
‘Dia pikir semudah itu menangani seranganku,’ batin Shea, ia merasa geli dalam dirinya sendiri.
Mengapa lawannya begitu yakin hanya dengan mengumpulkan kekuatan saja sudah cukup untuk menangani serangannya?
‘Realita bisa aku ubah dengan mudah.’ Shea mendapatkan keuntungan ini dari teknik lawannya sendiri, teknik dunia buatan.
‘Api abadi.’ Begitulah Shea menamakannya. Sesuai dengan namanya, pengguna kekuatan ini bisa mengeluarkan elemen api yang tidak pernah padam.
Hujan api yang sekarang terjadi adalah representasi dari teknik api abadinya itu.
Apalagi yang lebih hebat daripada api biasa? Tentu saja jawabannya api yang tak pernah padam bukan?
Sang setengah elf ini akan susah melakukan hal semacam ini bilamana masih ada dalam dunia nyata. Karena membuat kenyataan baru di dunia nyata lebih sulit dibandingkan di dunia buatan.
Dan tentunya ia harus menggunakan banyak usaha, tenaga dan kekuatan untuk melakukan ini di dunia nyata. Jika ada yang lebih mudah, kenapa tidak?
Dengan menghemat energi kekuatan, tentunya akan jadi keuntungan tersendiri. Siapa juga yang malah memboroskan energi ketika ada keuntungan seperti ini?
Siapa sangka teknik lawannya itu akan sangat berguna baginya? Blunder yang sangat hakiki sekali.
Asap yang mengepul di tubuhnya masih ada dan kemudian perlahan namun pasti menghilang. Sang setengah elf itu tidak merasakan apapun.
Terlihat jelas bagaimana usaha pemuda itu untuk menyerangnya, namun seperti yang kita tahu itu sama sekali tidak berhasil.
Sekiranya lebih baik tidak berusaha sama sekali daripada melihat usahanya sia-sia seperti ini.
Shea sendiri tahu pemuda itu seharusnya bisa melihat situasi. Mengapa tetap berusaha padahal sudah tahu itu tidak akan berhasil?
Tapi tak apa, ini menjadi hiburan tersendiri bagi sang setengah elf ini.
Sang setengah elf ini tidak sabar melihat bagaimana manusia itu terbakar perlahan dengan api abadi, tentunya akan sangat menarik untuk dilihat.
Melihat lawannya sengsara adalah suatu kepuasan tersendiri baginya, lebih baik daripada pertarungan berakhir begitu saja tanpa ada kesan tersendiri.
Hush!
__ADS_1
“Hm?”
‘Makhluk hitam itu.’ Shea melihat makhluk hitam itu bergerak cepat, mendekati sang pemuda yang keadaannya tidak terlalu bagus.
‘Dia menyentuhnya?’ Meski kejadian sekarang berlangsung cepat. Namun Shea bisa melihatnya dengan jelas.
Jelas-jelas makhluk hitam itu bergerak cepat layaknya bayangan hitam, mendekati pemuda itu. Entah apa yang dilakukannya.
Melihat bayangan hitam seperti ini membuat Shea berpikir. ‘Sepertinya aku pernah melihatnya.’
HUUUUUSHHHH!
“....” Sementara itu Shea melihat bagaimana aura kekuatan pemuda itu terus bertambah besar.
HUSH!
Dalam satu kedipan mata saja pemuda itu sudah ada di depan matanya. “Hmph.” Shea sedikit tersenyum.
BUM!
Seketika itu juga terciptalah gelombang kekuatan yang luar biasa hebat.
“Jadi begitu.” Shea bisa melihat aura kekuatan yang berbeda dari pemuda yang menyerangnya itu.
Aura kekuatan hitam terpancar dari pemuda itu, wajahnya terlihat berdarah karena sempat terkena tetesan api abadi.
“Sihir Angin: Pedang Angin!” Seketika itu juga Danny berkelit dan mengeluarkan kekuatan elemen angin yang sangat besar.
HHUUUUUSH!
SRRRRAAAKKK!
Dengan sangat cepat Shea meningkatkan aura pertahanannya, namun serangan hempasan angin itu tetap bisa membuatnya terseret ke belakang.
‘Dia menggunakan aura kekuatan gelap?’ Shea tidak tahu pemuda itu dapat melakukannya. Tidak pernah ia jumpai manusia yang menggunakan kekuatan iblis seperti ini.
__ADS_1
Terasa dengan jelas alasan mengapa serangan hempasan angin ini membuatnya bisa terseret ke belakang. Yang jikalau energi serangan sihir biasa sudah pasti mudah ia atasi.
‘... Makhluk hitam itu.’ Shea menyadari ini dalam batinnya.
‘Dia mentransferkan kekuatan gelap padanya.’ Itulah alasan dibalik makhluk hitam mendekati pemuda itu.
SSHHHH!
Hempasan angin yang sangat kuat tidak kunjung berhenti. Malahan saking kuatnya, menghempaskan balik hujan api deras ini kembali ke langit.
Harus diakui bahwa memang kekuatan pemuda itu bukanlah kekuatan yang biasa-biasa saja.
Shea yang masih terseret ke belakang tidak buru-buru untuk menghentikan hempasan angin ini, melainkan ia tertarik untuk melihat apa lagi yang akan dilakukan pemuda itu.
“Sihir Angin: Perisai Dinding Angin!” Setelah tercipta jarak di antara mereka, Danny dengan segera mengerahkan kekuatan sihir angin yang begitu besar, ia mengangkat kedua tangannya ke atas dan energi biru terang makin menggila bahkan sampai mata sang setengah elf agak terbuka.
Shea bisa melihat dengan jelas, kekuatan angin yang lebih besar lagi dikerahkan oleh pemuda ini. Apa yang sebenarnya dia rencanakan?
Shhhh....
Tak perlu waktu lama, lingkaran sihir biru terang muncul di langit. Lingkaran sihir yang begitu rumit dengan kekuatan yang besar benar-benar muncul di atas.
Seolah seluruh langit jadi tertutup oleh lingkaran sihir biru terang itu.
Zrasshhh!
Di balik langit terlihat jelas bagaimana hujan api yang sebenarnya masih berlangsung. Namun di saat yang bersamaan tertahan oleh sihir angin biru Danny.
‘Hmm.’ Shea melihat bagaimana usaha yang dilakukan oleh pemuda ini.
‘Kekuatan alamku tidak menembus sihir anginnya,’ batin sang setengah elf ini, seharusnya yang terjadi adalah seperti sebelumnya, yang di mana semua jenis kekuatan sihir biasa seharusnya tidak bisa menahan teknik hujan apinya.
“Kau.” Shea melihat tajam pada makhluk hitam mata merah yang melihatnya dari jauh.
‘Dia pasti menyalurkan kekuatan gelapnya pada pemuda itu.’ Tidak ada kemungkinan yang lebih besar dari ini. Shea kembali meyakinkan dirinya.
__ADS_1
Faktanya, Shea tidak yakin si pemuda bernama Danny memiliki energi gelap juga, karena pada kenyataannya dia hanyalah manusia.
Namun fakta bahwa manusia biasa saja bisa menggunakan kekuatan leluhur ras lain adalah nyata. Jadi apakah aneh jika beranggapan dia juga bisa menggunakan kekuatan gelap?