Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 452: Alasan Ada Di Sini


__ADS_3

'Kekuatannya.' Jack bisa merasakan kekuatan luar biasa yang datang bertubi-tubi dalam bentuk panah ber-aura hijau ini.


'Ini bukanlah panah biasa.' Jack tahu setiap panah yang datang ini bukanlah panah biasa yang sering dipakai orang, melainkan lebih daripada itu.


Panah dengan aura hijau ini punya kekuatan yang besar yang bahkan setara dengan hempasan angin yang kuat pada setiap buahnya, dan kini dengan puluhan dan ratusan yang ada tentunya energi yang dihasilkan berkali lipat adanya.


Dengan kekuatan yang berkali lipat tentunya tidak akan membuat orang dihempaskan saja, melainkan bisa terjadi yang lebih mengerikan lagi yang tidak usah dijelaskan.


Hempasan angin yang kuat yang bahkan membuat area sekitar bergetar hebat, seperti gempa bumi.


Jack tidak bisa terus bertahan dengan kekuatannya yang seperti ini, karena cepat atau lambat serangan pedang tornado anginnya akan hilang efeknya dan panah yang begitu banyak itu bisa menyerbunya dengan cepat.


Jack mengarahkan pandangannya ke bawah, ia memang masih berada di udara sekarang, bertumpu pada putaran angin kecil yang ia ciptakan juga.


Ia melihat adiknya di bawah malah terlihat bersenang-senang menangkis puluhan bahkan ratusan panah yang mengarah padanya. Dengan begitu cepat dan membuat panah-panah beraura hijau itu menghilang.


Dan memang setelah terkena serangan tornado angin Jack dan juga tangkisan brutal Gill, tiap panah yang berhasil dihentikan tiba-tiba menghilang.


Jika tidak begitu maka sudah berapa banyak panah yang terkumpul di tempat ini? Tidak akan terhitung jumlahnya.


Kekuatan hempasan tornado miliknya masih belum cukup untuk mengatasi panah beraura kuat yang tidak ada habisnya ini.


Jack sedikit tersenyum. Padahal ia sama sekali belum terpikir bagaimana cara melawan serangan musuh yang begitu kuat ini.


'Baiklah!'


Jack menguatkan aura sihirnya, dan seketika itu juga muncullah aura sihir berwarna merah, tidak hanya pada pedangnya, melainkan juga pada seluruh tubuhnya.


Kekuatan sihir yang hebat dirasakan oleh Shea, yang di mana setengah elf itu akhirnya sadar dua orang yang dihadapinya ini bukanlah orang biasa.


Dengan dua orang yang bisa mengatasi kekuatan alamnya, tentu saja itu adalah hal yang patut dicurigai. Bagaimana mungkin manusia biasa dapat menandingi kekuatan alam miliknya? Seberapa kuat manusia sekarang?


Fakta bahwa Shea yang sudah lama tidak melihat dunia, tentu saja bisa ber-espektasi banyak hal yang terjadi, dan salah satunya adalah perkembangan ras.


Sudah seberapa jauh ras manusia berkembang saat ini? Sang setengah elf harus mencari jawabannya sendiri.


HUSH!


Jack melesat ke depan, sementara putaran angin didepannya sudah mulai menghilang dan kini tidak ada lagi yang bisa menghalangi panah beraura hijau itu.


Serbuan panah tak terhitung siap melibas apapun yang di depannya, namun dengan sorot mata tajam Jack tidak gentar sedikitpun....


“Kemampuan: Aktif.” Jack mengucapkan kalimat sakti perlahan, dan sementara waktu kini berjalan lambat (agar lebih dramatisir, padahal itu terjadi begitu cepat) Perlahan namun pasti disekitaran tubuh Jack muncul sesuatu yang bercahaya.

__ADS_1


TRANG!


Panah yang begitu banyak itu terhenti di sekitaran aura merah yang tiba-tiba muncul di tubuh Jack.


Aura merah apakah itu? Apa maksud dari kalimat sakti yang telah diucapkannya?


Semua pertanyaan itu mungkin terngiang di benak kita, atau mungkin tidak. Namun jika penasaran, sederhananya Jack kini mengeluarkan kekuatannya dengan penuh, yang di mana ia sadar karena musuhnya kali ini berbeda dari yang lain.


'Aku harus mendekat.' Jack menendang udara dan mengarah pada lawannya.


Begitu cepat sampai-sampai seperti biasanya, namun di mata Shea pergerakan lawannya dapat terlihat jelas.


Ia mengarahkan pedangnya dengan cepat, mengarah pada bagian yang sama yang diincar oleh adiknya tadi, lehernya yang kini sudah oulih sepenuhnya.


