Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 137: Berakhirnya Perbudakan


__ADS_3

"Tujuan kalian mengandalkan kekuatan misterius ini hanya untuk kepentingan organisasi ilegal ini kan?!"


"...."


"Jawab aku!"


"Kau- Kau tidak mungkin mengerti Arthur! Kau yang hidup di kota pusat kerajaan barat yang tenang dan damai mana mungkin bisa mengerti!"


Sang ketua mengatakan bahwa memang idealismenya itu kadang tidak bisa bisa dimengerti banyak orang meskipun telah dijelaskan, dan memang kenyataannya seperti itu.


Dan lagi tujuan Arthur mengertak adalah memang untuk membuatnya mengatakan semua, namun ternyata tidak berhasil.


Idealisme Dark Shadow benar-benar tidak bisa dinilai dalam satu pandangan saja, untuk mengerti tujuan mereka harus menggunakan berbagai macam sudut pandang agar bisa menerjemahkan apa yang dilakukan Dark Shadow tergolong baik atau buruk.


Arthur sadar mereka adalah organisasi yang tertutup, memang sangat cocok di sebut sebagai Dark Shadow, sebuah organisasi yang berjalan tanpa diketahui orang banyak.


Namun karena Arthur adalah orang beridealisme kebenaran dan keadilan maka tindakan Dark Shadow yang tertutup dan tidak memiliki izin untuk beroperasi hingga akhirnya dicurigai sebagai organisasi ilegal yang bisa membahayakan orang banyak.


Seluruh Organisasi di seluruh dunia ini haruslah mendapat izin dari kerajaan, itu adalah bukti bahwa organisasi itu terdaftar dan memiliki surat serta dokumen yang lengkap.


Jika ditemukan organisasi yang tidak berizin maka pastinya sudah di cap sebagai organisasi yang menentang kerajaan itu sendiri. Peraturan ini berlaku di seluruh kerajaan di Hello ini.


Kebanyakan dari organisasi illegal akan diburu dan segera di hentikan segala aktivitas dan kegiatannya, itu adalah perintah yang mutlak yang harus di lakukan.


Organisasi illegal atau tanpa izin berpotensi besar melakukan kegiatan yang di larang seperti pencurian, penyelundupan barang rahasia kerajaan, pembuatan uang palsu, dan berbagai kejahatan lainnya termasuk menculik para warga yang dilakukan oleh Dark Shadow.


Arthur berambisi untuk menegakkan keadilan dan peraturan yang mutlak bagi semua orang, itulah tujuannya sebagai seorang ksatria yang menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah ada tersebut.


Kreeet ....


Cekikan itu terus di perkeras oleh Arthur guna mengorek informasi dari Dark Shadow.


Sang ketua Dark Shadow tahu pula bahwa memang kejadian seperti ini tidak bisa diperkirakannya dengan baik, ia terlalu percaya diri yang berujung pada ketidaksesuaian dengan apa yang di harapkannya.


Ia sebenarnya tidak ingin menyerah di sini, ia masih ingin meneruskan idealismenya soal kesenjangan yang terdapat pada kerajaan, sebuah hal yang tidak ada habisnya untuk ditemukan di seluruh dunia ini.


Namun apa daya dengan keadaannya yang seperti ini, ia sudah terpojok dan tidak memiliki rencana untuk melawan balik Arthur.


"Ar-thur ... kau ... masih belum melupakan pesanku tiga tahun lalu bukan? Keadilan yang sesungguhnya ... apakah hal itu ada di dunia ini?"


Sepertinya sang ketua Dark Shadow memiliki beberapa hal untuk dikatakan meskipun saat ini untuk bernafas saja susah, namun ia tetap mengatakan suatu hal pada sang ksatria suci itu


"Keadilan ... kau pikir ... keadilan yang terlihat oleh mata ... itu adalah hal yang patut dipuji? Uugh ... memang hal itu tidak salah ... namun keadilan ... tidak hanya ada di tempat yang terlihat ...."


"Aku ... tidak ... akan berhenti ... sampai keadilan ditegakkan ...."


Emosi Arthur makin menjadi-jadi mendnegar perkataam ketua Dark Shadow itu, tanpa mengatakan apapun cekikan yang ia lakukan pada makhluk hitam itu makin keras dan semakin keras.


Perlahan namun pasti, wujud Ketua Dark Shadow perlahan terlihat, ia tidak berupa makhluk hitam seperti robot lagi ... bagian wajahnya kini sedikit terlihat ... seperti mata seorang wanita.

__ADS_1


Arthur menyadari hal ini, ia berupaya terus melakukan hal ini demi membongkar identitas dari makhluk hitam itu.


Tidak ada lagi pilihan selain harus mundur dan menjauhi pria berbahaya ini jika masih ingin selamat pikir sang ketua.


Sang ketua Dark Shadow tidak perlu memikirkan egonya lagi sekarang, karena hal itu sama sekali tidak dapat menyelamatkannya dari cengkaraman Arthur.


"Ukh ... Aku ... sial!"


Huuussh ....


Bagaikan bayangan hitam yang lenyap kehadirannya. Tiba-tiba seluruh anggota Dark Shadow menghilang di area bangunan ini, nampaknya mereka masih bisa melarikan diri dari Arthur.


