yang dipikirkannya mengakibatkan ia tidak begitu memperhatikan bahwa ternyata ada orang yang berjalan ke tempat persembunyiannya.
Ia menyadarinya ketika mendengar suara batu yang bergerak, seketika itu juga ia melihat seorang manusia yang harusnya bersama dengan rombongan dan targetnya itu sedang menjauh dari dekat pohon besar yang memang sedang dipakainya untuk bersembunyi itu.
Ia kemudian berpura-pura untuk tidak melihat manusia yang sudah ia duga dari awal adalah rekan dari targetnya itu, sampai di mana pria itu berpikir sudah berhasil bersembunyi.
Tifee saat itu berpikir seharusnya tidak mungkin ada yang mengetahui keberadaannya karena memang rencananya itu sudah terlalu sempurna direncanakannya, namun semua itu berubah ketika ia melihat seorang manusia berambut sebahu menjauh dari area pohon besar tempatnya bersembunyi itu.
Yang rencana awalnya ia akan melakukan semuanya secara sembunyi-sembunyi dengan mengakhiri targetnya itu, yang tidak lain tidak bukan adalah seorang pemilik kekuatan suci yang hanyalah seorang pemuda yang terlihat biasa saja.
Namun berbeda lagi apa yang akan dilakukannya karena keberadaannya yang telah diketahui itu, tentu saja ia tidak bisa membiarkan rekan targetnya itu lolos karena telah mengetahui apa yang seharusnya tidak diketahuinya.
Karena kemampuan Predestiny-nya aktif, maka secara otomatis kemampuannya yang lain ikut aktif juga, ya benar, Tifee adalah iblis yang memiliki dua kemampuan secara sekaligus.
Kemampuan lainnya adalah (Trap)Destiny, di mana akan aktif ketika seseorang menyadari keberadaannya, atau bisa juga digunakan langsung olehnya ketika bertemu dengan target yang akan dia lumpuhkan.
(Trap)Destiny adalah kemampuan iblis yang bernama Tifee, murid dari Olivia yang merupakan komandan besar iblis, seorang dari murid sekelas Olivia memang sudah pasti memiliki kemampuan yang hebat.
Kemampuan (Trap)Destiny menjebak lawannya ke sebuah tempat di mana tempat itu merupakan bagian dari kemampuannya sendiri, sebuah tempat buatan yang diinginkan sesuka hatinya, dalam kasus bertemu dengan seorang manusia yang bukan merupakan targetnya, ia tetap memandangnya sebagai seorang yang mengancam keberadaan iblis juga jadi siapapun yang berhubungan dengan manusia yang memiliki kekuatan suci sudah jelas adalah musuhnya.
__ADS_1
Tifee tidak punya rencana apapun untuk menghadapi seseorang yang bukan targetnya, dan seperti yang telah dijelaskan berkali-kali di atas, dia terlalu bangga pada satu rencana yang dipunyainya dan tidak memiliki rencana lain apabila ada hal yang terjadi di luar perkiraannya itu.
Sudah sejauh ini Tifee melihat seorang pria yang berambut panjang sebahu itu, ia berpendapat bahwa mengakhiri hidupnya adalah langkah yang paling tepat untuk dilakukan.
Setidaknya itulah yang ia pikirkan ketika pertama kali melihatnya, namun setelah beberapa kejadian yang terjadi, ia sama sekali tidak menyangka akan membutuhkan waktu yang lebih.
Dan itu bisa berarti satu hal, Tifee berpendapat bahwa seorang yang bisa mengetahui keberadaannya itu bukanlah seorang manusia biasa, terlebih dia adalah rekan dari targetnya, bisa saja ia memiliki semacam kekuatan yang disembunyikannya.
Dan setelah beberapa waktu Tifee mengetahui beberapa hal dari pria berambut sebahu itu, pria itu bisa mengeluarkan sihir tanpa adanya lingkaran sihir yang memang biasa ditemui pada orang-orang yang menggunakan sihir biasa.
Tentu saja hal sederhana seperti itu terlihat tidak penting dan rasanya tidak ada yang aneh, namun pandangan Tifee berbeda dari yang seharusnya.
Apa yang bisa menyebabkan dia bisa menggunakan sihir tanpa lingkaran sihir? Dan lagi kekuatan sihir api yang tadi dikeluarkan olehnya bukanlah seperti sihir api yang biasanya.
Kekuatan yang begitu besar, namun tidak begitu menghancurkan, hanya saja perlu diakui bahwa kekuatan sihir apinya memang tidak bisa disejajarkan dengan sihir api biasanya.
Jadinya ia tahu kekuatan api pria berambut sebahu itu cukup kuat untuk merusakkan jubah hitam yang dipakainya, selain untuk menyembunyikan diri jubah hitam yang kini telah rusak itu juga berfungsi sebagai pelindung bagi tubuhnya juga, jadi dengan kata lain jubah yang dipakainya itu bukanlah jubah biasa.
Tifee saat ini baru mengetahui kekuatan dari seorang manusia yang tanpa diduga bertemu dengannya itu, namun tidak selesai di sana, Tifee memiliki banyak kecurigaan pada pria berambut sebahu ini.
