
HUSH!
Danny maju ke depan dengan aura kekuatan fisik merah membara, dan seketika itu juga dentuman yang keras tercipta.
DRRRTTT....
“Boleh juga!” Shea menahan serangan pukulan Danny hanya dengan satu tangan, terlihat mudah sekali untuk ukuran serangan fisik skala besar ini.
Membuat area yang hancur ini jadi lebih hancur lagi.
GREP!
Danny sadar tangan kanan yang sebelumnya ia pakai untuk menyerang malah kini terus dipegang oleh musuhnya dengan begitu erat, sampai-sampai ia tidak bisa bergerak bebas.
‘Dia?!’
Danny merasakan kekuatannya seolah tertahan oleh sesuatu, dan mau pergerakannya terkunci di sini.
Danny sadar kekuatan alam sejatinya kekuatan yang tidak terbatas, bahkan ketika lingkungan sekitar sudah hancur sekalipun, tetap saja kekuatan yang dikeluarkan tidaklah main-main.
BUAGH!
HUSSSH!
Tanpa bisa diantisipasinya, Shea meninju perut Danny, menimbulkan hempasan yang kuat dan juga getaran yang hebat.
‘Aku tidak bisa bergerak!’ Terlepas dari pukulan musuh yang begitu keras masuk ke tubuhnya, Danny memang masih belum merasakan efek serangannya secara langsung.
Hanya saja ia tidak bisa terus-terusan di kondisi seperti ini. ‘Kekuatan batu permata mulia fisik bisa terus tergerus, ini tidak bagus.’
Danny sadar jika terus membiarkan serangan musuh maka sama saja dengan menyia-nyiakan kekuatan batu permata mulia yang sedang digunakannya ini.
BUAGH!
‘Ukh!” Tanpa Danny sadar Patricia maju ke depan dan melancarkan pukulan tepat ke arah musuhnya, dan untunglah musuhnya itu pun sedang lengah dan serangan itu berhasil mengenainya dengan telak.
Kuncian tangan yang dilakukan Shea akhirnya lepas dan Danny kini bisa menjauh.
“Terima kasih Patricia.” Patricia dengan cepat juga mundur bersama Danny setelah tahu serangannya itu ternyata berhasil juga.
__ADS_1
‘Aku berhasil?!’ Patricia malah terkejut dalam batinnya sekarang ini, karena ia bertindak spontan dan tidak memikirkan apapun lagi.
Ia tidak mau Danny terus berada dalam kondisi terpojok seperti itu, dan usahanya membuahkan hasil.
“Tidak buruk untuk kekuatan yang kau pinjam.” Shea dengan mudah bisa menahan dirinya agar tidak terhempas lebih jauh lagi.
Danny memegang perutnya sendiri, aura merah di sekitaran perutnya sudah mulai redup yang berarti serangan musuh berdampak banyak padanya.
‘Entah apa yang terjadi kalau Patricia tidak membantuku.’ Danny mungkin akan terkena lebih banyak serangan yang kuat dan membuat kondisinya jadi lebih buruk dari sekarang.
Namu untunglah tidak seperti itu adanya.
“Jikalau aku jadi kau, aku akan menyerah.” Shea menatap Dannny dengan tatapan kasihan, seperti tatapan seorang kuat kepada yang lemah.
Danny terdiam, sampai sekarang pun ia masih belum tahu alasan mengapa rekannya ini menyerangnya, dan alih-alih menjelaskan maksudnya, dia malah menyuruhnya untuk menyerah.
“Aku tidak akan membiarkan apapun rencanamu sekarang.” Perkataan Danny terdengar lugas dan jelas, tanpa keraguan sama sekali.
Danny tahu apapun maksud dari rekan lamanya ini bukanlah sesuatu yang baik. Bahkan masih sulit dipercaya ia berada di pihak iblis sekarang, yang berarti ada satu kemungkinan besar yang bisa terjadi.
‘Apapun tujuannya sekarang, pasti berhubungan dengan rencanaku sekarang.” Danny merasakan kemungkinan inilah yang paling kuat untuk bisa terjadi.
Apa lagi alasan dibalik rekan lamanya yang sekarang muncul tiba-tiba dan memaksanya menyerah?
“....” Danny memegang kepalanya sendiri, raut wajahnya sedikit berubah yang menandakan ada sesuatu yang terjadi di sini.
“Ada apa? Karena batu itu ‘kah?” Shea malah melihatnya dengan puas, ia begitu percaya diri dengan dugaannya yang memang pada kenyataannya benar seperti itu.
Danny tidak terkejut teman lamanya bisa tahu akan kekuatan yang sekarang digunakannya, kekuatan alam menyingkapkan banyak hal di sini.
