
"Bertarung-"
Danny tidak melanjutkan perkataannya itu, entah mengapa ia belum percaya dengan apa yang telah didengarnya itu.
"Kau tidak salah dengar, kaau akan bertarung dengan Arthur," ujarnya meyakinkan.
Danny kini mulai mempercayai makhluk bayangan hitam itu, apalagi ini sudah menyangkut sang ksatria, Arthur.
"Tunggu sebentar, mengapa aku harus bertarung dengannya?" tanya Danny, ia penasaran mengapa lagi-lagi syarat yang diberikan oleh Dark Shadow selalu mengejutkannya.
Termasuk kali ini, nampaknya memang pihak Dark Shadow tidak mau mengambil risiko menyerahkan syarat yang mudah pada Danny.
"Hm? Itu adalah syaratnya, tidak kurang dan lebih. Ingat aku hanya memberikan kau satu syarat ini saja, jika kau bisa menang melawannya kau bisa keluar dari tempat ini ..."
Danny sempat sedikit berpikir mengenai hal itu, entah mengapa syarat yang di kemukakan kali ini memang sedikit memudahkannya.
Tetapi masalahnya adalah ini tentang siapa yang akan di lawan kali ini, seorang ksatria yang dikaguminya selama ini.
__ADS_1
Mengalahkannya? Itu tidaklah mungkin, mengingat dia adalah ksatria kuat yang tersohor dimana-mana, tapi ... hadiah yang ditawarkannya itu ....
" ... tentu saja kau bisa keluar dengan mengajak siapapun yang kau kehendaki untuk ikut bersamamu ...."
"?!" Danny terkejut mendengar penjelasan tambahan dari pemimpin Dark Shadow itu, ia kira hanya dirinya yang bisa keluar dari sini, tetapi nyatanya adalah ini lebih dari perkiraannya!
"Itulah kesempatan yang kutawarkan padamu, kini pilihan ada ditanganmu."
Danny kini dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama sulit baginya.
Jika ia memilih untuk menyetujui kesempatan yang ditawarkan oleh Dark Shadow, maka otomatis ia akan bertarung dengan seorang ksatria kuat yang tidak terbayangkan lagi kekuatannya akan seperti apa.
Danny mengambil waktu untuk mempertimbangkan segala kemungkinan baik dari keuntungan ataupun kekurangan dari tawaran ini.
Ini bukan pilihan yang mudah. "A- aku mau bertanya, mengapa kami tidak melihat Arthur selama ini?"
Makhluk bayangan hitam itu menjawab, "Aku tidak akan berbicara apapun kecuali tentang kesempatan yang aku tawarkan padamu saat ini."
__ADS_1
Danny tidak bisa mengorek informasi tentang Arthur sama sekali, Dark Shadow sangat konsisten dengan apa yang dilakukannya saat ini.
Danny kini hanya bisa mengambil satu keputusan yang bisa mengubah takdirnya saat ini. "Baiklah, aku terima tawaranmu itu."
"Kini telah ditetapkan kau akan bertarung melawan Arthur, persiapkan dirimu untuk pertarungan besok malam," ujar Makhluk hitam itu seraya keberadaannya menghilang layaknya bayangan yang memudar.
Kini Danny kembali lagi ke selnya, hari sudah sangat malam sejak ia berbicancang dengan pemimpin Dark Shadow, ia membuka pintu selnya lalu masuk ke dalam, seketika itu juga pintu terkunci secara otomatis.
Ia merebahkan dirinya di tengah-tengah Vincent dan Brock yang tengah tertidur pulas tentunya, terdengar suara dengkuran Vincent sangat keras, memang setiap malam seperti ini, Brock dan Danny sudah terbiasa akan hal itu.
Danny berusaha untuk memejamkan matanya, ia tidak mengira akan mengambil keputusan yang beresiko itu.
Tapi apa lagi yang dapat ia lakukan? Rasanya tidak ada pilihan yang lebih baik ataupula lebih buruk.
Hari yang gelap, terasa sangat gelap dan sumpek di sini, namun Danny sudah terbiasa dengan situasi ini, mengingat ia tidak sebentar tinggal di sini.
Kini yang harus ia pikirkan adalah, haruskan ia menceritakan ini semua pada Vincent dan Brock, lantas apa yang akan terjadi nantinya?
__ADS_1
Danny merasa kurang percaya diri karena ia pikir keputusannya itu sama saja dengan 'bunuh diri' bagi dirinya sendiri.
Tetapi Danny akhirnya mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya itu, biarlah masalah esok hari di tangani di hari esok juga, ia tidak mau lagi menyusahkan dirinya dengan berpikiran macam-macam.