Mulai dari awal, ketika ia pertama kali berbicara dengannya, tiba-tiba pria itu menyebutkan sesuatu tentang nama dari kemampuannya, padahal ia hanya memperkenalkan dirinya dan tidak sama sekali mengatakan apapun soal kemampuannya sendiri.
Tentu saja sampai saat ini ia tidak menganggap itu adalah sebuah kebetulan yang terjadi, karena segala indra yang dimilikinya memang tajam, dalam arti ia memiliki penglihatan yang tajam dan pendengaran yang bagus pula, gumaman sekecil apapun yang masih bisa terdengar, ia masih bisa menganalisisnya dan memperkirakan apa yang diucapkan seseorang dengan jelas.
Dan lagi ketika ia menyerangnya beberapa saat yang lalu, padahal ia sudah bersembunyi dan menghilang dari pandangan pria berambut sebahu itu yang seharusnya kemungkinan ia berhasil dalam melakukan serangan kejutan pastinya besar.
__ADS_1
Dan ketika ia hendak melancarkan serangannya tadi di mana ia mengumpulkan kekuatan fisiknya sampai-sampai lebih kuat dari sebelumnya yang seharusnya bisa mengakhiri manusia itu, namun lagi-lagi tidak sesuai dengan perkiraan awalnya, pria berambut sebahu itu dapat menghindarinya bahkan tanpa melihat serangannya sama sekali.
Apakah itu intuisi atau perasaan? Atau mungkin saja hanya keberuntungan yang terjadi padanya? Pria itu benar-benar tidak bisa diperkirakan.
Dan pada akhirnya setelah berpikir dengan cepat akhirnya ia memiliki pernyataan terhadap pria yang saat ini tengah dihadapinya itu, seakan sudah tahu apa yang akan terjadi, begitulah pendapat Tifee soal apa yang ia lihat dari pria yang merupakan musuhnya saat ini, meskipun ini hanya dugaannya namun tetap saja kebetulan yang terjadi dua kali itu terlalu menarik untuk dipikirkan dan untuk dipecahkan mengapa bisa terjadi seperti itu.
Saat ini Tifee memang belum memiliki bukti yang jelas akan kekuatan sebenarnya dari pria yang saat ini terlempar jauh karena serangannya itu, karena masih memikirkan dan heran mengapa bisa-bisanya serangan kuat yang harusnya kena dengan telak namun hanya berakhir dengan sia-sia seperti itu.
Aku tidak paham mengapa bisa begitu apa yang sebenarnya pria itu sembunyikan dariku? Kekuatan apa yang sebenarnya dimilikinya?
Kini jubah perlindungan tubuhku yang kusiapkan untuk melindungi dan membantuku dalam misi utamaku ini harus hancur di sini, dan yang lebih buruk lagi rusak hanya dalam satu serangan saja.
Itu berarti aku tidak punya perlindungan lagi dan harus mengandalkan kekuatanku sendiri untuk menghadapi serangan yang ada.
Tapi dia jugalah yang terkena efek dari serangan bola apinya sendiri, bisa dibilang ia hancur oleh kekuatannya sendiri, sebuah keputusasaan yang sangat terlihat dari tindakannya itu.
Namun bukan berarti aku bisa kembali santai-santai dan menganggapnya sebagai lawan yang mudah, ternyata tidak begitu, terkena sekali lagi saja kekuatan apinya maka sudah pasti aku akan kerepotan.
Aku harus segera membereskannya dan kembali lagi ke jalur misiku untuk mengakhiri seorang pemuda yang memiliki kekuatan suci, karena jika berhasil melakukannya aku bisa mendapatkan pujian dari guruku, atau bahkan aku bisa naik pangkat! Haha!
Tifee menambah sedikit kewaspadaannya itu, ia tahu ia memang meremehkan pria berambut sebahu itu pada awalnya, namun setelah melihat kekuatannya, pandangannya sedikit berubah padanya, setidaknya ia tidak selemah seperti yang ia perkirakan sebelumnya.
Tifee melihat jubahnya sendiri saat ini, sudah robek dan compang-camping, sama sekali tidak mampu menyembunyikan dirinya dari orang lain, dan pula tidak memiliki lagi kegunaan untuk melindungi tubuhnya, ia kemudian menyingkapkan jubah yang robek itu dan memperlihatkan bagaimana pakaiannya yang sebenarnya.
Ia memakai pakaian berwarna hitam yang sesuai dengan ukuran tubuhnya sendiri dengan banyak tempelan besi di kedua bahu, dada, lutut, serta kakinya itu, dan tidak lupa juga dengan pernak-pernik lain yang berkilau menghiasi pakaiannya yang hitam.
__ADS_1
Pakaian yang tertutup, yang hanya kembali menyisakan bagian kepalanya dengan rambut terurai ke bawah dan telapak tangannya saja, hingga yang bisa terlihat dari luar hanyalah wajahnya dan tangannya sedangkan bagian tubuh yang lain tertutupi pakaian hitam dengan besi seperti zirah dan pernak-pernik yang berkilau itu.
Tidak kusangka harus menunjukkan diriku yang sebenarnya hanya untuk melawan manusia itu, tapi setidaknya dengan begini aku bisa lebih cepat menyelesaikannya agar bisa kembali mengikuti dan mengalahkan pemilik kekuatan suci itu.