Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 62: Latihan Dimulai


__ADS_3

Begitu menuruni tangga kayu yang tersedia setelah membuka pintu lantai kayu itu, Danny dikejutkan oleh sebuah ruangan yang tidak begitu luas, namun seluruh ruangan itu nampaknya terbuat dari alumunium, dindingnya berwarna abu cerah.


Ruangan ini nampak hanya seperti ruangan kamar berukuran 2×3 cukup kecil dan seluruh sudut ruangan dapat terlihat dengan jelas, tanpa ada barang apapapun atau hiasan apapun benar-benar ruangan kosong.


"Kek... apa ini?" Danny begitu penasaran dengan ruangan aneh itu bahkan ia tidak tahu bagaimana bisa ruangan beratap dan berdinding alumunium itu dapat terbuat dibawah tanah.


"Disinilah kamu akan berlatih Danny," ucap Kakek Leith


"Mengapa bisa ada ruangan bawah tanah seperti ini kek?" melihat Danny yang penasaran akhirnya Kakek Leith mulai menjelaskan tentang ruangan itu.


"Ruangan ini terbuat dari baja alumunium khusus, Danny dan ruangan ini sudah ada di sini sejak seratus tahun lalu."


Waktu yang cukup lama pikir Danny, namun dari yang dapat terlihat oleh matanya, ruangan itu nampak baru, bahkan alumuniumnya pun tidak berkarat atau kotor sedikitpun bagaimana bisa?


"Ruangan ini telah dipersiapkan khusus untuk menguji daya tahan seseorang, dan juga area sekitaran ini sudah dialiri juga oleh energi sihir." jelasnya.


Pantulan bayangan merekapun terlihat jelas di dinding ruangan itu, ruangan ini nampaknya mengerikan saat malam hari, atau setidaknya bagi orang yang tidak mau terus-terusan melihat bayangan dirinya sendiri.


Danny pikir latihannya itu akan mengambil tempat di luar ruangan namun ternyata tidak, lantas bagamana berlatihnya?


"Kita akan menjalankan latihan ini dalam dua tahap, tahap pertama yaitu latihan daya tahan tubuh fisik, dimana tubuhmu akan diuji ketahanannya, dan tahap kedua adalah latihan daya tahan mental, dengan menjalankan latihan ini maka dapat dipastikan mentalmu harus kuat Danny."


"Kita akan memulai tahap pertama, sebelum itu perlu kau tahu Danny, tugasmu di sini hanyalah duduk dan memejamkan matamu saja." Perkataan Kakek Leith membuat Danny kebingungan masakan dia hanya duduk diam saja?


"Tu..tunggu kek, kalau begitu latihannya bagaimana?"


"Kau akan melatih tubuhmu terlebih dahulu, karena ruangan ini dialiri sihir maka kau tidak perlu khawatir tentang apapun, aku tetap bisa memantaumu selagi kau berlatih."


"Untuk kali ini kau akan diuji seberapa kuat tubuhmu tahan panas dan dingin." Danny terus memperhatikan penjelasan Kakek Leith dengan seksama.


"Kau hanya perlu duduk tegap, atur posisi tanganmu dengan seimbang, dan cobalah untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar." Kakek Leith sengaja menggunakan perumpaan supaya memancing Danny mengerti sendiri dengan maksud yang sebenarnya.

__ADS_1


"Darimana aku tahu nanti akan ada panas atau dingin kek?" Danny masih kurang mengerti dengan mekanisme berlatihnya pada saat ini.


"Ruangan inilah yang akan menyesuaikan panas ataupula dingin, kau tidak perlu heran, ini adalah sihir khusus milikku dan aku telah menyesuaikan pola latihan ini agar kau terbiasa nantinya."


"Oh begitu ya kek, aku hanya perlu duduk di sini kan? untuk berapa lama?"


"Kita coba sampai tengah hari, lalu kau keluar dari sini ambil istirahat lima belas menit dan kemudian kembali lagi ke ruangan ini sampai matahari terbenam." Ujar Kakek Leith sembari berjalan naik tangga kayu itu hendak naik ke atas permukaan.


KLEK


Pintu pun tertutup dan kini hanya ada Danny beserta bayangannya sendiri yang menemaninya di ruangan latihan tersebut.


Danny kemudian mengambil posisi duduk dengan kaki bersila menyeimbangkan tangannya di kedua kakinya kemudian menutup matanya.


Danny tahu latihan daya tahan fisik ini memang bertujuan untuk memperkuat dirinya, namun apakah memang cara berlatihnya seperti ini?


Danny sedikit tidak paham sekaligus meragukan metode berlatih seperti ini, namun yang bisa ia lakukan bukanlah protes, namun ia harus melakukan apa yang sudah ditetapkan.


