
"?!" Arthur tidak menyangka pemuda yang sudah dihempaskannya ini malah muncul kembali dan bahkan menghentikan serangannya secepat ini.
'Aku tahu... tapi aku tidak bisa membiarkannya, Tuan Arthur punya urusan dengan iblis ini, begitupula aku,' batin Danny.
Ia punya alasan jelas mengapa ia menghentikan serangan Arthur, yang tak lain tak bukan karena ia punya urusan dengan iblis ini.
"Keluar jalur." Raven terdengar tidak percaya melihat ini, ia pikir Danny akan sadar setelah diserang begitu keras dan berhenti berurusan dengan iblis, namun yang terjadi tidaklah seperti itu.
"Bocah itu." Worther terganggu dengan apa yang dilihatnya, mengapa ada orang yang berani menentang ksatria suci?
"Danny minggirlah, ini urusanku." Arthur menguatkan serangannya, namun pedangnya masih tertahan oleh tinju Danny.
Kreet....
"Ini urusanku Tuan." Danny berhenti untuk membiarkan semua terjadi begitu saja, pada akhirnya ia harus memperjuangkan apa yang jadi tugasnya.
Jikalau musuh saja sudah bilang begitu, maka apa dia akan diam saja? Apakah membiarkan orang lain mengalahkannya adalah hal yang tepat?
Fakta bahwa Domer sendiri sudah mengatakan tujuannya adalah hal yang tidak terbantahkan, dia sendiri yang menyatakan hanya punya urusan dengan Danny.
Domer terdiam, sebagai iblis yang jadi musuh mereka semua tentu hal ini menguntungkannya.
Mereka kedua orang dari pihak manusia ini malah berselisih dan saling berhadapan satu sama lain?
Bukankah lebih baik mereka itu bersatu melawannya dan dengan begitu masalah selesai?
Tidak buruk juga melihat mereka bertarung sih, lagipula itu tidak merugikannya sama sekali.
"Jangan paksa aku Danny." Sorot mata kuning Arthur menatap tajam, kekuatannya tidak menurun dan malahan makin naik drastis.
Ssshhh....
Danny melakukan hal yang sama, tidak mau membiarkan seorang Arthur melewatinya dengan mudah.
'Baru kali ini aku mengganti kekuatan batu permata suci dengan cepat....' Danny sadar akan hal ini.
'Rasanya aneh daripada menggunakan dua kekuatan sekaligus.' Tidak disangka juga ia bisa mengganti kekuatan jenis kekuatan batu secepat ini. Dan tentu ini hal yang bagus, ia tidak mau membuang banyak waktu.
__ADS_1
Sret....
Berbagai pikiran keraguan mulai muncul lagi dalam benak Danny, bertanya-tanya apakah ia bisa melakukan apa yang tengah diperjuangkannya ini? Dan di saat yang bersamaan Danny menekan pikiran yang muncul ini.
'Tuan Arthur... aku tidak bisa menyakinkannya....' Pengalaman masa lalu tidak serta merta membuat sang ksatria suci itu berubah seperti dugaannya, namun pada akhirnya dia tetaplah pribadi yang menjunjung tinggi idelismenya.
Termasuk tindakannya yang mau berurusan dengan iblis ini, ia tidak peduli akan apapun selain tujuannya sendiri.
'Jadi ingat masa lalu....' Danny teringat lagi akan pengalaman dimana betapa payahnya membantu temannya sendiri, Yizi.
Dan sekarang terjadi lagi hal yang tidak jauh berbeda. Arthur dengan tujuannya sendiri dan tidak lagi peduli akan apapun. Tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam jalannya sendiri.
'Aku akan menghentikannya.' Danny menguatkan tekadnya, tidak ada hal lain yang membuatnya berdiri mengeluarkan kekuatan besar selain tekadnya sendiri.
Ini terlihat seperti orang-orang yang tengah berebut akan suatu hal. Kurang lebih itulah yang bisa menggambarkan keadaan sekarang.
Arthur dengan tekadnya untuk membalas temannya dan Danny dengan tekad menjawab tantangan iblis yang hanya ditujukan padanya.
'Kenapa mereka tidak mendengarnya?' Danny bertanya-tanya akan hal ini, padahal bisa saja para ksatria suci duduk manis dan menyerahkan urusan ini padanya.
