
Entah mengapa perasaan Kibo menjadi tidak enak saat ini, ia tidak mengetahui maksud dari perkataan pak wakil kota itu.
Pak wakil menunjukkan dokumen yang telah ia baca, seakan memberi instruksi agar Kibo juga ikut memeriksanya.
"Lihatlah dokumen ini."
Kibo mengambil dokumen itu, memang benar ia melihat berbagai data tentang dirinya yang telah ia isi sebelum kompetisi ini dimulai, namun ia tidak melihat ada kejanggalan apapun pada dokumen itu, sepenuhnya sama saat ketika ia mengisinya dahulu.
Pak Wakil menyadari bahwa Kibo sama sekali tidak mengetahui bagian mana yang salah dalam dokumen itu.
"Kau yang mengisi ini bukan?"
"Y-ya ... memangnya ada yang salah dalam dokumen ini Tuan?"
Pak Wakil Kota melipat tangannya dan menaruhnya di dagu. "Data yang berada di dokumen itu memang tidak salah ... hanya saja ada satu hal penting yang nampaknya terlewat."
Mendengar pernyataan Pak Wakil itu membuat Kibo semakin bersikeras mencari bagian mana dalam dokumen itu yang memang salah adanya.
Mata hitam pekatnya yang sedikit terhalang oleh rambut keritingnya itu memang terlihat sangat teliti dalam memeriksa kembali dokumen itu.
__ADS_1
Sampai di suatu bagian ia melihat hal yang seharusnya ia lihat dari awal ia mendaftar masuk untuk mengikuti kompetisi ini.
"Sudah sadar? Inilah letak kesalahan yang ada ... aku punya pertanyaan untukmu, apakah kau memiliki izin organisasi?"
Kibo terbelalak ketika mengetahui bahwa ada satu pernyataan dari persyaratan kompetisi ini yang dilewatkan olehnya.
"Apakah kamu mempunyai alasan mengapa tidak mengisi pernyataan di dokumen itu bahwa kamu mempunyai izin organisasi?"
"A-"
Kibo sendiri sudah tidak bisa berkata-kata lagi, ia benar-benar tidak mengecek semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi ini!
Pak Wakil Kota terheran mengapa pria keriting ini seperti terkejut ketika mendengar hal ini, apakah dia ini baru mengetahuinya?
"Apakah organisasimu ini tidak berizin?"
Pertanyaan yang benar-benar ditujukan kepadanya ini membuat Kibo bingung bagaimana harus menjawabnya.
"Mungkin saja kau baru mengetahui hal ini?"
__ADS_1
"Ah ... sepertinya begitu Tuan ...."
Arthur yang sedari tadi berdiri diam menyimak setiap pembicaraan akhirnya memutuskan bergabung untuk berbicara pada petulang berambut unik itu.
"Apakah kau benar-benar tidak memilikinya? Dari semua organisasi yang dicantumkan dan ikut dalam kompetisi ini, hanya organisasi Alliance Fight's yang tidak memiliki izin ...."
Melihat sang ksatria suci Arthur ikut berbicara, Kibo tidak memiliki hal apapun untuk membela dirinya, pada kenyataannya memang dia tidak memiliki izin organisasi seperti yang telah mereka minta sebelumnya.
"Me-memang benar organisasi kami belum memiliki izin, namun tujuan kami hanyalah untuk berkumpul dan melakukan hal secara bersama-sama, sebelumnya kami sering mengikuti berbagai acara dan saya melihat izin tidak dipermasalahkan ...."
Arthur mendekati Kibo, jarak antara kedua wajah mereka cukup dekat, hal ini membuat Kibo merasa kaget namun ia berusaha untuk tetap tenang.
Raut wajah Arthur lebih serius dari sebelumnya, nampak ada rasa kesal karena mendengar jawaban dari pria keriting itu.
Kibo yang melihat sendiri bagaimana raut muka Arthur merasa ketakutan, mulanya ia mengira bahwa semua ksatria suci mempunyai sifat ramah kepada semua orang, itulah alasannya ia berani untuk mengutarakan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Arthur, setidaknya setelah Yizi berhasil ditemukan.
Namun melihat bagaimana sikap Arthur saat ini, Kibo meragukan kepercayaannya selama ini, rasa-rasanya yang ia dengar dahulu adalah sesuatu seperti orang sempurna yang akan bersikap baik pada semua orang, namun pada kenyataannya itu tidak sesuai dengan harapannya.
"Kau bilang ... izin tidak dipermasalahkan?"
__ADS_1