Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 333: Mencoba Mundur


__ADS_3

Vincent tidak berpendapat penyebab dari kegelisahan dan kepanikannya itu adalah akibat dari kemampuan makhluk iblis yang telah ia sadari keberadaannya itu.


Ia berusaha untuk beranjak dari sana, meskipun kakinya terasa lemas namun ia tetap untuk berusaha agar menjauh dari pohon besar itu dan sebisa mungkin tidak diketahui oleh makhluk iblis yang telah disadarinya itu.


Ya-yang terpenting sekarang ini adalah aku harus menjauhi makhluk ini! Tidak ada untungnya bagiku untuk mengganggunya, apalagi berpikir untuk mengalahkannya! Memangnya aku pahlawan super yang bisa dengan mudah mengalahkan yang jahat?! Aku memang ingin bisa mengalahkan si makhluk iblis ini saat begitu mengetahui keberadaannya, tapi sayangnya kenyataan tidak sesuai ekpektasi!


Vinceng tahu benar apa situasi yang ia alami saat ini, karena ini adalah kali pertama ia melihat makhluk selain manusia yang diceritakan Danny itu yang kemungkinan besar adalah iblis yang sedang mengintai pergerakan mereka itu.


Ayo bergeraklah! Tidak apa pelan-pelan saja, yang penting aku bisa menjauh dari sini!


Vincent harus berjuang mengatasi kecemasan dan kepanikan yang hampir menguasai tubuhnya itu, detak jantungnya tidak beraturan dan juga keringat mulai membasahi seluruh tubuhnya.


Perlahan namun pasti ia memang berhasil untuk bergerak pelan menjauh dari area pohon besar itu, meskipun perlahan dan butuh waktu pria berambut sebahu itu telah sukses menjauh dari jangkauan makhluk berjubah hitam yang kemungkinan besat adalah iblis ini.


Tekadnya yang kuat untuk menjauh dari makhluk berbahaya itu memberinya kekuatan untuk melakukan hal yang ia rasa memang tidak mudah untuk dilakukan.


Kini meskipun belum terlalu jauh dari pohon besar itu Vincent mampu untuk bersembunyi di pohon yang juga tidak terlalu besar yang berjarak kira-kira sembilan meter antara pohon besar tempat di mana makhluk berjubah hitam yang diduganya sebagai iblis itu.


Haaah! Tidak kusangka aku akan mampu untuk bersembunyi dari makhluk iblis itu! Padahal sebelumnya aku pikir tidak mampu untuk melakukannya HAH! Ini benar-benar membuat adrenalinku meningkat!

__ADS_1


Di tengah perasaan dan tubuhnya yang tidak enak itu ia masih mampu untuk tetap tenang dan akhirnya berhasil menjauh dari area pohon besar di mana makhluk iblis itu berada di sana.


Butuh beberapa waktu lagi untukku agar dapat menyusul kereta kuda milik Tuan Housen, tapi aku sendiri saat ini kurang yakin bisa kembali ke kereta kuda itu dengan kondisiku saat ini.


Vincent tahu ternyata jarak antara dirinya dan kereta Tuan Housen cukup berjarak dan memang terbuka, keberadaannya ketika berjalan bisa menjadi pemicu bagi makhluk iblis itu dalam mengetahui keberadaannya.


Masalahnya ada pada makhluk berjubah hitam itu, aku beruntung ketika mendekati ke arah pohon besar tadi, karena memang dia sepertinya sedang mengalihkan pandangannya atau mungkin sedang memikirkan sesuatu hingga akhirnya ia tidak melihat aku yang sedang mendekati pohon tempatnya bersembunyi itu.


Aku tidak bisa memanfaatkan keberuntungan yang telah terjadi itu kali ini, karena kemungkinan besar makhluk berjubah hitam iblis perempuan itu sudah kembali memerhatikan kondisi sekitarnya dan sedang mengamati kembali kereta milik Tuan Housen.