Yang pada akhirnya tidak terjadi seperti itu, mereka, ksatria suci, para orang kuat berbuat seenaknya dan tidak peduli akan apa yang terjadi.
'Aku tidak mengerti hanya dengan kata-kata....'
'Kalau begitu bagaimana dengan bukti?!' Danny menguatkan tenaganya, kakinya sedikit terseret ke belakang yang menandakan Arthur memang berniat menyingkirkannya lagi.
Sreet....
Namun Danny tidak membiarkan langkah kakinya terseret ke belakang lebih jauh lagi. Aura kekuatan merahnya makin menjadi-jadi dan semakin beradu dengan kekuatan kuning sang ksatria suci.
SHHHHH!
Hempasan angin keras pun tercipta, yang membuat usaha Jessica jadi sia-sia, pada akhirnya pandangan sekitar jadi tertutup pasir lagi dan hempasan anginnya malah lebih besar dibanding sebelumnya.
"KAU BELUM MENGERTI JUGA DANNY?!" Arthur terlihat habis kesabarannya, raut wajahnya menandakan ia jelas-jelas tidak senang aksinya dihentikan seperti ini.
"...." Danny hanya membalasnya dengan sorot mata tajam, ia tahu seberapa banyak bicara pun sang ksatria suci ini tidak mau mengerti apa yang dikatakannya.
__ADS_1
"!" Arthur bersikeras ingin menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalannya, tidak peduli siapapun itu.
Pada akhirnya ada rasa aneh pada sang ksatria suci ini, tidak biasanya pemuda yang ia lawan ini bisa bertahan selama ini, padahal dulu tidak seperti ini.
Kekuatannya kurang lebih masih sama, namun mengapa sekarang terasa berbeda?
'Tuan Arthur memang kuat....' Danny tidak bisa menghentikan kilas balik yang sekarang melintas dalam pikirannya, semakin lama ia melakukan ini, rasanya semakin ingin ia menghentikannya.
Adanga kontradiksi di sini, di satu sisi Danny tahu lawannya ini benarlah kuat dan akan sulit menghentikannya di sisi lain, layakkah ia mengorbankan tekad dan niat untuk menyadarkan ksatria suci ini?
Tidak ada kesempatan lain lagi, ketika perkataan tidak cukup maka hal seperti ini tidak terhindarkan.
'Aku tidak mau... aku tidak mau menyia-nyiakan ini!'
SHHHH!
TRANG!
Pedang kuning Arthur seketika itu juga hancur, tidak kuat menerobos pertahanan Danny.
"!" Seketika itu juga Arthur melompat ke atas dan langsung menendang titik buta Danny, di atas kepalanya.
BUM!
Ledakan hebat terjadi, membuat gelombang udara yang kuat, bahkan sampai ke sisi jauh dari padang gurun ini.
"...." Danny menyilangkan tangannya ke atas, menahan serangan kaki Arthur yang tepat mengarah pada kepalanya.
'Hampir saja.' Danny tidak bisa melihat pergerakan Arthur, namun untunglah instingnya masih bisa diandalkan.
Kekuatan batu permata fisik yang ia keluarkan itu sangat berguna memperkuat instingnya. Berbeda dari sebelumnya, kini Danny dengan tekadnya mengeluarkan semua kekuatan batu permata fisik.
'Gawat sekali, kalau serangannya masuk.' Danny memasang kuda-kuda pada kakinya sendiri, namun posisinya kini terlihat hampir jatuh ke bawah, yang menandakan serangan Arthur ini memang kuat sekali.
Disekitaran tanah pasir dekat kakinya terlihat aura merah yang menyala. 'Aku harus membagi kekuatan ini dengan tanah pasir dibawahku, tenggelam di gurun pasir bukanlah ide bagus.'
Dengan kuatnya serangan Arthur ini bukan tidak mungkin Danny bisa terhempas sampai ke dalam gurun pasir dan berakhir entah di mana. Maka dari itu ia tidak punya pilhan lain dengan membagi kekuatannya sendiri.
__ADS_1
"Aku baru saja mulai Danny." Arthur melompat ke belakang, dan mengarahkan tangan kanannya ke atas dan saat itu juga lingkaran sihir besar sekali muncul.