Kekuatan yang bahkan mampu untuk mendeteksi jenis kekuatan apa yang dipakai, Danny yakin itulah alasan dibalik begitu mudahnya kekuatannya itu diketahui sekarang.
‘Memang benar begitu, dia ingin menghentikanku sebelum misiku selesai.’ Danny sadar akan ini, kejadian ini serupa dengan yang lalu, di mana ia berhadapan dengan Forhan.
Keduanya sama-sama memiliki tujuan yang sama yaitu menghentikan Danny, dan memiliki perbedaan yang jelas juga.
Forhan dimanfaatkan oleh Iblis sedangkan kini Cecilia sudah berada di pihak Iblis. Bagaimanapun sisi yang dipandang, tetap saja keduanya punya dasar yang sama, yakni iblis-lah yang menjadi dasar dari perbuatan kedua rekannya ini.
‘Hari ini datang.’ Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan yang terburuk sekalipun, karena di saat itulah kita bisa menerimanya dan tidak terlalu terpuruk karena tahu tidak semua hal ada dalam kendali kita.
__ADS_1
Bayangan soal apa yang akan terjadi ke depannya mulai terngiang, yakni bagaimana hasil akhir dari apa yang akan terjadi.
Namun pada akhirnya memikirkan akhir tidak cukup untuk menangani situasi ini.
Danny sadar ia sudah tidak bisa berkompromi akan apa yang akan terjadi nanti, maka dari itu ia kini tidak punya pilihan lain selain melanjutkan apa yang akan ia lakukan.
“Dia tahu soal batu ajaibmu Danny.” Patricia memang tahu sosom gadis cantik yang tengah mereka lawan ini adalah kenalan Danny, namun fakta bahwa dia juga tahu kekuatan batu ini baru ia ketahui sekarang.
“Kita tidak boleh kalah di sini.” Danny mengucapkan kalimat semangat yang terdengar seperti ia tengah menghadapi situasi yang sulit, yang pada kenyataannya memang benar begitu.
Akan terdengar lebih bersemangat dengan mengatakan ‘Kita akan mengalahkannya’ atau, ‘kita pasti menang’.
Namun Danny tidak bisa meremehkan akan siapa yang tengah mereka lawan sekarang ini, jadi ia pikir lebih baik berkata apa adamya saja.
Patricia sendiri bisa melihat raut wajah Danny yang sudah lebih serius lagi, dan dibalik itu ia juga bisa melihat sesuatu yang lain.
Ekspresi yang tidak pernah ia tunjukkan selama ini, seolah menyingkapkan apa yang selama ini ia sembunyikan, sederhananya dia terlihat terbeban dengan apa yang akan dilakukannya.
Patricia tahu ini adalah tantangan yang harus dihadapi, dan kini ia tidak mau hanya diam dilindungi saja, ia harus bisa berguna bagaimanapun caranya.
Melihat Danny yang berjuang dengan tekadnya sampai harus melawan orang dekatnya membuat Patricia tidak habis pikir bagaimana rasanya.
Namun kini tidak perlu lagi dipikirkan bagaimana rasanya, satu-satunya hal yang harus ia lakukan adalah setuju dengan rencana yang telah dikatakan oleh yakni ‘jangan kalah.’
Shhhh....
Udara malam terasa semakin menyesakkan akibat dua jenis kekuatan yang makin kuat satu sama lain. Kekuatan batu permata mulia dan juga kekuatan energi alam.
“Aku bisa membiarkan kalian tetap hidup.” Shea akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat siapapun mendengarnya jadi penasaran.
Namun perkataan itu tidak berlaku pada Danny mengingat tekadnya yang sudah ia perkuat, namun Patricia masih penasaran juga akan apa yang musuhnya ini maksud.
Shea sendiri bukan tanpa alasan mengatakan hal sebelumnya, karena ia sendiri juga masih mempertimbangkan tawarannya ini.
Ia hanya merasa sayang saja harus mengakhiri hidup seorang pemegang batu permata mulia dan juga seorang gadis kecil yang baru saja sebentar ada di dunia ini.
Jadi ia mengesampingkan keinginannya dan menawarkan hal ini, yang di mana nampaknya tidak berpengaruh banyak pada dua orang yang sudah mendengarnya.
“Kami menolak.” Danny dengan cepat menyatakan keputusannya, alasan yang ia dengar sebelumnya tidak mengejutkan karena memang ia sudah tahu dari awal.
__ADS_1
Shea tersenyum kecil. “Baiklah kalau begitu.” Ia perlahan mengangkat tangan kanannya ke depan.
“Energi Alam: Kebenaran!”