Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 221: Hentikan


__ADS_3

Arthur berlari dengan cepat, Thor sudah bisa melihat pergerakannya dengan cukup jelas sekarang.


Tinjuan demi tinjuan dan tak lupa tendangan dilancarkan oleh Arthur, Thor dapat berkelit menghindari tinju dan tendangan itu dengan mudah, kekuatannya yang sebenarnya makin keluar seiring dengan ia bertarung dengan Arthur.


Rentetan serangan tinjuan dan tendangan yang dilancarkan Arthur dapat dihindari dengan mudah, setelah beberapa saat Thor memutuskan untuk menjauh dari lawannya itu.


"Reaksimu lebih baik dari yang sebelumnya, aku juga merasakan adanya peningkatan energi dari tubuhmu ... ini menarik, bertarung dengan tanpa mengetahui identitas sepertimu membuatku semakin tertarik bertarung denganmu."


"Kuakui nampaknya kau berbeda di banding dengan anggota kelompok illegal itu, sepertinya jika denganmu aku bisa bermain-main lebih lama lagi."


Arthur mengacungkan tangan kanannya ke depan, jelas sekali ia akan menggunakan sihir untuk menyerang lawannya itu.


Sebuah lingkaran sihir berwarna biru yang besar, bahkan lebih besar dari lingkaran sihir merah yang tadi ia coba keluarkan namun berhasil digagalkan olah Thor.


Ini gawat ... benar-benar gawat, sihir yang akan di keluarkan Arthur mempunyai daya jangkau yang luas, keselamatan kelompok Alliance Fight's bisa terancam!


Aura dingin mulai menyelimuti area itu, bahkan ada beberapa butir benda kecil mirip salju mulai bermunculan ketika Arthur sedang menggunakan sihir itu.


"Topeng Iblis, apakah ada kata-kata terakhir yang ingin kau sampaikan? Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi ...."

__ADS_1


Sihir ini ... Sihir Pembekuan Area, dia berencana membekukanku dan seluruh area ini!


Es-es kecil yang runcing mulai muncul di tanah saat ini, efek dari sihir Arthur ini mulai terlihat, suhu semakin lama semakin dingin, kekuatan sihir Arthur benar-benar tidak bisa diremehkan.


Sial! Kalau begitu aku harus mengeluarkan kekuatanku saat ini! Tidak ada cara lain ....


Kalau begini ... identitasku akan terungkap, dan semua rencana ini gagal total ....


Apakah aku harus mengorbankan identitas asliku di sini?


"Apakah kau sudah tidak mempunyai hal yang ingin di sampaikan Topeng Iblis? Kalau begitu ...."


"Sihir-"


"Hentikan!"


Sebuah teriakan parau menghentikan tindakan Arthur, ia menoleh untuk melihat siapa yang berbicara kepadanya itu.


Thor juga belum mengetahui siapa yang sebenarnya berteriak, hampir saja ia mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menciptakan penghalang sihir yang cukup kuat untuk menghentikan serangan pembekuan area milik Arthur.

__ADS_1


Dari gelapnya malam, terlihat seorang pria keriting yang nampak meringis kesakitan berjalan pelan dan tertatih-tatih mendekati Arthur, dan tidak tertinggal suara rantai besi yang mengikat kedua tangan dan kakinya itu.


Kibo?! Apa yang dilakukannya di sini? Mengapa dia tidak melarikan diri?!


Thor tidak menyangka Kibo akan muncul di sini sendirian hanya untuk menghentikan tindakan Arthur.


Arthur yang menyadari kedatangan Kibo, memutuskan untuk menghentikan sihir yang hampir saja ia gunakan itu.


Lingkaran sihir itu kembali pecah dan menimbulkan kilatan cahaya biru yang tentu saja menyilaukan mata sekaligus aura dingin yang terpancar ketika lingkaran sihir itu hancur.


Arthur mengabaikan Topeng Iblis, ia membalikkan badannya dan melihat kondisi Kibo yang begitu memprihatikankan.


"Aku tidak mengerti mengapa kau melakukan hal ini, dengan menderita seperti itu ... apakah itu membuatmu merasa bahagia? Mengapa kau selalu ingin lari dari takdirmu?"


Kibo ....


"Tu ... an ... Ar ... thur ... aku ... tidak ... akan ... meng ... hadapi ... takdir ... yang ... bukan ... untuk ... kami ...."


Ucapannya pelan, suaranya berat, terlihat dia sangat memaksa untuk berkata-kata.

__ADS_1


__ADS_2