Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 279: Keseriusan


__ADS_3

Vincent sendiri menginginkan hidup damai jauh dari masalah yang merepotkan, ia berharap menjalani hidup normal dan bahagia sepanjang hidupnya, namun pertanyaannya adalah: apakah itu bisa tercapai dengan kondisi dunia yang perlahan akan di ambil alih ini?


Sedang Brock hanyalah seorang pria besar yang tentu saja sama dengan Vincent, ia menginginkan agar hidup sebagaimana mestinya di dunia yang damai, namun setelah mendengar kenyataan yang begitu buruk dari Danny, keinginannya soal menjalani hidup dengan bebas, aman, dan tentram dipertanyakan di sini.


Vincent dan Brock punya alasan masing-masing untuk kembali menjalani hidupnya dengan aman dan tentram, karena memang selama ditahan hampir lima tahun kebebasan saat inilah yang mereka tunggu-tunggu.


"Bahaya seperti apapun, aku tidak takut selama aku bersamamu Danny." Patricia mengepalkan tangannya sembari menatap serius padanya saat ini.


Patricia yang sudah beberapa lama dengan Danny memang telah mendengar berbagai hal menakutkan yang ada, namun bukannya ia takut melainkan ia malah semakin ingin tetap mengikuti Danny kemanapun ia pergi.


Ia tahu akan risiko yang dihadapi, namun risiko yang menakutkan itu tidak mampu mempengaruhinya karena memang ia sangat ingin bersama dengan pria itu apapun yang terjadi.

__ADS_1


Patricia yang telah mendengar pengakuan Danny tentang dirinya itu; ia merasa lebih baik dan lebih berarti serta mendapat kekuatan yang lebih untuk menjalani apapun yang akan terjadi ke depannya.


Kini Patricia sudah benar-benar percaya pada Danny, meskipun Danny sudah bilang ia akan terus melindunginya, namun Patricia akan tetap berusaha semampunya agar ia bisa meningkatkan kemampuan yang dimilikinya agar bisa membantu Danny dalam perjalanannya itu.


Danny tersenyum, ia senang Patricia bisa menerima keadaan tentang bagaimana risiko mengikutinya dalam perjalanan ini.


Dan memang pengertian itulah yang sebenarnya Danny harapkan, namun pada akhirnya memaksa Brock dan Vincent agar mau ikut dengannya adalah hal yang tidak terlalu baik.


Vincent tertunduk. "Maaf Danny, kukira hanya sampai di sini aku tahu akan hal ini."


Vincent kemudian berdiri, raut wajahnya lebih serius dibanding sebelumnya, rasanya ia akan mengatakan sesuatu yang penting, sesuatu yang lebih penting dibanding perkataan yang biasanya ia ucapkan.

__ADS_1


Danny yang melihat Vincent berdiri, ia pun ikut berdiri juga dan Brock serta Patricia ikut juga berdiri saat ini; keempat orang itu benar-benar tengah berdiri saat ini.


Danny melihat raut muka Vincent yang serius ini, semenjak pertemuan pertama dengannya di sel penjara, ia belum pernah melihat dia seserius ini sebelumnya.


Karena memang Vincent tidak begitu terlihat terlalu serius dalam suatu hal, namun nampaknya untuk saat ini keseriusannya telah meluap ke tingkat yang lebih tinggi yang tidak diketahui orang lain.


Brock juga merasakan perasaan keseriusan yang luar biasa dari pria berambut sebahu ini, ia tidak menyangka aura ketika Vincent serius akan terasa seperti ini.


"Aku tahu mungkin ini pertama kalinya aku menunjukkan keseriusanku pada kalian, bahkan Brock yang sudah lama bersamaku pun tidak tahu mode keseriusanku seperti apa."


Brock tidak bisa menyangkal apa yang telah dikatakan oleh Vincent, memang selama ia bersamanya di sel penjara, Vincent sama sekali tidak pernah menunjukkan 'mode serius' yang saat ini ia perlihatkan itu.

__ADS_1


"He-hei Vincent? Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat seperti orang lain ketika serius seperti itu." Brock saat ini tidak melihat Vincent yang akan berbuat konyol lagi nampaknya, keseriusannya itu bukanlah sesuatu yang biasa, ini benar-benar tidak biasa!


"... Danny sepertinya aku hanya akan sampai sini saja."


__ADS_2