
Kibo melayangkan pandangannya ke kota ini, benar-benar sebuah kota besar dengan berbagai bangunan dan fasilitas yang lengkap, dan memang seperti yang telah ia duga sebelumnya, tempat ini hanyalah untuk kalangan menengah saja, orang-orang yang berekonomi tinggi.
Kali ini ia khawatir bilamana tempat penginapan di kota ini memasang tarif yang tinggi, dan sebenarnya memang hal itulah yang pantas untuk dipikirkan saat ini, kelompok mereka tidak bisa berkompromi lagi soal keuangan mereka.
Kelompok Alliance Fight's bukanlah kelompok yang memiliki banyak harta, sebaliknya di setiap perjalanannya kelompok ini selalu berusaha untuk menghemat sebaik mungkin agar tidak terjadi pengeluaran yang berlebihan.
Hingga pada akhirnya kelompok ini bisa terus berjalan namun tetap harus memberlakukan penghematan semaksimal mungkin.
Apakah ada yang salah dengan sikap berhemat? Tidak juga, yang pasti selama sikap itu dilakukan dalam batas wajar, tidak berlebihan tentunya.
Akhirnya tanpa pikir panjang lebar lagi, kelompok Alliance Fight's segera beranjak dari alun-alun kota itu, mereka berkeliling untuk mencari bangunan penginapan untuk mereka tempati.
Banyak sekali tempat-tempat yang menerima tamu dari luar itu, tidak heran memang kota besar seperti ini mempunyai banyak penunjang bagi para warga maupun pendatang dari luar.
Kibo dan rombongannya itu memutuskan untuk mendatangi setiap penginapan yang mereka temui.
Menanyakan tarif adalah tujuan utama mereka, jika memang sesuai dengan kemampuan keuangan mereka maka tempat penginapan itulah yang mereka pilih.
Mereka sampai disebuah bangunan penginapan yang cukup besar, dan memang kebanyakan bangunan di kota ini memang berukuran besar, mereka bersegera untuk masuk dan menanyakan pada pemilik penginapan itu, berapa tarif untuk menginap di sana.
"Kalian mau menginap satu malam? Pembayaran dimulai dari satu koin emas bagi setiap orangnya," ujar bapak pemilik penginapan berbaju rapi dan sedikit agak wangi itu.
"Apa?! Satu koin emas?"
Kibo terbelalak mendengar jawaban dari pemilik penginapan di kota ini, alasannya sederhana, satu keping emas adalah nominal yang tinggi!
Satu keping emas bisa untuk membeli sebuah barang yang cukup mahal, perhiasan misalnya, ataupun membeli peralatan dapur yang berkualitas tinggi, serta peralatan petualang yang berkualitas tinggi juga.
__ADS_1
Kibo memang pernah menginap di penginapan sebelumnya yang berada di tempat tidak biasa, yaitu di tanah gersang, dia memakai satu keping koin emas untuk membayar satu malam pada pemilik penginapan dan sang pemilik pun terkejut karena melhat nominal yang tinggi.
Jika dipikir-pikir lagi memang tidak ada gunanya juga bagi Kibo untuk membanding-bandingkan penginapan yang berada di tanah gersang dengan penginapan yang ada di kota ini, tidak akan ada titik temu yang berarti.
Kelompoknya itu sama sekali tidak mampu untuk mengeluarkan tiga puluh satu keping koin emas sekaligus hanya untuk satu malam.
Dan lagi memang jumlah total uang yang mereka miliki hanya tinggal sembilan keping koin emas saja.
Setelah mendengar jawaban yang mengejutkan itu, Kibo beserta yang lainnya pamit undur dari penginapan besar itu.
Memang jika dipikir-pikir dengan segala fasilitas dan pelayanan yang ada, mungkin saja satu keping koin emas adalah jumlah yang pantas dibayarkan di tempat ini, namun sekali lagi, hanya kalangan menengah ke atas saja yang mampu untuk membeli jasa tempat ini.
