Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 195: Hasil (5)


__ADS_3

Thor yang melihat Arthur yang terbawa emosi menepuk pundaknya. "Kita dengarkan penjelasan dahulu dari pria ini ...."


Arthur yang merasa pembicaraannya diganggu menoleh sedikit dan berkata, "Kau sudah dengar pernyataan pria ini tadi bukan? Ia ini tidak memiliki izin organisasi karena memang dia tidak memerlukannya ... apakah itu kurang jelas bagimu?"


Thor yang nyatanya tidak mampu untuk meredam emosi temannya itu mendekati telinga Arthur untuk memberikan pesan padanya. "Tahan dulu emosimu Arthur ... dengan membiarkan dirimu tidak terkendali, itu tidak akan membuat situasi lebih baik."


Arthur mengabaikan perkataan temannya itu, ia kembali menatap Kibo dengan tatapan tajam seolah-olah memberikan aura intimidasi yang benar-benar kuat.


Kibo akhirnya sadar alasannya tadi membuat geram sang ksatria suci, tetapi dirinya itu memang mengatakan hal yang sebenarnya.


"Ma-maaf bila saya menyinggung Anda Tuan Arthur, saya mengatakan hal ini memang karena organisasi kami begitu adanya, meskipun kami tidak memiliki izin namun kami sama sekali tidak menyalahi peraturan dan tidak membuat keributan selama kami berpetualang."

__ADS_1


"Huh? Begitukah? Lantas dengan perkataanmu saja aku bisa langsung percaya padamu?"


Arthur kembali berbicara pada pria keriting itu, hendak menjelaskan bagaimana ucapan pria itu sungguh sangat tidak menguntungkan dirinya.


"Setiap organisasi harus mendapat izin dari kerajaan, itu merupakan dokumen pernyataan resmi sekaligus bukti bahwa organisasi itu adalah perkumpulan yang terikat hukum dan kerajaan bisa mengambil langkah kapanpun bilamana organisasi itu melakukan berbagai kegiatan yang buruk ...."


"Lantas bagaimana dengan organisasi atau kelompok ataupun perkumpulan tanpa izin? Kepada siapa mereka akan menaati peraturan? Siapa yang akan menjadi pembela mereka ketika sesuatu hal buruk terjadi dan terlebih lagi siapa yang akan menangkap mereka bilamana organisasi mereka nampak mencurigakan dengan segala kegiatan yang dilakukan seenaknya sendiri?"


Kibo terdiam ketika mendengar perkataan sang ksatria suci itu, ia benar-benar tidak terpikirkan sampai ke sana, selama ia berpetualang bersama kelompoknya bahkan ia sama sekali tidak terpikirkan untuk melanggar hukum yang ada.


Arthur kembali menjauhkan wajahnya dari pria keriting itu, wajahnya masih nampak kesal sekaligus tidak percaya bahwa ia menemui organisasi tanpa izin dikala semua organisasi yang lain sudah memililiki izin.

__ADS_1


Pak Wakil Kota akhirnya kembali bergabung dalam pembicaraan itu. "Tuan Petualang Kibo ... apakah anda tidak tahu seberapa penting izin untuk mendirikikan sebuah organisasi? Setelah mendengar penjelasan Tuan Arthur apakah anda masih belum menyadarinya?"


Kibo terdiam, ia tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan, semuanya sudah jelas bahwa memang organisasinya itu tidak memiliki izin dari kerajaan.


"Apakah anda tidak tahu? Belakangan ini para warga desa sering resah ketika ada sekelompok pendatang asing masuk ke dalam desanya?"


"Resah?"


Kibo berusaha berpikir, apakah memang benar para penduduk resah karena kedatangan para petualang?


Tidak berapa lama kemudian ingatannya tiba-tiba mengarah pada sewaktu dalam perjalan menuju Kota Boston ini, ia memang pernah melewati sebuah desa yang mengalami kejadian buruk oleh para petualang.

__ADS_1


"Ah ... saya rasa saya pernah melewati sebuah desa yang mengalami pengalaman buruk karena pendatang baru ...."


"Itu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya laporan bahwa memang ada kelompok jahat berkedok petualang yang menjarah desa-desa dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit."


__ADS_2