Dengan keluar dari tempat bersembunyi di balik salah satu pohon besar ini juga bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan, aku hanya akan terlihat menunjukkan diriku dengan sengaja pada makhluk berjubah hitam yang kuduga sebagai iblis itu.


Dan kali ini sudah beruntung ia bisa menjauh dari jangkauan makhluk itu dan bersembunyi meskipun jarak di antara mereka tetap saja masih belum bisa dikatakan jauh juga, jadi ia juga tidak bisa bernafas lega karena ia sudah sedikit menjauh dari makhluk berjubah hitam iblis dugaannya itu.


Saat ini pilihan terbaikku hanyalah bersembunyi dari makhluk iblis perempuan itu, sembari menunggu barangkali ada bantuan dari teman-teman, kuharap ... semoga saja ... mereka da ... tang ....


Tapi tunggu dulu ... sudah beberapa saat seperti ini mereka masih saja menungguku?! Tidakkah mereka seharusnya mencari keberadaanku saat ini?! Karena aku sudah cukup lama ditunggunya? Apa yang mereka pikirkan coba?!


Vincent sadar ia sudah meminta izin untuk tidak naik kereta itu meskipun hanya sementara karena perasaannya itu, namun ia tidak menduga situasi berubah secepat ini, dan pula apa yang ia katakan sebagai sementara saat ini benar-benar waktu yang lama baginya, ia hanya ingin melihat apa yang ia diharapkan terjadi saat ini; ia ingin ditolong oleh teman-temannya dalam situasi ini.

__ADS_1


Seharusnya aku tidak perlu mendekati pohon besar itu, seharusnya aku mengabaikan saja suara-suara misterius perempuan itu!


Vincent menyesali akan apa yang telah diputuskannya beberapa saat yang lalu, padahal jika saja ia melakukan keinginannya di tempat lain tidak seharusnya ia juga berada di situasi yang berbahaya ini juga.


Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah mengandalkan teman-temanku jika memang mereka menyadari keadaanku saat ini, mereka menyadarinya bukan? Mereka tidak berpikir harus menungguku saja bukan? Mereka seharusnya segera mencari keberadaanku.


Vincent takut bilamana teman-temannya itu tidak kunjung sadar akan keadaannya yang kurang bagus ini, dan bilamana harapannya itu sama sekali tidak terjadi.


Vincent memutuskan untuk melirik ke arah pohon besar di seberang dengan tujuan agar ia bisa mengamati kembali si makhluk berjubah hitam tertutup yang ia duga iblis itu.


Setidaknya ia bisa mengamati pergerakan si makhluk berjubah hitam itu kalau memang ia tidak bisa keluar dari persembunyiannya saat ini, ia kira hal ini bisa dilakukannya.


Begitu hendak melakukannya, dalam sekejap mata ia berada di area lain, terlihat malah ia saat ini berada di tepi pantai suatu pulau kecil, entah di mana pastinya karena begitu ia mengedipkan matanya tahu-tahu ia sudah berada di tempat ini.


"A-apa ini?!" Vincent celingak-celinguk melihat keadaannya sekitarnya, sudah jelas, suara ombak ini, ia yang tiba-tiba tengah duduk di atas pasir yang lembut ini, ia tiba-tiba berpindah tempat ke tepi pantai!


Vincent mengucek matanya untuk memastikan dan tahu bahwa ia sama sekali tidak mengkhayal ataupun bermimpi saat ini, ia benar-benar berpindah tempat yang seharusnya ia berada di balik pohon besar untuk mengintai apa yang makhluk berjubah hitam yang ia duga iblis itu, namun tanpa sepengetahuannya ia tiba-tiba berpindah tempat ke tepi pantai saat ini.


A-apa ini?! Mengapa aku berpindah tempat?! Aneh sekali seharusnya aku berada di sekitaran tebing dan berada di balik pohon besar 'kan? Lantas mengapa aku bisa berada di sini?!

__ADS_1


__ADS_2