Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 497: Kenapa Kau Berlaku Sejauh Itu?


__ADS_3

Tatapan Olivia mengisyaratkan ia sudah tidak peduli lagi akan apapun.


Kekuatan gelap yang terfokus itu benar-benar menjadi mimpi buruk bagi siapapun yang merasakannya.


Arthur tidak terpikir ia akan melihat kekuatan sekecil ini namun dengan bahaya yang benar-benar besar.


Arthur menutup matanya sejenak, sedang aura kekuatan kuning yang ada padanya berangsur-angsur menghilang.


“Arthur, apa yang kau rencanakan?” Nada suara Worther bergetar pelan, kekakuan tubuhnya berangsur-angsur membaik, perlahan ia berdiri dibantu Hellen. Pria dengan kapak besar ini penasaran apa yang hendak direncanakan Arthur.


Arthur terdiam dan menatap rekannya penuh arti. “Menghentikannya.”


“?!” Hellen lagi-lagi tidak bisa menahan ekspresi kaget mendengar jawaban rekannya itu.


“Jangan lakukan itu.” Jessica menatap Arthur serius, tanpa mendengar penjelasan sekalipun ia kurang lebih tahu apa yang direncanakan rekannya itu.


Worther, Hellen dan Jessica bisa merasakan aura yang berubah dari Arthur. Sangat berbeda dari yang sebelumnya.


Apakah yang sebenarnya terjadi sekarang? Bukankah Arthur hanya menghentikan aura kekuatannya saja? Lantas mengapa mereka merasa ada yang berbeda dengan rekannya ini?


Terkadang orang dekat bisa merasakan suatu hal yang tidak bisa dirasakan orang lain, bahkan jika apa yang dilakukan orang yang bersangkutan itu terlihat biasa, namun bisa jadi berbeda di mata orang yang punya hubungan kuat dengannya.


Worther dan yang lainnya tidak sebentar mengenal dan bersama dengan Arthur, jalinan hubungan yang tercipta membuat mereka lebih dekat dari hanya sekedar rekan saja.


Karena hubungan dekat inilah yang membuat mereka cepat menyadari ada sesuatu yang direncanakan Arthur.


Arthur mengambil nafas dalam, raut wajahnya tenang, tidak terpengaruh akan apa yang dikatakan rekannya.


“....” Sementara itu Olivia tidak berhenti untuk mengumpulkan kekuatannya sampai sekarang, dan sepertinya tidak akan berhenti sampai batas maksimal yang bisa dicapainya.


Sang iblis perempuan itu sudah tidak berminat mengulur waktu lagi. Semangat melihat kesengsaraan musuhnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Kenyataan Tuan Domer yang sudah tiada adalah hal yang tidak masuk akal, bahkan ia sendiri berusaha tidak percaya meski kenyataannya seperti itu.

__ADS_1


Rasanya ia ingin memutarbalikkan waktu dan mengakhiri pria pirang tadi perlahan, setidaknya itu akan lebih menghiburnya.


Namun kesempatan itu sudah lewat, dan sekarang ia punya rencana yang lebih bagus. Dengan mengakhiri para manusia yang dihadapannya ini.


Padahal sebelumnya Olivia tidak merencanakan ini, lagipula pertemuan ini hanyalah ketidaksengajaan saja.


Kalau-kalau kenyataan tidak seperti ini, maka dengan senang hati Olivia tidak akan mengakhiri para manusia ini.


Ada cara lain yang bisa digunakannya, dan itu adalah dengan mengajak kerja sama, sama seperti yang ia lakukan pada sang setengah elf, Shea.


Kekuatan para manusia yang disebut ksatria suci ini tidak dapat dipungkiri memang berbeda ketimbang kebanyakan manusia lainnya.


Jadi jikalau mereka masih sayang nyawanya dan mau untuk tunduk pada iblis, kenapa tidak? Lagipula ras iblis tidak keberatan menerima siapapun atau makhluk apapun yang ingin mewujudkan rencana besar ini.


Dan manusia juga termasuk. Ras iblis memberikan peluang sebesar-besarnya agar seluruh makhluk di dunia memilih pilihan yang bijak, yaitu tunduk di bawah kewenangan iblis yang absolut.


Hal tersebut mungkin saja ditawarkan, namun sekarang tidak ada lagi kesempatan untuk para manusia dihadapannya ini.