Beberapa saat kemudian Danny mulai merasakan sesuatu yang aneh pada sekitaran ruangan itu, hawa panas mulai perlahan terasa dan semakin lama hawa panas itu semakin kuat.


Kini Danny harus bertahan dalam hawa panas itu, perlahan keringatnya mulai bercucuran, begitupula dengan munculnya rasa gelisah dan tidak nyaman pada posisi duduknya itu, Danny seringkali menggeliat agar ia lebih bisa menyesuaikan diri dan agar menjaga tubuhnya tetap pada posisi yang seharusnya.


***


Disisi lain Patricia tengah berada di halaman depan rumah itu, ternyata tempat berlatihnya disana, "Kek apa yang harus kulakukan?"


"Elemen dasar sihirmu apa?" tanya Kakek Leith padanya, elemen dasar sihir adalah sebuah acuan dalam menentukan bakat sihir seseorang, biasanya elemen sihir seseorang mempunyai kelebihannya tersendiri ataupula lebih menonjol dibandingkan dengan elemen yang lain.


Itulah yang sedang Kakek Leith tanyakan pada Patricia, "Aku sama sekali tidak tahu kek..." ucap Patricia pelan.


"Kalau begitu..." Kakek Leith menyentuh dahi Patricia dengan tangannya.

__ADS_1


Kemudian tiba-tiba disekitar Patricia muncul hembusan angin-angin kecil, mirip seperti udara bergerak kian kemari.


"Elemen dasarmu adalah angin, Patricia" jelas Kakek itu, Patricia akhirnya mengetahui elemen dasarnya sendiri.


"Jadi aku akan fokus berlatih sihir tentang angin?"


"Tentu, karena kau pemula dalam berlatih sihir, memfokuskan latihanmu ke sihir angin saat ini lebih efektif." Terang Kakek Leith


Elemen dasar sihir ini memang sesuatu yang unik yang terdapat didalam diri setiap orang, meskipun orang tersebut belum pernah belajar tentang ilmu sihir, elemen dasar sihir akan tetap bisa diketahui dan untuk kemudian menjadi acuan dalam belajar ilmu sihir.


Kemudian untuk selanjutnya Kakek Leith menyuruh Patricia memfokuskan dirinya, rasakan hilir angin yang berhembus, jadilah satu dengan angin itu.


Patricia kemudian melakukan apa yang diperintahkan Kakek tersebut, selagi berdiri ia terus menutup matanya, memfokuskan diri- dan menjadi sama dengan hilir angin itu.


Mulanya memang ia tidak merasakan apa-apa selain udara dan angin biasa yang menyentuh seluruh tubuhnya. Tidak ada yang aneh, namun meskipun begitu Patricia terus fokus, dan memang begitu seharusnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Patricia merasakan sesuatu yang berbeda, tidak seperti biasanya ia dapat merasakan seluruh getaran kecil dari angin yang berhembus itu, ini menandakan memang sedikit demi sedikit insting sihir anginnya mulai terbentuk.


Melihat kemajuan yang begitu bagus dari Patricia, akhirnya Kakek Leih memutuskan untuk meninggalkannya untuk fokus dengan latihannya, sedangkan dirinya kembali ke dalam rumah untuk membuat teh.


Namun Kakek Leith menyadari bahwa sekarang ini sudah berlalu sekitar dua jam, dan dapat dipastikan Danny mengalami kesulitan dalam latihannya itu, ia bisa merasakannya karena aliran sihir di tempat Danny memberitahunya demikian.


Dan lagi sesuai perjanjian sebelumnya Danny hanya bisa keluar dari sana setelah tengah hari tiba, namun agaknya itu terlalu lama baginya. Meskipun begitu Kakek Leith tetap percaya pada Danny dan berusaha untuk tetap berpikir positif tentang latihannya.


***


Disisi lain, ruangan Danny mulai begitu panas, mirip seperti adanya percikan-percikan api bahkan disana, Danny masih berkutat dengan pose yang sama dari tadi meskipun memang dia sudah tidak merasa nyaman.


Jika Danny membuka matanya maka ia bisa dapat percikan api kecil itu, namun selama dua jam ini Danny belum sedikitpun membuka matanya.


Perlahan namun pasti meskipun tekad Danny begitu kuat namun ternyata tubuhnya tidak begitu sejalan dengan tekadnya itu.

__ADS_1


Permukaan kulit Danny mulai kewalahan menghadapi panas yang terus meningkat seiring berjalannya waktu, rasa nyeri dan sakit kini muncul diseluruh badannya memunculkan keinginan untuk lari saja dari sini dan pergi ke atas untuk membebaskan dirinya dari rasa perih dan nyeri yang ia alami.


"Ukh..."


__ADS_2