Kini setelah keberadaan Dark Shadow menghilang, terdengar suara yang menggema.


"Awas saja kau Arthur ... kita akan bertemu lain kali!"


Danny, Brock, Vincent, dan Yizi merasakan suatu perbedaan ketika Dark Shadow melarikan diri dari sini, terasa seperti kekuatan mereka kembali seperti semula.


Danny segera menghampiri Brock dan Vincent. "Apakah kalian merasakannya?"


"Ya, pada akhirnya kekuatan kita terbebas juga, nampaknya karena memang kelompok Dark Shadow yang telah melarikan diri itu telah menghentikan penekan kekuatan itu pada kita," ucap Brock.


Vincent mengangguk menyetujui hal tersebut.


Di sisi lain Yizi menghampiri Arthur yang masih terdiam di sana sedang memegang dadanya sendiri. "Arthur?"


Arthur menoleh padanya. "Aku sangat ingin bertemu denganmu ... aku ini penggemarmu!"


Yizi merasa ini adalah kejadian terhebat dalam hidupnya itu, pada akhirnya ia bisa berbicara secara langsung pada orang yang di kaguminya itu.


Dan ia merasa juga sifat Arthur yang ramah pada semua orang itu benar, buktinya ia tidak berkomentar apapun tentang penampilannya saat ini.


Danny, Brock, dan Vincent segera menghampiri Arthur dan Yizi.


"Arthur ... em ... bagaimana dengan para tawanan yang lain?" tanya Danny, ia merasa khawatir akan kelangsungan hidup para tawanan itu.


BRAK!


"!"


"Soal itu ... kita pikirkan nanti! Kita akan segera keluar untuk mengetahui apa yang sedang terjadi!" seru Arthur sembari berlari meninggalkan bangunan itu.


Lalu diikuti oleh mereka ber-empat, mereka segera menemukan bahwa gerbang depan yang mengurung mereka selama ini telah roboh karena kekuatan massa yang besar, mereka tengah berkumpul di depan gerbang itu.


Arthur dan lainnya segera bergabung dengan mereka untuk segera melihat apa sebenarnya yang terjadi.


Hilir angin dingin kembali terasa di malam ini, bulan terlihat bersinar sempurna, terkadang terlihat juga beberapa burung melintas di atas sana.


"Kalian siapa?!"

__ADS_1


"Mengapa membuat keributan di sini?!"


"Apakah kalian tidak tahu sedang diadakan pertarungan hebat di sini?!"


Beberapa ucapan keluar di mulut para tawanan ini, mereka masih belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Organisasi Alliance Fight's menjawab pertanyaan mereka itu.


"Kami sedang mencari pemimpin kami di sini! Apakah kalian mengetahui di mana dia?"


"Seseorang bernama Yizi! Apakah kalian mengetahuinya?"


Lalu terdengar obrolan di antara para petarung tahanan itu.


"Yizi? Kurasa aku pernah mendengar nama itu."


"Siapa ya? Baru kali ini aku mendengarnya."


"Dia adalah ketua dari organisasi Alliance Fight's yang kerap kali bertualang ke berbagai kota!"


"Ah, kau benar!"


Sebagian orang tahu dan ada pula yang tidak tahu akan orang yang dimaksud oleh ke sepuluh pria botak itu.


Yizi mendengar samar-samar seperti ada yang memanggilnya, kerumunan orang itu berusaha di terobosnya, seketika itu juga ia kaget melihat ke sepuluh orang yang di kenalinya itu untuk pertama kalinya setelah tiga tahun lamanya.


"Ka-kalian ...."


Dan pula ke-sepuluh orang botak itu terkaget melihat orang yang mereka cari selama ini ternyata ada di depan mereka.


"Tuan Yizi!"


Yizi perlahan menemui mereka, terjadi nostalgia antara mereka, pemandangan mengharukan tiba-tiba terjadi saat ini.


"Kami mencari tuan, setelah sekian lama ini!"


"Ya, itu benar tuan, kami akhirnya menemukan tuan!"


Yizi sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan kelompok yang selama ini ia pikir dirinya sudah tidak berarti lagi.


Ternyata pikirannya tidak sesuai dengan kenyataan, kenyataan bahwa memang para anggota Alliance Fight's masih mencarinya bahkan setelah berlalu tiga tahun lamanya.


Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa hari ini akan datang, sebuah hari di mana ia benar-benar merasa dicari dan dibutuhkan.


Begitu emosionalnya Yizi, sampai-sampai ia meneteskan air matanya, begitu rindunya ia pada kelompok yang selama ini bersama dengannya membuka dunia baru baginya.


Sebuah wadah dimana ia menjadi dirinya sendiri, sebuah tempat pulang layaknya rumah yang selama ini ia tinggalkan, begitu rindunya ia pada seluruh anggota Alliance Fight's.


Setelah mengambil waktu untuk saling bernostalgia dan berpelukan akhirnya muncullah pertanyaan yang selama ini ia ingin ajukan.

__ADS_1


"Ka-kalian tidak bersama Kibo saat ini?"


__ADS_2