Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 182: Kompetisi Dimulai! (2)


__ADS_3

Begitu keduanya mengucapkan kalimat sihir dengan bersama-sama, sekelebat cahaya putih yang menyilaukan memenuhi ruangan kantor itu, mengakibatkan tidak ada seorang pun yang bisa melihat karena memang silau.


Pak Wakil harus menutupi matanya dengan lengan besarnya itu, ia sedikit kaget akan cahaya putih menyilaukan itu namun pada akhirnya sinar dewa, ah sinar berwarna putih itu pun perlahan meredup dan hilang.


"Apakah semua berjalan dengan lancar?" tanya Pak Wakil kota pada kedua ksatria itu.


Lingkaran sihir yang berada di bawah kaki mereka berdua perlahan menghilang, sepertinya mereka telah selesai menggunakan sihir gabungan itu.


"Fuh ... cukup menguras energi ... tapi tenang saja Pak Wakil, semua berjalan dengan lancar!" ujar Thor sembari mengacungkan jempolnya.


Arthur sendiri terdiam, tanpa mengomentari apapun soal sihir tadi yang telah dilakukannya bersama dengan Thor.


"Aku mau ke kamar kecil dulu," ujar Arthur sembari meninggalkan ruangan itu.


Pandangan dan air muka Arthur sama sekali tidak berubah, ia tetap serius dan tidak terpancar sama sekali keramahan dalam dirinya itu, sikapnya seakan berbeda seratus delapan puluh derajat dari yang biasanya.


Thor sudah menduga ini dari kemarin malam, dugaannya semakin menguat, namun ia tetap tidak berburuk sangka pada sahabatnya itu, ia tetap berusaha untuk bersikap padanya seperti biasanya.


"Jangan lupa kembali lagi ke sini," ujar Thor namun Arthur telah keluar dari pintu ruangan itu.


"Ngomong-ngomong tadi kalian menggunakan sihir apa?" tanya sang Pak Wakil pada Thor.


"Oh? Itu adalah sihir gabungan Pak Wakil ... sihir yang terbentuk karena dua orang yang saling bersamaan mengaktifkannya ... memang sihir ini jarang dipakai karena penggunaannya yang cukup sulit, dan juga memang menguras energi sihir yang lumayan banyak ...."


Penjelasan Thor membuat Pak Wakil sedikit mengerti tentang sihir gabungan itu.

__ADS_1


"Jadi tidak semua orang bisa menggunakannya?"


"Saya tidak bilang begitu, semua hal bisa dipelajari termasuk sihir gabungan ini namun harus dibayar dengan waktu yang tidak sebentar, namun pada akhirnya yang mempunyai bakat dalam bidang sihir akan lebih cakap dan cepat untuk menguasainya tidak hanya sihir tunggal melainkan sihir gabungan juga," jawab Thor.


"Dan lagi sihir ini menuntut keselarasan antar kedua penggunanya, jika tidak ada maka sihir itu tidak akan bekerja dengan maksimal ...."


Thor menjelaskan tentang sihir itu pada sang Wakil Kota yang nampaknya memang penasaran akan hal itu.


Thor menjelaskan tentang keselarasan atau kekompakan dalam menggunakan sihir ini, namun sebenarnya tadi ketika ia menggunakan sihir gabungan, ia sedikit kesulitan menyeleraskan sihirnya dengan sihir Arthur yang agresif.


Namun pada akhirnya mereka berdua berhasil melakukan sihir itu, dan nampak sekali sihir itu dilakukan dengan tujuan untuk menunjang kompetisi yang sebentar lagi dimulai.


"Pak Wakil ... sihir ini akan bekerja sesaat sebelum kompetisi akan dimulai, kita dapat memantau bagaimana aksi para peserta itu melalui sihir yang akan nampak di depan kita, mirip seperti layar hologram, itu membantu kita untuk lebih memperhatikan jalannya acara ini dengan lebih baik ...."


Pak Wakil mengangguk-angguk paham dengan penjelasan yang diutarakan oleh Thor.


Setelah beberapa saat Arthur akhirnya kembali dari urusannya yang semula, masih dengan sikap dingin yang sama.