‘Aku harus cepat mengakhirinya.’ Itulah rencana Jack sekarang, setelah kesempatan pertama gagal, kenapa tidak mencoba lagi?


Mencoba lagi setelah gagal memang tidak mudah, namun itu lebih baik ketimbang tidak mencoba sama sekali.


Jack sudah tahu sebelumnya serangan adiknya bisa dihindarinya, namun kini dengan tekad kuat ia mengalahkan pikirannya sendiri.


DEG!


"Ukh!" Pergerakan Jack terhenti tepat setelah pedangnya berada di dekat leher lawannya, padahal hanya tinggal sedikit lagi saja pedangnya bisa mengenainya.


‘Dia?!’


“....” Lawannya berhasil mengecohnya dengan serangan bertubi-tubi tadi, membuat Jack tidak punya pilihan lain selain mendekatinya.


Padahal sebelumnya Gill berada di jarak yang sama dan masih bisa menyerang perempuan berjubah hijau ini, namun mengapa sekarang tidak bisa dilakukannya?


“Kau pikir akan akan kubiarkan?” Bibir Shea sedikit naik ke atas, aura kekuatan hijaunya begitu kuat sampai-sampai Jack tidak bisa bergerak sedikit pun sekarang.


Shea sengaja membiarkan lawan dekat dahulu dan kemudian meningkatkan kekuatannya sendiri, kini setelahnya, serangan panah darinya berhenti sepenuhnya.


HUSH!


Dengan cepat Shea mengarahkan tendangannya, sebagai serangan balik dari apa yang telah diterimanya tadi.


TRAANGGGG!


Drttttt....


“Uh....” Serangan Shea berhasil mengenai Jack yang tidak bisa bergerak membuat pertahanan merah lawannya itu harus menghilang sebagian.

__ADS_1


Jack sadar kini dengan satu serangan lagi saja maka tentunya akan membuat situasi makin gawat.


Tanpa berlama-lama lagi Shea dengan cepat melancarkan tinjuannya, membuat Jack tak punya pilihan lain selain menerima serangan itu.


“Tidak secepat itu!” Terdengar suara pria lain dari jauh, yang tak lain tak bukan adalah adiknya Jack, Gill.


HUSH!


TRANG!


“?” Di saat bersamaan di mana pukulan Shea mengincar kepala Jack, tiba-tiba pedang besar hitam melesat dengan cepat, tepat menahan serangan pukulan setengah elf itu.


Jack dengan segera mengumpulkan kekuatannya, dan aura merah yang ada di sekujur tubuhnya jadi semakin besar, lebih besar dari yang sebelumnya.


‘Kekuatan yang unik!’ Jack tidak mengira ia dan adiknya akan berhadapan dengan seorang yang dengan kekuatan seperti ini, yang di mana apa yang mereka rencanakan sebelumnya ternyata berguna juga.


*


Beberapa saat sebelummya, di daerah Kerajaan Selatan.


Jack dan Gill terlihat mengunjugi sebuah rumah tua yang adalah rumah peramal yang sudah pensiun.


Nenek tua yang tinggal seorang diri di bagian pinggir wilayah Kerajaan Selatan, dulu terkenal karena ramalannya, namun kini tidak lagi seperti itu.


Ada suatu insiden yang terjadi di mana sang nenek peramal tidak memberi ramalan pada salah seorang pengunjung yang penting, karena alasan tertentu nenek itu tidak mau meramal dan pada akhirnya rumor tersebar, dan banyak orang tidak percaya lagi dengan kemampuan nenek itu.


Jack dan Gill yang kini sudah tahu soal keberadaan iblis yang mulai muncul, memutuskan untuk pergi ke kediaman mantan peramal yang hebat ini.


‘Kau yakin kita akan pergi ke sini Kak?” Gill menggaruk kepalanya, ia penasaran juga dengan hal ini.


“Sudah beberapa waktu sejak kita diselamatkan dari iblis oleh pemuda itu, aku dapat firasat kita harus mengunjungi peramal terhebat di kota ini.” Jack menatap pintu rumah tua yang sudah menghitam dan reyot, begitu memprihatikan bagaimana tempat tinggal yang sedang mereka lihat itu.


Gill diam tidak banyak bertanya, ia sendiri tahu soal peramal terhebat yang kini kondisinya sudah berubah seratus delapan puluh derajat, dan pada akhirnya ia juga setuju soal apa yang direncanakan saudaranya itu.


Soal firasat memang tidak ada yang tahu soal kebenarannya, Gill tahu soal itu, dan percaya pada kakaknya adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan saat ini.


Kebenaran soal iblis memang adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, dan kini saatnya untuk mengambil langkah yang harus dilakukan.


Tok.


Tok.


Tok.

__ADS_1


__ADS_2