
"Sudah kubilang tadi bukan? Desa ini sangat ramah pada pendatang luar seperti kita, aku memilih menempatkan kalian di sini agar kalian bisa menjauhi daerah barat dan menghindari bertindak yang gegabah agar keselamatan kalian terjamin, ingat kelompok Alliance Fight's itu belum berakhir ... kalianlah yang saat ini menjadi penopangnya, jangan biarkan pemimpin kalian dan teman-teman yang lain merasa kecewa."
"Dan aku akan menemani kalian untuk menemui pemimpin desa itu, karena dulu aku juga pernah singgah di desa ini sebagai pendatang, maka dari itu aku berani berkata bahwa desa ini tidak sama dengan desa lain."
Lalu mereka pergi dari daerah hutan itu, menyusuri jalan untuk menemukan desa yang dimaksud oleh Thor.
Salah satu pria besar membawa tubuh Kibo menggunakan tangannya, mereka sama-sama menuju desa yang akan menjadi tempat pemberhentian mereka.
Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka tiba di sebuah desa, ada sungai air mengalir kecil dan jembatan di atasnya, ada tangga alami yang terbuat dari tanah nampaknya desa ini berada di dataran tinggi.
Setelah berjalan beberapa saat pula, mereka berpapasan dengan warga sekitar desa itu, dan nampak pula mereka merasa heran dengan pria yang tengah salah satu pria besar bawa itu.
Lalu tak lama kemudian Thor bertemu dengan sang kepala dari desa ini dan menjelaskan apa yang terjadi, dia meminta agar para kelompok Alliance Fight's bisa sementara tinggal di desa ini demi menjaga keselamatan mereka.
Sang kepala desa yang adalah juga seorang kakek tua setuju dengan usulan Thor, ia nampak ramah dan begitu terbuka pada tamu dari luar persis seperti yang dikatakan oleh Thor.
"Thor, apakah kau akan ... tinggal di ... sini juga?" ucap kakek itu dengan pelan, karena usianya yang sudah tidak muda itu, berbicara pelan adalah satu-satunya pilihan berbicara baginya.
"Ah, saya harus segera kembali ke kerajaan barat, saya memiliki tugas yang harus diselesaikan."
"Begitukah? Padahal ... sudah lama sekali sejak kau ... terakhir kali datang ... ke desa ini, sejak saat itu dirimu masih muda ... tetapi lihatlah dirimu sekarang ... kau hanya sedikit berubah! Hahaha!"
"Ahaha, terima kasih Pak Kepala Desa, waktu terus berjalan di saat aku meninggalkan desa ini, jadi tentulah penampilanku tidak selalu sama seperti dulu, dan itu berlaku bagi setiap dari kita."
__ADS_1
"Kau benar Thor, waktu benar-benar terus berjalan ... bahkan ketika kita sama sekali tidak menyadarinya."
Pak Kepala Desa itu melihat Kibo yang berada di pangkuan tangan salah satu pria besar itu.
"Kalau begitu, desa kami memiliki lahan kosong ... untuk menguburkan temanmu itu, lebih baik ... kita segera menguburkannya," usul Pak Kepala itu pada kelompok itu.
Semua anggota kelompok Alliance Fight's terkaget dengan perkataan sang kepala desa tersebut.
"Be-benarkah kami dapat menguburkan Tuan kami di desa ini? Namun ... kami tidak memiliki biaya untuk membeli tanahnya," ucap salah satu pria besar itu.
"Pria berbadan besar ... apakah aku pernah berkata bahwa ... kau harus membayar untuk menguburkannya? Aku menghargai kalian berada di sini, dan tentu pula aku menghargai teman kalian yang sudah tiada ini ... karena itu segera kuburkanlah di tempat yang akan kutunjukkan."
Setelah pembicaraan mereka selesai, akhirnya Pak Kepala Desa itu membawa rombongan kelompok Alliance Fight's dan Thor juga mengikutinya.
Mereka sampai di lahan pekuburan yang cukup luas, namun ada beberapa lubang kosong yang dapat mereka pakai sebagai peristirahatan terakhir bagi Kibo.
Setelah beberapa saat mereka menutupi lubang kubur itu dengan tanah menggunakan pacul dan sekop.
Akhirnya mereka selesai melakukan hal itu, Pak Kepala menyerahkan nisan batu kosong untuk di isi, Thor kemudian membantu mengisi nama sekaligus data lain yang diperlukan bagi seseorang yang telah meninggal.
Ia menulis pada batu nisan itu dengan menggunakan sihir yang menyala biru pada ujung jari telunjuk kanannya.
Setelah selesai, Thor menyerahkan nisan itu pada salah satu pria besar yang kemudian menancapkannya dengan keras pada kubur Kibo agar tidak mudah lepas.
__ADS_1
Selesailah proses pengantaran Kibo pada peristirahatannya yang terakhir itu, para pria besar kelompok Alliance Fight's dan pula Thor membungkuk hormat pada makam Kibo sebagai tanda penghormatan yang besar padanya.
Sebelum berpisah dan meninggalkan desa, Thor memberikan suatu barang pada salah satu pria anggota Alliance Fight's.
"Ini adalah topeng iblis milikku memang sudah pernah rusak akibat pertarunganku dengan Arthur, namun sudah kuperbaiki kembali; Aku ingin kalian menyimpan ini dan bawa kemanapun kalian pergi, aku yakin topeng ini akan mampu menolong kalian di saat yang sulit."
Akhirnya Thor berpisah dari kelompok Alliance Fight's, tugasnya telah usai, ia berhasil menyelamatkan sebagian dari anggota kelompok ini dan berhasil pula menempatkannya di tempat yang aman.
Kini Kelompok Alliance Fight's mulai menetap di desa ini dan berbaur dengan warga desa, bekerja, bersosialiasi, dan bersama membangun desa itu.
Dan tidak lupa satu tujuan lagi yang akan mereka lakukan, mencari pemimpin mereka yang terdahulu, Yizi.
***
Arc: Perjalanan Kibo -End-
NOTE: Halo teman-teman semua, terima kasih telah membaca perjalanan Kibo yang ternyata cukup panjang, saking banyak menulis tentang karakter ini, saya malah cukup kehilangan beberapa informasi penting soal jalan cerita utama, namun saya akan perbaiki seiring dengan berjalannya cerita.
Sepanjang arc perjalanan Kibo ini mungkin banyak diantara teman-teman yang mengira MCnya adalah Kibo ini, namun saya tegaskan kembali, Kibo bukanlah MC dari cerita ini, melainkan Danny.
Mengapa saya menaruh banyak perhatian terhadap karakter ini? Jujur karena saya ingin menceritakan detail-detail cerita melalui karakter Kibo ini, sehingga jalan cerita bisa berhubungan satu sama lain.
Saya tidak bermaksud membuat pembaca bosan dengan ketidakhadiran MC di cerita ini, namun jujur saja saya memakai tokoh lain juga dan tidak terlalu berfokus pada MC agar cerita ini dapat terus berlanjut.
__ADS_1
Saya harap teman-teman juga bisa enjoy baca cerita ini, meskipun saya kira saya kurang begitu baik dalam menulis sesuatu namun saya akan berusaha mempertahankan gaya novel ini dari awal hingga akhir.
Terima kasih atas dukungannya sampai saat ini, semoga saya bisa menyelesaikan cerita ini dengan motivasi yang sama ketika saya memutuskan untuk memulai menulis cerita ini.