Siapapun yang sudah mengalahkan komandan besar iblis adalah ancaman besar, yang terutama untuk dimusnahkan kapan saja dan di mana saja.


Namun tidak dengan Arthur. “Di Kerajaan Timur, sampai jumpa di sana.” Setelah Arthur mengatakan ini, tiba-tiba lingkaran sihir berwarna biru ada di bawah kaki setiap rekannya.


“Arthur!’” Hellen kembali berteriak, kali ini dengan nada suara yang sedih.


“Sial, aku harus membantumu.” Worther tertunduk lemah, ia merasa sangat tidak berguna untuk seorang yang pernah menyandang nama ksatria suci.


“....” Sementara itu Jessica terdiam, ia tahu Arthur tidak akan mendengarkannya, pada akhirnya sang mantan ketua ksatria suci itu tetap saja menjalankan apa yang direncanakannya.


Syut.


Hilanglah semua rekannya, yang kini hanya menyisakan Arthur saja, bersamaan dengan itu sihir bola hitam Olivia memancarkan kekuatan gelap yang sangat hebat dan dengan cepat mengarah padanya.


Namun sihir teleportasi Arthur sudah lebih cepat memindahkan teman-temannya sebelum bola aura hitam itu datang sepenuhnya.

__ADS_1


‘Kalian akan aman di sana.’ Arthur sudah memikirkan ini dari awal, ia tidak bisa membiarkan rekan-rekannya terus berada di tempat berbahaya seperti ini.


Kerajaan Timur adalah satu-satunya tempat yang terpikirkan olehnya.


Entah mengapa begitu, padahal Arthur sendiri tahu Kerajaan Timur bukanlah tempat yang pasti aman bagi rekan-rekannya itu. Namun instingnya mengatakan ia harus membawa mereka ke sana.


Dari sini muncul pertanyaan baru, mengapa Arthur tidak mengirimkan rekannya untuk membantu Danny saja di Kerajaan Barat? Bukankah dengan begitu akan menambah kekuatan untuk melawan musuhnya?


‘....’ Arthur melihat ke dalam hatinya sendiri.


‘Aku sudah percaya padanya....’


‘Tidak mungkin aku mengirimkan lebih banyak orang hanya untuk menghambatnya saja.’


Begitulah apa yang ada dalam pikirannya. Arthur sangat yakin dengan kemampuan Danny sampai-sampai tak terpikir lagi soal membantunya.


Entahlah orang mau berkata apa mengenai para mantan ksatria suci ini, Arthur tidak peduli.


Jika yang dipikirkan orang adalah bagaimana ke-empat mantan ksatria suci mati dengan heroik saat melawan iblis, sayangnya ia tidak merencanakan itu.


Lalu mengapa ia tidak mengirim rekan-rekannya ke Kerajaan Selatan saja? Arthur tahu ia punya banyak pilihan untuk mengirimkan ke-mana saja rekannya itu.


Namun sekali lagi, Arthur punya pertimbangan tersendiri dan penuh keyakinan memilih Kerajaan Timur sebagai tempatnya.


Arthur melihat bagaimana bola hitam seukuran bola basket itu mengarah padanya dengan cepat. Namun pada kenyataannya Arthur melihatnya dalam tempo lambat.


Apakah artinya? Sederhana saja, kecepatan bola hitam itu tidak lebih cepat sampai-sampai ia tidak bisa menyadarinya, jadi Arthur sama sekali tidak perlu khawatir akan kemungkinan dirinya terkena serangan tanpa disadarinya.


Namun bukan berarti tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan di sini, jangan lupakan bagaimana kuatnya kekuatan aura gelap yang sudah dihimpun iblis bernama Olivia itu.


Arthur menutup matanya perlahan. ‘Akhirnya ada yang bisa kulakukan olehku.’


Sedang bola kekuatan sihir makin mendekat padanya, jika ia tidak melakukan apapun, sudah pasti akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


Jika Arthur bisa menghindari serangan bola aura hitam itu, lantas mengapa ia tidak melakukannya? Bukankah itu adalah jalan terbaik untuk saat ini?


‘Dampak serangannya pasti akan menghancurkan seluruh area gurun ini.’ Arthur tahu betul akan fakta ini.


__ADS_2