Seketika itu juga muncullah layar hologram tembus pandang yang berwarna biru, itu tentunya efek sihir gabungan mereka berdua juga, bisa dibilang ini sepaket dengan jenis sihir yang mereka lakukan tadi.


Arthur ikut berdiri di samping kedua orang yang tentunya Thor dan Pak Wakil Kota Kota Boston, dengan munculnya layar itu menandakan kompetisi akan dimulai dalam waktu sepuluh detik dari sekarang.


"Ini pasti akan menarik." perlahan namun pasti, Arthur tersenyum dengan senyuman antusias bercampur sedikit bumbu mengerikan yang belum pernah ia tunjukan pada siapapun juga.


***

__ADS_1


Di tempat kompetisi yaitu dataran luas rumput hijau, para peserta telah menyebar ke berbagai penjuru bukit, batu atau pepohonan yang ada di sana, kini situasi masih hening, kompetisi akan dimulai dengan suara bel yang kencang yang menandakan semua peserta dapat melakukan apapun untuk merebut bel dari setiap lawannya itu.


Pembawa acara dan staff penyenggara kompetisi telah undur diri dari area itu, yang ada kini hanyalah semua peserta yang akan saling berkompetisi.


Tak berselang lama, suara bel akhirnya terdengar dengan lantang di area itu, bersamaa dengan itu terjadi hal aneh di area hijau itu.


Lingkaran sihir biru yang berukuran sangat besar, hampir mencakup area semua para peserta yang bersembunyi, muncul di atas langit dan di bawah tanah tempat mereka berpijak.


Para peserta tentunya merasa kaget sekaligus heran, mengapa tiba-tiba ada lingkaran sihir yang berukuran tidak biasa di tempat ini.


Tak berselang lama akhirnya kembali lagi muncul seberkas cahaya putih yang amat menyilaukan mata, semua peserta memiliki reaksi yang sama, kaget sekaligus berusaha untuk melindungi pandangannya dari cahaya yang bersinar terang itu.


Seketika itu juga area tempat para peserta yang akan berkompetisi itu berubah menjadi area perkotaan dengan jalanan serta lengkap juga dengan bangunan tinggi yang menjulang yang tidak terhitung banyaknya.


Para peserta yang tadinya bisa melihat satu sama lain akhirnya tidak bisa lagi melihat peserta lain selain orang yang berada di dekatnya.


Masih dalam keheranan yang sama, setiap peserta masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi, lagipula mereka tidak mendengar apapun soal perubahan lokasi kompetisi ini.


Sebagian dari mereka memastikan sendiri dengan mengeluarkan aura sihir masing-masing, dengan tujuan menemukan informasi yang sekiranya dapat membantu mereka untuk mengetahui alasan mereka tiba-tiba berada di suatu perkotaan besar, ini lebih mirip seperti perkotaan modern yang kita lihat saat ini dibanding dengan tempat asal mereka yang berada di zaman yang berbeda.


Para peserta yang asing dengan tempat ini, yang masih kebingungan itu kembali dikejutkan dengan suara bel yang menggema di seluruh area itu, dan itu tak lain tak bukan adalah tanda bahwa kompetisi itu secara resmi di mulai.


Kini para peserta yang masih heran sekaligus bingung itu harus mencari jawaban dibalik berpindahnya mereka ke tempat asing yang sama sekali tidak mereka kenal.


Akankah setiap peserta itu dapat memecahkan apa yang menyebabkan mereka ke tempat asing itu? Apakah ini hanya ilusi sihir ataukah sebuah teknik perpindahan tubuh? Ataukah ada alasan lain dibalik semua itu? Mengapa mereka para peserta tidak mengetahui tentang ini? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan?

__ADS_1


Berbagai pertanyaan muncul ke permukaan, para peserta harus berpacu dalam waktu untuk mencari kebenaran yang ada sekaligus untuk memburu bel yang ada pada setiap peserta, yang seharusnya jika mereka tidak berpindah tempat akan lebih mudah untuk melakukannya.


Jawaban yang para peserta itu tanyakan hanya satu yang mengetahuinya.


__ADS_2