Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 218: Halangan (3)


__ADS_3

Arthur berdiri hanya dengan baju biasa tanpa membawa peralatan bertarung apapun juga, biasanya dalam pertarungan ia selalu membawa pedang emas kebanggaannya.


Thor yang melihat Arthur yang tanpa peralatan bertarung tidak serta merta meremehkannya, justru tanpa atau adanya peralatan bertarung, kekuatan Arthur tetap sama karena kekuatan alaminya berasal dari dalam dirinya sendiri.


"Tidak mau menjawab? Baiklah aku bisa menganggap kau adalah salah satu dari kelompok illegal itu, maka dari itu aku harus menangkapmu juga!"


Tanpa panjang lebar lagi Arthur melesat ke depan dengan cepat hendak menyerang Thor, kecepatan yang begitu luar biasa nampak hanya sekelebat saja Arthur sudah berada di depan mata Thor.


Cepat!


Apa yang akan dilakukannya? Aku harus menghindar!


Thor berkelit dengan memutar badannya seperti gerakan salto, meskipun kemampuan Arthur berada di atasnya, namun Thor diunggulkan dengan strategi dan pengetahuan serta pengalamannya dengan Arthur, namun nampaknya semuanya itu tidak terlalu berdampak besar pada hasil yang akan terjadi.


Bertemu dengan Arthur adalah skenario terburuk dalam pelarian ini! Bagaimana ini?!

__ADS_1


Dalam lompatan saltonya itu Thor berhasil membelakangi Arthur, ia hendak menyerang sang pria pirang itu menggunakan tangan kosong.


Bagian belakang kepalanya yang Thor incar, seharusnya ini merupakan titik butanya saat ini, lagipula Arthur sama sekali tidak melihat serangan yang dilancarkan Thor itu.


Sebuah pukulan yang cepat dilancarkan, namun meskipun Arthur tidak melihatnya, ia masih tetap dapat menghindarinya.


Setelah berhasil menghindari dari serangan itu, Arthur dengan cepat mendekati pria bertopeng iblis itu, menyikutnya amat keras dengan tangan kanannya.


Thor tidak dapat menghindari serangan yang amat cepat itu, ia terhempas ke belakang dan menghilang tanpa jejak bagai tertelan oleh gelapnya malam ke tengah hutan.


"Cukup merepotkan, namun itu tidak buruk ... nah sekarang kita lihat ... ada tiga puluh satu orang yang hendak kabur rupanya ya?"


"Kau tahu ... hukuman mati yang menanti kalian itu, tidak hanya bisa dilakukan secara biasa ... untuk penjahat kelas atas seperti kalian, pastinya akan mendapat pengecualian yang spesial ...."


***

__ADS_1


Thor terhempas cukup jauh karena serangan Arthur itu, bahkan topeng iblisnya itu sedikit retak karena serangan pria pirang itu.


Ia sedang ada di bawah pohon besar yang cukup rusak karena tertabrak oleh tubuhnya itu.


Thor meraba topengnya, sedikit retak pada seluruh bagian topeng, namun nampaknya masih bisa bertahan untuk melindungi identitasnya.


Astaga ... Arthur sama sekali tidak menahan dirinya, ia benar-benar menjadi berbeda ketika berhadapan pada tujuan yang ingin ia selesaikan itu ....


Ia masih belum curiga bahwa aku adalah sahabatnya sendiri ... namun masalahnya adalah aku sudah menekan kekuatanku demi agar orang-orang tidak mengetahui identitasku.


Dengan itu memang aku telah berhasil untuk menyembunyikan identitasku, namun jika aku terus memakai kekuatan seperti ini maka sudah pasti aku tidak akan bisa menghentikannya.


Thor segera beranjak dari tempat itu, ia sadar bahwa keadaan Kibo dan para anggota Alliance Fight's yang lain dalam keadaan bahaya.


Ia berlari secepat yang ia bisa, tanpa sadar Thor telah melepaskan perlahan penahan kekuatan yang ia gunakan untuk menutupi identitasnya.

__ADS_1


Aku memang tidak pandai dalam menggunakan senjata, namun kali ini ... aku akan mencoba menggunakannya!


***


__ADS_2