Kibo memutuskan kembali untuk berkeliling ke sekitaran kota itu, melakukan hal yang sama seperti sebelumnya dan berakhir pula dengan jawaban yang sama.
Sudah sekitar dua lagi penginapan yang telah mereka kunjungi dan hasilnya sama dengan yang pertama.
Nampaknya memang mereka ini tidak bisa untuk membeli jasa penginapan di kota ini, tingkat ekonominya telah jauh lebih pesat hingga pada akhirnya tidak semua orang bisa mengikutinya, dan kelompok mereka kali ini tidak bisa mengikutinya.
Kibo tidak bisa memaksakan diri untuk mencari penginapan yang ada di kota ini, pasalnya ia telah mendapat informasi bahwa semua penginapan di kota ini telah memasang tarif yang sama.
Kibo masih terdiam, sampai salah satu pria besar menepuk pundaknya sampai membuat dirinya itu terkejut.
"Tuan ...."
Kibo menoleh pada salah satu pria besar yang menepuk pundaknya itu. "Ada apa?"
"Kita sama sekali tidak dapat bermalam di kota ini, bagaimana kalau kita memasang tenda di luar gerbang kota ini, selain tidak perlu membayar apapun kita bisa dengan cepat mengikuti acara kompetisi tersebut," ucap salah satu pria besar itu.
__ADS_1
Kibo tersadar dengan usulan salah satu pria besar di kelompoknya itu, mengapa tidak terpikirkan olehnya ya?
Usulan yang diutarakan oleh salah satu pria besar itu adalah usulan yang paling mungkin untuk dilakukan, Kibo tidak melihat adanya kelemahan dalam usulan ini, ia sangat setuju ketika pertama kali mendengar hal ini.
"Ah! Benar! Mari kita segera beranjak pergi, hari sudah sore dan jalan yang ada di depan kita masih panjang, ayo bergegas!" perintah Kibo pada seluruh anggotanya itu, di sahut dengan sorakan serempak oleh para pria besar itu.
Mereka berusaha dengan cepat berjalan untuk segera sampai di ujung gerbang keluar kota ini, bukan perkara yang mudah juga tentunya.
Luas kota ini memang tidak terlalu besar, namun tetap saja akan memakan waktu lebih banyak bila tidak memakai alat penunjang transportasi, kali ini mereka membawa kuda memang, namun sayangnya mereka tidak dapat menggunakannya karena hal itu menyalahi peraturan di kota ini.
Pada akhirnya mereka harus menggiring kuda mereka masing-masing.
Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mereka sampai di gerbang keluar desa itu.
Gerbang itu memang tertutup namun setelah mengobrol dengan penjaga yang berada di sana, akhirnya penjaga tersebut membukakan gerbangnya bagi kelompok mereka.
Mereka tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika keluar dari kota ini dibanding dengan saat mereka datang ke kota ini.
Begitu keluar dari kota ini, benar saja terdapat satu jalan tanah yang panjang sekali, sedangkan disekelilingnya hanya ada dataran hijau yang benar-benar luas, ada juga beberapa pohon di sana.
Kibo berpikir, di mana letaknya secara persis kompetisi yang akan diadakan itu?
Mengingat begitu luasnya dataran hijau yang terhampar itu membuat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.
Namun satu hal yang pasti, lokasinya adalah di sekitaran area gerbang keluar kota ini, namun seperti yang telah dikatakan sebelumnya, tidak ada hal lain selain ruang kosong hijau luas ini.
Sebuah tempat yang benar-benar luas dan hijau, mata pun terasa dimanjakan oleh pemandangan seperti ini.
__ADS_1
Kibo menyusuri jalan tanah mulus satu arah itu sambil melihat-lihat begitu bagusnya pemandangan di daerah ini.
Rasanya dengan melihat keindahan alam saja bisa berdampak banyak pada pikiran maupun tubuh kita, Kibo dan pria besar lain menikmati suasana sore hari di tempat hijau itu.